Nasib Dianggap Jadi Warga Kelas Menengah: Dianggap Banyak Uang, Tak Pernah Dapat Bantuan, tapi Hidupnya Justru Paling Sering Nelangsa #TerminalMojok https://t.co/GhQRdqItj1
Matinya Roda Jam’iyyah Kami
Jam’iyyah ini sedang berjalan terbalik. Ketua Umum berkonflik dengan Sekjen dan Bendum. Ketua Umum juga tidak akur dengan Rais ‘Am. Sementara Rais ‘Am sendiri tidak sreg dengan Katib ‘Am (yang kebetulan masih keluarga dekat Ketum).
Akhirnya, surat resmi Syuriyah hanya ditandatangani Rais ‘Am. Surat Tanfidziyah hanya diteken Ketum. Padahal aturan mengharuskan empat tanda tangan: Rais ‘Am, Katib ‘Am, Ketum, dan Sekjen.
Ini bukan lagi soal organisasi yang macet. Ini soal mesin yang mati dan dibiarkan karatan selama berbulan-bulan. Masing-masing kubu berjalan sendiri. Jama’ah Nahdliyin bergerak tanpa arahan, tanpa bimbingan, tanpa kepemimpinan PBNU. Roda terkunci mati.
Wa ba’du, jam’iyyah ini sakit parah. Kehilangan marwah, kehilangan arah. Bukan melayani jama’ah, bahkan menggerakkan roda organisasi saja sudah tak sanggup. AD/ART sudah jadi dokumen mati.
Tagline ingin “menghidupkan kembali Gus Dur”, nyatanya sikap kritis justru hilang sama sekali. Mengaku ingin “governing NU”, tapi tata kelola PBNU sendiri remuk redam. Mengibarkan bendera khittah, malah tercebur dalam kubangan dukung-mendukung Pilpres. Mengaku berkhidmat untuk bangsa, malah gaduh sendiri soal tambang. Bicara ingin membangun peradaban dunia, tapi yang diundang justru tokoh zionis perusak peradaban.
Satu Abad NU bukan dirayakan dengan kejayaan, tapi dilewati dengan perih dan prihatin yang menyesakkan dada.
Mau sampai kapan kondisi jam’iyyah dibiarkan begini….
Al-fatihah untuk Hadratus Syekh Mbah Hasyim Asy’ari dan para muassis NU lainnya 🙏🏻😰
Tabik,
Nadirsyah Hosen
@jimbimgg@Stakof Masa saya harus terima kritik yang berdasarkan pada kebencian dari Akun fake, follower 1 digit, suka marah2, bahasa debatnya Ndak ilmiah blas, dan suka nyuruh2 orang buat demo
Ya Tuhan, tersinggung karena Kiai Anwar (Lirboyo) di-framing jahat Trans7 saja harus diminta marah juga untuk kasus musala yang roboh, kekerasan seksual di pesantren, dan Ketum PBNU ketemu Netanyahu.
Kiai sepuh kami difitnah. Tapi tersinggung pun dikasih syarat.
@PyurAnakDesa@Anak__Ogi Nah.. itu pointnya. Banyak pondok yang baik dan berkualitas, lulusannya banyak yang lanjut kuliah di LN.
Memang ada ORANG-ORANG pesantren yang 'kasus' seperti itu . Itu pun antar pesantren sudah saling mengkritik, kok.
@PyurAnakDesa@Anak__Ogi Dari dulu pesantren juga mengajarkan bahwa zina itu dosa, dah harus dihukum. Bahkan jika itu dilakukan oleh orang pesantren sendiri.
@lstmirror @InpestorM@Anak__Ogi Yang njenengan sebut juga sudah dikritik kalangan pesantren sendiri. Tidak ada yang membenarkan hal2 yang sampean sebut, mas. Tapi kemudian sampai di "bubarin aja pesantren" apakah itu fair menurut njenengan?