Choky: Kehormatan laki-laki ada pada pekerjaannya
Gofar: Sepakat
Choky: Jadi dia harus bekerja, apapun
Gofar: berapapun penghasilannya
Choky: berapapun, dengan catatan, kejarlah rezeki yang berkah, yang halal, sesuatu yang dihasilkan bukan dari merugikan orang, suatu materi yang didapat bukan karena mencuri, merampok.
Well said 👏👏
Finalissima memang tak pernah dimainkan.
Sebagai gantinya, dunia mendapat panggung yang jauh lebih besar.
🇪🇸 Juara Eropa vs 🇦🇷 Juara Amerika Selatan di Final Piala Dunia. 🏆
#FIFAWorldCup
Yes, those photos you’ve seen are real.
More than 18 years ago, a baby named Lamine Yamal and his mom Sheila met Lionel Messi at a UNICEF fundraising photoshoot.
Today, their achievements on the pitch inspire millions. Off the pitch, both Messi and Lamine Yamal use their voices and platforms as UNICEF Goodwill Ambassadors to support and advocate for children around the world.
The goal? That every child survives, thrives, and fulfils their potential.
We are proud to have them on our team.
Credit: Joan Monfort
Awwww to be loved like this 🫶🫶🫶🫶🫶🫶
Radit: Tapi jujur lu ngerasa bucin gak?
Pau: Iya sih gue bucin banget, gue merasa..sebuah privilege gue bisa bersama dia
Radit: gilaa luar biasaaa
Gitasav: Bayangin bang gue bangun tidur nih terus kayak "gila ada nih ya, orang di hidup gue yang kayak gini yang kayak berterimakasih gitu udah gue cintai
Radit: itu perasaan setiap hari? gue punya privilege setiap hari untuk mencintai dia
Paul: soalnya kayanya dia hubungan serius pertama dan Insyaaalah terakhir dalam hidup gue si sama dia memang
Gitasav: Paul ngga pernah pacaran bang, gue pacar pertama dan insyaaalah terakhir
💩Tuchel si penakut (?) no offense ya.
sejak awal pemilihan pemain, feeling kalau Inggris cuma akan memproduksi lelucon itu udah terasa.
tanpa salah satu dari Foden dan Palmer, Tuchel memilih Madueke. sebuah pilihan yang bikin kita semua angkat alis.
bahkan banyak fans Arsenal saja kaget sama pilihan Tuchel. no offense buat Madueke yang sebetulnya nggak buruk di mata saya, tapi Inggris butuh variasi.
⏳
no offense juga untuk Mainoo. jujur saja saya rada aneh dengan pemilihan pemain mid.
kalau profil pemain andalan kayak Declan Rice, kenapa bawa Mainoo. kenapa bawa kalau nggak dimainkan.
padahal, lagi-lagi di mata saya, Mainoo ini bisa ngasih game play berbeda ketika duet dengan Elliot.
no offense buat fans Manchester United, bukan lantas Mainoo jelek ya, tapi Tuchel nggak punya nyali untuk bermain dengan gaya yang lain.
⏳
Pemilihan Tuchel juga terbukti sesat ketika melawan Argentina.
no offense, Tuchel bilang ini game terbaik Inggris di Piala Dunia tapi buat saya ini cuma wujud orang penakut saja.
Tuchel, ketika skor 0-0 bahkan 1-0, kenapa nggak sadar kalau Inggris bisa mengimbangi Argentina. dan bisa bikin peluang juga sebelum mereka memutuskan untuk piknik di depan gawang sendiri.
⏳
Ini fakta yang terjadi:
- selama 31 menit antara gol Gordon dan penyeimbang dari Enzo, Inggris cuma 12% megang bola.
- sentuhan mereka cuma 9 di sepertiga akhir lapangan, 165 SENTUHAN LEBIH DIKIT dari Argentina.
Ini bukan bertahan low block. ini cuma pameran rasa takut aja dari Tuchel.
