Tentang seorang lelaki yang pernah mencintai tapi hanya pura-pura dicintai.
Tentang perempuan yang pernah berpura-pura mencintai, sebab takut jika hanya dilukai. Tentang persahabatan yang menyimpan banyak perasaan.
Sudah bisa dipesan edisi TTD: 0852 7137 7575 (WA | menubuku )
Ketika kamu jalan sama orang yang kamu suka.
Lalu ada teman lama yang bertemu, dan bertanya:
"Kapan nikah?"
Terus orang yang kamu suka malah jawab,
"kami cuma temanan, kok."
Kau akan mengerti, rasanya jatuh kemudian tertimpa tangga.
dibilang lucu, tapi cuma dianggap teman.
dibilang bikin nyaman, tapi cuma dianggap teman.
diajak jalan-jalan, tapi cuma dianggap teman.
dicemburuin saat dengan dengan yang lain,
tapi cuma dianggap teman.
Pertanyaan larut malam:
berapa banyak waktu yang kubuang untuk bermalas-malasan?
berapa banyak waktu yang kuhabiskan hanya untuk menunda pekerjaan?
berapa banyak waktu yang kusia-siakan dengan hal-hal yang tak berguna?
Teman-teman yang selalu meremehkan impianmu adalah teman-teman racun. Mereka tidak akan membawa pengaruh positif untukmu. Pilihlah teman yang memang mengingatkan jika salah, mendukung jika baik. Bukan yang semua hal kaulakukan selalu dipatahkan.
Kita ini lucu. Kau selalu memintaku segera tidur. Di saat yang sama kau malah masih begadang. Kadang, perhatian semacam itu membuat kita mengerti; kau atau aku hanya ingin yang terbaik untuk satu sama lain, meski sering melupakan yang terbaik untuk diri sendiri.
Pak jokowi aja nggak larang main twitter. Lah, emang apa hubungannya?
Twitter kan bukan punya pak jokowi.
Ya tuhan, kuingin marah melampiaskan, tapiku hanyalah sendiri di sini....
Kalau ada cowok pakai avatar cuma foto sendiri di twitter bisa jadi di dunia nyata dia punya pasangan. Begitu juga, kalau ada cowok sering post foto cewek, bisa jadi itu cuma foto-foto ambil dari google. Mari berpikir positif!