Kerancuan / Kesesatan Logika Rocky Gerung tentang Konstitusi dan UUD 1945
Kritik terhadap cara berpikir Rocky Gerung dalam memahami konstitusi perlu ditegaskan !!!.
Rocky kerap terjebak atau sengaja ingin menjebak lawan bicara pada abstraksi filsafat yang mengabaikan wujud konkret dari hukum tata negara.
1. Halusinasi rocky soal "Anti-Kapitalisme" di Tengah Realita Pasal 33 Amandemen saat ini
Rocky mengklaim konstitusi Indonesia secara absolut bersifat “anti-kapitalisme” hanya dengan bersandar pada narasi sejarah 🤣 sejarah yang mana bos?
Namun, dalam hukum normatif, kekuatan UUD terletak pada teks Batang Tubuh.
Pasal 33 UUD 1945 hasil amandemen (khususnya Ayat 4 dan 5) secara eksplisit memasukkan prinsip “efisiensi berkeadilan” dan mekanisme pasar terintegrasi (Demokrasi Ekonomi)
Penambahan ayat-ayat ini dalam amandemen jelas membuka pintu bagi sistem ekonomi campuran yang mengadopsi elemen kapitalisme modern, seperti pasar bebas.
Menyebut konstitusi amandemen sebagai teks murni anti-kapitalisme adalah wujud PENGABAIAN terhadap isi pasal yang sah berlaku saat ini.
2. Bicara Konstitusi Tanpa Pasal: adalah KERANGKA BERPIKIR YANG CACAT
Membicarakan Undang-Undang Dasar dengan menepiskan pasal-pasal di dalamnya adalah lompatan logika yang menyesatkan. 🤣
Konstitusi BUKANLAH ESAI filsafat bebas, melainkan DOKUMEN HUKUM TERTINGGI yang mengikat negara lewat norma teknis (rule of law).
Ketika tokoh politik seperti Prabowo Subianto berkali-kali menyoroti pentingnya Pasal 33, beliau MERUJUK pada teks UUD 1945 Naskah ASLI, karena paham bahwa nilai ideologis harus berwujud pasal normatif.
Jika pasal dianggap sekadar "urusan teknokratis yang tidak penting" seperti yang diklaim Rocky, MAKA KONSTITUSI KEHILANGAN FUNGSI UTAMANYA SEBAGAI HUKUM POSITIF dan hanya menjadi JARGON KOSONG.
3. Kontradiksi Antara Pembukaan dan Batang Tubuh Hasil Amandemen
Jika Rocky menjadikan Pembukaan UUD 1945 sebagai benteng utopia bernegara, IA SEHARUSNYA MEMLNGAKUI adanya DISHARMONI mendasar ANTARA Pembukaan dan Batang Tubuh UUD hasil amandemen.
Pembukaan menuntut kedaulatan penuh dan anti-eksploitasi, sementara Batang Tubuh hasil Amandemen I–IV justru melahirkan pasal-pasal yang sangat kompromistis terhadap liberalisasi ekonomi dan politik.
Keterbelahan ini bukti nyata bahwa konstitusi yang berlaku sekarang TIDAK LAGI seirama dengan SPIRIT PEMBUKAAN UUD 1945.
4. Menutup Mata terhadap Cacat Struktur (Fenomena "Bab Kosong" dalam UUD45 Hasil AMANDEMEN)
Sikap Rocky yang meremehkan aspek teknis hukum membuatnya menutup mata terhadap CACAT STRUKTUR dalam konstitusi amandemen—salah satunya keberadaan BAB IV yang DIKOSONGKAN (pasca-penghapusan DPA).
Dalam ilmu penyusunan hukum (legal drafting), mengabaikan struktur hingga MEMBIARKAN ADANYA "BAB KOSONG" menunjukkan kecerobohan sistemik.
Jika aspek teknis seperti ini DIANGGAP TIDAK PENTING, maka Rocky secara tidak langsung membenarkan kejanggalan dan cacat formil dalam konstitusi negara.
Belum lagi Amandemen Kosntitusi ini juga TIDAK PERNAH TERDAFTAR DIDALAM "LEMBAR NEGARA" tahukah dia soal itu?
Kesimpulan
Konstitusi tidak bisa dibaca hanya dari satu sisi romantisme ideologis sambil mengabaikan pasal-pasalnya.
Cara pandang Rocky Gerung yang memisahkan Pembukaan dari kenyataan Batang Tubuh hanyalah retorika yang menghindar dari fakta hukum.
