Sebuah video menunjukan balita nangis sendirian di dalam tenda saat ortunya melakukan summit ke puncak Gunung Prau. Momen ini langsung menuai sorotan & membuat publik mempertanyakan keputusan ortunya meninggalkan anaknya tanpa pendamping.
Demi mencapai puncak, keselamatan anak jangan sampai dikesampingkan. Puncak gunung bisa didaki kapan saja, tetapi tanggung jawab menjaga anak tidak boleh ditinggalkan.
Gimana menurut kalian der?
Udahlah toddler, diajak naik gunung. Ditinggal summit pula!
Anaknya di tenda sendirian. Lalu dateng para pendaki lainnya yang ngeuh ada anak nangis. Akhirnya ditungguin sama mereka kurang lebih 1,5 jam. Ortunya baru kembali. Dia kira deket. DIA KIRA DEKET. DIA KIRA DEKET?!!
Warung Madura noh deket, tiap berapa 300 meter ada.
Ayo saatnya kita teriak.. “DASAR GOBLOK!”
Bener2 manusia dikasih akal, tapi gak dipake.. malu sama gelar lo sebagai orang tua, kalo masih egois!
👊🏻👊🏻👊🏻👊🏻
Kate Scott jahat banget cik 🤣
Dia membuka acara dengan memperkenalkan rekan-rekannya:
Thierry Henry: Pria yg memenangkan segalanya, World Cup, Euro, Champions League, PL, La Liga
Jamie Carragher: Pemenang Champions League dan UEFA Cup (Europa League). Dia juga memenangkan FA Cup dan League Cup
Micah: Untuk sekarang, dia masih pemenang PL dan FA Cup. Sampai suatu saat nanti dia harus mengirimkan balik medali-medali itu ke seseorang di Stoke atau Man United 🤣😂🤣😂
Ada turis Tionghoa di Amsterdam yang ketinggalan tas di trem. Isinya dompet, ponsel, dan paspor, alias tiga hal yang kalau hilang di negara orang bikin lo langsung ngerasa jadi tokoh film survival.
Dia panik, nangis, dan cuma bisa liat trem-nya menjauh.
Tapi dia sama temannya nggak nyerah.
Tiap trem datang, mereka tanya sopir dan penumpang.
Sampai akhirnya ketemu seorang bapak berjaket GVB (transportasi publik Amsterdam) yang bantu, dan semua barangnya balik utuh.
Yang bikin gue kena bukan tasnya.
Tapi adegan setelahnya: dia nangis kayak anak kecil, dan si bapak meluk sambil nenangin kayak nenangin anaknya sendiri. Bukan konten, bukan pencitraan, cuma manusia ngurus manusia.
Kita sering lupa: yang dikembaliin itu bukan cuma paspor. Rasa aman di negeri orang ikut balik.
Bapak itu mungkin nggak sadar dia baru aja bikin satu orang percaya lagi sama dunia.
Dan itu kerjaan yang nggak masuk deskripsi jabatan siapa pun.
Masuk rumah sakit jiwa buat nyelidikin pembunuhan, malah berakhir dituduh gila
Kurang lebih begitulah masalah yang dialami Alice Gould, Dia seorang detektif swasta yang sengaja pura-pura punya gangguan jiwa supaya bisa masuk ke RSJ dan mencari tau siapa yang bertanggung jawab atas kematian salah satu pasien
Tapi rencananya malah jadi bumerang, Alice dijebak dan semua orang di sana percaya kalau dia memang pasien gangguan jiwa. Sepanjang film kita bakal dibuat ikut bingung mana yang fakta, mana yang cuma ada di kepala Alice
Dan ketika semuanya mulai terjawab ending-nya malah bikin perspektif kita berubah total. Suka psychological thriller yang penuh misteri dan plot twist? Langsung coba ada di Netflix
udah nonton Death of the Pastor’s Wife belom? gila sih, ini dokumenter yang bikin gue abis nonton cuma melongo kok hidup orang bisa sehancur ini yaaaa😭
ceritanya tentang Mica Miller, jemaat gereja di Amerika yang dari umur 13 tahun udah kenal sama seorang pastor, JP Miller
pas Mica dewasa, hubungan mereka makin deket sampe akhirnya jadi skandal. Mica jadi selingkuhan JP, JP cerai dari istri pertamanya, terus gak lama mereka nikah.
kedengerannya kayak awal cerita cinta yang ribet ya?
