TW : Bundir
Dokter muda RSUD Kardinah Tegal meninggal bundir dengan cara suntikkan obat ke tubuh.
Diduga tak kuat menahan bully selama ikut PPDS Anestesi Undip Semarang.
Mohon bantuan RTnya karena ada indikasi kasus ini ditutupi dngan menyebut korban sakit saraf kejepit. π
Hal begini selalu disalty sama orang kota, padahal ini bagian dari budaya kolektif. Coba bayangkan, diakhir bulan ada orang yg gagal panen, kelaperan, tiba2 tetangganya ada yg hajatan, pasti ikut kecipratan kenyang. Orang kota mah bodo amat, sekali ngasih dan berbagi jadi konten
Kak, peluuukkk! Semoga sekarang lebih tenang ya π«π₯Ί
Sebagai perempuan, aku selalu emosional berbicara tentang sunat perempuan atau dikenal Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) atau Female Genital Mutilation (FGM) ini π
Kebetulan aku bekerja juga dengan isu-isu P2GP ini. Kawan-kawan bisa membaca tentang P2GP di buku ini dijelaskan tentang pengertian, situasi dan dampak P2GP, sunat perempuan dalam Islam, upaya pencegahan, dan tulisan tokoh agama terkait P2GP. Silakan diakses di sini:
https://t.co/6seWpre9xF
Ya kan, di Indonesia ini emang sengaja dibikin konflik horizontal.
***
Mahasiswa susah nemuin dosen pembimbing, terus akhirnya skripsinya terbengkalai, akhirnya kuliahnya gak selesai.
Mahasiswa nyalahin dosen.
***
Dosen pembimbing jadi jarang di kampus karena dia mau gak mau harus ada pekerjaan sampingan. Gajinya gak seberapa.
Mau ngetem di kampus, dapur keluarga gak ngebul. Mau gak mau jadi jarang masuk.
Sekalinya bimbingan, ngamuk-ngamuk gara-gara mahasiswanya gak ada progres. Padahal gak ada progres juga karena jarang bimbingan.
Dosen nyalahin mahasiswa.
***
Masalahnya kan sistem tuh: bisa gak bikin dosen selalu ada di kampus tanpa harus ngamen sana-sini?
Yang harusnya benerin sistem: pemerintah, malah gak kena.
Yang sama-sama korban: mahasiswa dan dosen, saling menyalahkan.π
@Titipan_Mafia Menang dipuja, kalah dihujat abis2an. Nyari kambing hitam wkwkwkw
Terus juga yg disalahin pasti pemain non keturunan. Kocak kocak wkwkwkw
"Pajak penghasilan dan THR saya bisa 3,6 kali lipat lebih tinggi dibanding pajak penghasilan tanpa THR," kata Anita [bukan nama sebenanrnya], pegawai swasta di Jakarta yang menganggap metode penghitungan pajak penghasilan menggunakan TER memberatkannya.