Semoga dia masih inget saat gue teriaki rocky ANTEK NEOKOLIM
:: WeKa ::
@hasyimmah justru rokok ilegal itu anti dipalsukan...
kenapa...
sblum distribusi dah lapor...
merk a yg pegang ab...merk b yg pegang bb...
g perlu dikasi tau..jaringan kang bakso dan some murah dah tau yg jual siapa dan dimna...
Sampai sini paham??
Kini, para penikmat duit Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang nilainya triliunan rupiah, bisa bernapas lega. Mereka tak perlu lagi pusing mengembalikan uang negara karena dianggap sudah lunas. Wah, enak betul itu.
Tak sedang bercanda, Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara menyatakan bahwa kewajiban surat utang yang diterbitkan dalam rangka penanganan BLBI saat krisis 1997–1998, telah lunas sejak Agustus 2026.
Segala tanggungan BLBI dari para obligor dianggap lunas karena menggunakan surplus Bank Indonesia (BI) sebesar Rp55 triliun yang disetorkan kepada kas negara. Selanjutnya, surplus dari BI itu disetorkan ke kas negara, sesuai peraturan yang berlaku.
Saat ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah menerima pendapatan dari Kekayaan Negara yang Dipisahkan (KND) sebesar Rp58 triliun.
Oleh karena itu, Suahasil menggunakan surplus BI untuk membayar kembali kewajiban surat utang dalam rangka penanganan krisis 97–98 tersebut.
Pelunasan surat utang terkait BLBI itu, menyusul pelunasan kewajiban obligasi rekapitalisasi atau obligasi rekap pada Juli 2020.
Kedatangan pesawat militer ke Wamena tidak terjadi di ruang kosong. Minggu-minggu terakhir di Jayawijaya diwarnai kekerasan bersenjata, termasuk pembunuhan sopir logistik Aris Sanda yang diklaim TPNPB, plus serangan lain terhadap warga sipil yang lalu dituduh “agen intelijen”.
Masalahnya dua arah. Kelompok bersenjata yang menembak sopir, ASN, dan pilot lalu menyebut semua korban sebagai intel, sedang menutup pintu damai dengan tangan sendiri. Di sisi lain, pengerahan pasukan dan razia di kampung juga mudah menekan warga biasa yang bukan kombatan. Foto prajurit berjalan di permukiman itu yang paling rawan: operasi keamanan mudah bergeser jadi ketakutan sehari-hari.
Papua tidak akan selesai hanya dengan pesawat tambahan, dan tidak akan selesai dengan menembak pekerja sipil di jalan trans. Yang tidak kelihatan di pos ini adalah jaminan bagi warga Wamena: jangan jadi sasaran KKB, jangan jadi korban salah tembak, dan jangan hidup di tengah “zona perang” yang dideklarasikan sepihak.
Tanpa perlindungan warga sipil sebagai titik berangkat, yang residu hanya siklus yang sama: serangan, pengerahan pasukan, razia, lalu kekerasan berikutnya.
Video 7 menit ini bukan tanggapan. Ini pembenaran setelah fakta sudah telanjang.
Yang ditanggapi itu Surat Pernyataan Ikatan Keluarga Toraja Kabupaten Jayawijaya tanggal 16 September 2026. Isinya sederhana: pembunuhan warga sipil adalah kejahatan, tidak manusiawi, dan tidak bisa dibenarkan dengan alasan perbedaan politik. IKT meminta Kodap III Ndugama angkat kaki dari Jayawijaya karena warga butuh keamanan, bukan ketakutan.
Lalu apa yang terjadi di lapangan?
Aris Sanda, sopir lajuran Toraja, 13 tahun mengantar logistik dan orang ke pedalaman. Bukan pejabat. Bukan tentara. Dia dihentikan di pertigaan Danau Habema, dipisah dari penumpang, dipaksa pegang Bintang Kejora, dipaksa baca naskah “Papua harus merdeka” sambil senjata diarahkan ke kepala, lalu ditembak. Mobilnya dibakar. Jenazahnya baru tiba di Tongkonan Kalintiong, Toraja Utara, pagi ini. Keluarga menangis, ada yang pingsan.
TPNPB lalu keluar klaim: dia agen intelijen. Bukti publiknya apa? Tidak ada. Yang ada cuma video penyanderaan dan pengakuan sepihak. Pola ini sudah berulang: korban sipil dulu, label “intel” belakangan.
Yang lebih telanjang: warga Nduga sendiri mengeluarkan pernyataan duka. Mereka sebut Aris “sopir kami”, orang yang bawa makanan, mama-mama jualan, dan anak-anak dari Wamena ke Nduga. Kalau orang yang kalian tembak itu “musuh”, kenapa masyarakat di wilayah yang kalian klaim sebagai basis justru berkabung?