Kalo dipikir-pikir desain stadion lama (bukan yang modern & baru) klub-klub Inggris ini mirip-mirip semua.
Biasanya bentuknya kotak dan ada 1-2 stand yang jauh lebih besar sendiri. Terus 2-3 stand lainnya ukurannya lebih kecil.
Soalnya Anfield, Old Trafford, Stamford Bridge, St James' Park, City Ground, Craven Cottage gitu semua.
Gue nemu film thriller lama di Netflix yang heran kenapa jarang banget dibahas filmnya Calibre
Premisnya sederhana banget. Dua sahabat pergi ke pelosok Skotlandia buat berburu. Buat Vaughn, ini harusnya jadi semacam last trip sebelum dia jadi bapak karena tunangannya lagi hamil
Awalnya semuanya normal. Hotel, minum sama warga lokal, ngobrol, terus besoknya berangkat berburu
Tapi satu kejadian gak disengaja di tengah hutan bikin liburan mereka berubah jadi mimpi buruk
Yang bikin film ini keren bukan karena adegan gore atau jumpscare yang bejibun. Calibre justru jago bikin lo tegang lewat suasana
Semakin lama suasananya makin asing, makin gak nyaman, dan setiap keputusan yang mereka ambil malah bikin keadaan tambah kacau
Filmnya pelan, tapi bukan berarti ngebosenin. Malah makin lama makin bikin lo mikir
Yang ironisnya
Dokter dari Penang itu justru banyak yang alumni FK di Indonesia.
WKWKWKWKWK
Terutama dari etnis Cina dan India. Soalnya kan kehalang aturan untuk bisa masuk FK di Malaysia.
Dimana kuotanya adalah 90% bumiputera dan 10% non bumi putera.
Sejauh ini, dari penelusuruan gue, ada sekitar 50 nama dokter yang lulusan PTN di Indonesia.
Ada yang dari USU, UI, UNPAD, UGM, UNSRI bahkan UNHAS dll..
Ini nunjukin sebenarnya kualitas pendidikan dokter di Indonesia itu jago-jago.
Cuman sistem kesehatannya dan mentalitasnya yang bobrok.
FOTO 2: WIKIMEDIA (Atribusi Vnonymous)
Menurut gue, kekuatan terbesar The Convenience Store bukan cuma di hantunya tapi di cara film ini ngebangun atmosfer
Film ini ngikutin kehidupan seorang gadis remaja yang kerja shift malam di toko kelontong buat membantu biaya studinya. Karena cuma malam hari dia bisa kerja, penonton jadi sering diajak menikmati suasana toko yang sepi, lorong-lorong rak yang kosong, suara pintu otomatis, dan rasa sunyi yang perlahan berubah jadi rasa takut
Semuanya mulai berubah pas dia menemukan sebuah kartu memori misterius yang berisi rekaman mengerikan
Dari momen itu, rasa penasaran langsung naik. Misterinya terus berkembang, hantu-hantu mulai bermunculan sedikit demi sedikit, dan filmnya gak buru-buru ngasih jawaban. Justru karena ritmenya pelan, tiap kejadian terasa lebih mencekam. Sampe akhirnya film ini ditutup dengan plot twist yang bikin banyak potongan ceritanya nyambung.
Dan sekali lagi, jangan pernah nilai film ini dari posternya
Jamie Carragher:
“Kekhawatiran saya terhadap Liverpool dan Arne Slot adalah apakah dia akan seperti Erik ten Hag yang menjalani musim pertama hebat, musim kedua yang sangat buruk, dan mempertahankan pekerjaannya berdasarkan musim pertama itu.
Kemudian pada bulan Oktober atau November keadaannya terus buruk, lalu anda harus mengganti manajer.”