Merdeka tahun ini seharusnya menjadi renungan untuk pemangku kebijakan, bahwa banyak hal yang belum maksimal dalam mereka mengelola negara. Kekacauan yang mereka buat adalah bukti gagalnya mereka mengelola republik ini. Komunikasi publik yang buruk bukti nir empatinya mereka.
Tidak merayakan, bukan berarti tidak menghargai jasa pahlawan. Menurut saya, di antara duka yang menimpa saudara kita, penanggulangan bencana yg seolah tak jadi prioritas, reaksi terhadap kritik yg represif, dan kebijakan yg tidak bijak, kata “merdeka” menjadi hal yg menyakitkan
😿 : "Maaf bang, aku udah berusaha tapi tetep ninggalin jejak”
👨🏭 : ….(ngelus dada) gpp kok Meng, yang penting km udah berusaha
ccthread:triafitriani07
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Sakit sakit ya Pak, semoga segala kesusahan/kesengsaraan banyak orang jadi tanggung jawabmu.
Dan semoga hukuman atas banyaknya kesengsaraan tidak hanya diberikan waktu di akhirat, tetapi juga saat dirimu masih di dunia.
Kalau kamu mendukung mbg, seharusnya kamu juga merasa aneh kenapa saat diberhentikan sementara pas sekolah libur, yang protes malah pengusahanya. Sementara. Libur sekolah.
Padahal, libur sementara bisa dipakai untuk evaluasi, jika ingin memperbaiki programnya. Sementara, pas libur sekolah anak-anak yang jadi target utamanya bisa di rumah. Mereka tidak protes.
Kalau kamu merasa programnya baik, coba tanya para pengusahanya kenapa pas libur sekolah, masih harus ada mbg? Tuh, silakan dikawal.