Kalau perjuangan politik, bantahlah surat IKT dengan argumen politik. Jangan sandera sopir, paksa dia baca teks di depan kamera, lalu bunuh, lalu rekam video 7 menit seolah itu penjelasan negara. Itu bukan juru bicara tentara nasional. Itu justifikasi kekerasan terhadap orang yang sehari-hari menghidupi jalur yang kalian sendiri butuhkan.
IKT tidak sedang membela Jakarta. Mereka membela hak hidup orang Toraja yang sudah bertahun-tahun kerja, kawin, dan punya bapak angkat di Papua. Itu yang ditembak. Itu yang dibakar. Itu yang sekarang dikubur di Tampan Bonga.
Kalau ada bukti Aris intel, tunjukkan. Kalau tidak, berhenti ubah pembunuhan warga sipil jadi pidato.
Berarti masih relate yah?
Di Eropa nyetir 4 jam udah pindah negara.
Indonesia :
Nyetir 4 jam di Pulau Jawa udah pindah provinsi.
Nyetir 4 jam di Pulau Sumatra masih di satu provinsi.
Nyetir 4 jam di Pulau Kalimantan masih di satu kabupaten.
Nyetir 4 jam di TB Simatupang jam pulang kantor masih dalam satu kecamatan.
Mengenai kondisi infrastruktur wilayah nya. Coba warganya cek APBD masing2 daerahnya, apakah kepala daerahnya sudah bener kerjanya.
speaker laptop asus x441 robek kiri kanan, suaranya cempreng dan bass-nya ilang. 🔇
teknisinya ga punya spare part membran, jadi diplester salonpas ke seluruh permukaan membrannya. hasilnya malah suara balik lebih utuh.
ini penjelasannya:
membran speaker itu mompa udara di dua sisi sekaligus. pas maju, depannya nekan udara, belakangnya narik udara, selalu berlawanan.
begitu robek, dua sisi itu ketemu lewat lubang dan saling menghapus sebelum suaranya sempat keluar. istilahnya korslet akustik, mirip kabel plus ketemu minus tanpa lewat lampu.
yang mati cuma bass karena panjang gelombangnya beda jauh. bass 100 Hz itu 3,4 meter, jadi lubang 2 mm di membran ga ada artinya, depan belakang langsung ketemu dan langsung saling meniadakan. treble 10 kHz cuma 3,4 cm, dia sempet kabur duluan. makanya yang nyisa tinggal suara tajam.
ditambah bibir robekannya kelepek-kelepek dan saling ketampar ribuan kali per detik, bikin bunyi pecah kayak kresek nyempil di jendela mobil pas ngebut.
salonpas kebetulan ngerjain tiga hal sekaligus: nutup lubangnya, ngerekatin bibir robekan, dan kain tipis dilapis lem kenyal itu nyerap getaran liar jadi panas.
yang ketiga ini prinsipnya sama persis sama dynamat, peredam yang dijual ke anak audio mobil ratusan ribu per lembar. bentuknya juga lembaran lengket yang ditempel ke panel biar ga getar. jadi dynamat itu sebenernya ya koyo, cuma koyo buat pintu mobil.
tentu ada harganya, membran speaker jadi lebih berat, suaranya agak pelan dan trebelnya rada tumpul, lemnya juga bakal capek kena panas laptop. sejak awal tujuannya bukan sempurna.
satu catatan akhir biar ga ada korban, ini berhasil karena salonpas bentuknya lembaran. jangan coba counterpain atau hot and cream.. 😅
Foto paling ikonik "bukti" Loch Ness Monster, leher panjang muncul dari air, dipublikasiin Daily Mail tahun 1934, ternyata hoax.
Fotografernya sendiri baru ngaku 60 tahun kemudian: itu cuma mainan submarine mini yang dikasih kepala palsu.
Tapi drama sebelumnya lebih absurd.
Setahun sebelumnya, Daily Mail nyewa pemburu profesional buat nyari jejak kaki monster di pinggir danau.
Dia nemu jejak kaki "20 kaki panjangnya."
Pas dicek ahli zoologi Natural History Museum?
Itu bekas alas payung yang based-nya kaki kuda nil kering.
Bukan monster, itu properti rumah tangga.
Yang bikin menarik: meskipun 2 bukti utamanya kebongkar hoax, lebih dari 1.100 laporan penampakan tetep tercatat resmi sampe sekarang, dan pariwisatanya masih ngehasilin jutaan pound per tahun buat ekonomi Skotlandia.
Ini bukti klasik: begitu sebuah cerita udah nempel di budaya populer, fakta yang membantah nggak otomatis bikin orang berhenti percaya.
Kadang yang dijual bukan bukti, tapi cerita yang orang PENGEN percaya. 🙏
@txtpersahaman Soalnya Indonesia kejauhan dari Pasar. Gk cuman lokasinya tp budayanya jg jauh banget bedanya dari China. Klo vietnam 11-12 budayanya sama China, lokasinya jg deket
Daerah Tempat pembenihan lobster di Indonesia lokasinya antah-berantah, fasilitasnya gk kyak jakarta
Lagi dpt tugas bikin kajian bisnis data center, walaupun keliatannya cm gedung ditaro server doang, project costnya bs buat beli 7 org CR7 di masa primenya dulu.
Oya klasifikasi DC itu dibagi 4 tier ya gaes. Acuannya semakin tinggi tier semakin minim toleransi offline/gangguannya alias nyaris 100% aktif online terus sepanjang taun.
Saking tingginya demand, gak heran salah dua org terkaya Indonesia dtg dr lini bisnis ini.
Hoodie dan ikat pinggang mahal
Syarifah Suraidah anggota DPR RI dapil Kalimantan Timur periode 2024-2029 yang juga istri gubernur Kaltim.
Jalan lumpur di Kaltim menjerit lihat ini 😅
Utk. kejelasan informasi, th 2020/21 saat kejaksaan mengambil penanganan kasus ASABRI itu kepolisian tdk menemukan TSK, tdk menggeledah atau menyita. Alasan penting pelaku utama kasus ASABRI sama dgn kasus Jiwasraya yg sdh ditangani oleh kejaksaan yi Beny Cokro (Bencok).
Jadi tak ada TSK maupun barang bukti yg diserahkan polisi ke kejaksaan. Keadaan msh nol. Akhirnya Bencok dihukum seumur hidup utk kasus Jiwasraya dan dihukum "pidana nihil" utk kasus ASABRI. Terbukti korupsi di ASABRI tp dihukum nihil krn ybs sdh dipidana seumur hidup dlm ksus Jiwasraya.
Jadi kasus penanganan ASABRI oleh kejaksaan konteksnya sangat berbeda dengan pengalihan yg kasus Jampidsus. 1) Waktu itu polisi tdk menetapkan TSK atau barang bukti; 2) pelaku utama kasus ASABRI beririsan dgn kasus Jiwasraya yang pelakunya sama yi. Bencok
Btw. Gue kaget sih tempo bisa dapat info-info ini.
Asal kelen tahu, beberapa info di sini itu ada yang dicross check ke 6 NARASUMBER.
Gila ga tuh. 6 orang.
Menurut gue, ga mungkin Tempo bisa cari sendiri info ini. Pasti ada yang membocorkan.
Masalahnya, kalau info ini bocor, ada tiga kemungkinan:
- Ada kekecewaan mendalam di lingkaran pemerintahan sehingga mereka membocorkan
- Ada insentif finansial untuk melakukan itu
- Atau ya emang sengaja dibocorkan untuk psyop dan kepentingan politik tertentu.
Mana menurut kalian yang benar?
Ada yg gear spion retract nya sudah pecah?
Terutama Civic, jazz, City Atau CRV 😁
Salah satu sebabnya, krn grease sudah kering, jadi berat putaran nya.
Berlaku jg utk gear motor power windows.
Klo umur mobil sdh diatas 5 thn, gk ada salahnya grease ulang.
Standard tertinggi seorang humanis di Indonesia itu melekat sama nama Dokter Lo dari Solo.
Bukan cuma gratisin biaya periksa, beliau nekat bikin kesepakatan rahasia sama beberapa apotek. Tiap ada pasien miskin yang butuh obat mahal, beliau bakal nandain kertas resepnya pakai kode khusus. Tujuannya biar tagihan obat itu dialihkan langsung ke kantong pribadi beliau.
Pendapatannya sering terkuras habis cuma buat nebus obat orang lain yang bahkan gak punya hubungan darah sama dia. Dedikasi tanpa pamrih yang konsisten jalan dari tahun 1960 sampai akhir hayatnya di awal 2024.
Rest in peace, Dok. Kebaikan model begini yang bikin kita yakin kalau dunia belum sepenuhnya rusak.
Ada satu kutipan beliau yang paling nancep: 'Kalau mau kaya jangan jadi dokter, jadi pengusaha saja.' Beliau beneran megang prinsip itu sampai napas terakhirnya.