Katanya, Tuchel kagum sama Arsenal. tapi, yang ditiru adalah kegagalan Arsenal di final UCL. ketika bertahan terlalu dalam dan ngasih lawan banyak ruang untuk bikin peluang.
⏳
no offense ya untuk fans Arsenal. tapi bertahan total itu tidak berakhir baik. apalagi kalau lawannya Argentina.
faktanya, Argentina memang punya senjata nulir di sepak bola bernama mental juara. mereka nggak butuh main cantik dan "terorganisir" dengan baik.
Argentina butuh ruang, di mana tercupta karena lawan yang terlalu takut untuk terus mencoba menyerang.
⏳
Inggris menggali kubur sendiri setelah mengganti Gordon, lalu Declan Rice.
tanpa vocal point untuk nyerang dan koordinator pertahanan di depan kotak penalti, Inggris kehilangan solusi.
no offence untuk fans Barcelona dan Inggris, ya. Gordon dan Rice kalu udah mencapai batas, ya nggak lantas main 6 bek juga.
no offence buat timnas Inggris.
kalau memang no offence, ya jangan gali kubur sendiri dengan ngasih Messi hadiah bernama "ruang gerak".
Messi dikasih ruang gerak itu kayak naga dikasih air hujan di mitologi China. ngamuk dan jadi tahan lama.
no offence ini, Tuchel. kalau penakut mending mundur aja.
no offence ini, timnas Inggris, memang nggak berani untuk offence
mereka milih menggelar tikar piknik di depan gawang dan melihat Messi menari-nari mencari Lautaro di ujung kepala Dan Burn.
Burn, England, Burn.
no offence, Tuchel
izin 🙏
Rasanya sulit untuk gak teringat sama semifinal Piala Dunia 2018 lawan Kroasia, atau dua final Euro di era Gareth Southgate. Begitu unggul, Inggris malah mundur terlalu dalam dan membiarkan lawan mereka terus menekan.
Tuchel datang dengan harapan bisa mengubah cerita. Nyatanya, laga ini terasa gak ada bedanya dengan kekalahan-kekalahan Inggris di era Southgate sebelumnya.
Kemarin Spanyol tetap menyerang meski sudah unggul atas Prancis. Hari ini, Inggris justru langsung memilih bertahan setelah mencetak gol pertama.
Inggris sama sekali gak mampu mengelola keunggulan ketika pertandingan memasuki momen-momen krusial. Mereka kehilangan kontrol, gak bisa mempertahankan penguasaan bola, dan sepanjang sisa laga cuma bertahan mati-matian. Mereka benar-benar cuma hidup dari keberuntungan.
Tentu Argentina layak mendapat pujian, begitu juga Lionel Messi. Tapi pendekatan Inggris setelah unggul tadi benaran sulit gue terima. Thomas Tuchel punya banyak pertanyaan yang harus dijawab.
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id
Rodri punya keunggulan fisik dan keinginan untuk terus berduel sebagai pembeda dirinya dibanding banyak DMF/CMF lain.
Tidak ada pemain top lain dengan role serupa yang punya kemampuan tersebut saat ini, yang di saat bersamaan juga punya teknikal ability di atas rata2.
Mungkin Rice?
Tapi dari sisi role lumayan beda dan kalau ngomongin elemen teknis (tempo, progresi, resistensi pressing), gw belum akan memasukkan Rice di level yg sama dengan Rodri.
Ga terkesan sama performanya bareng City musim lalu, tetapi di Piala Dunia ini mainnya solid sekali. Buat gw, dia pemain terpenting Spanyol bersama dengan Cubarsi dan Oyarzabal.
kalo belum siap buat ngabarin, belum siap ngeluangin waktu, belum siap buat saling ngerti dan ngehargai, atau masih ngerasa risih kalo ada orang yang pengen jadi bagian dari hidup kamu, mending jangan pacaran dulu.
hubungan itu pasti ada tanggung jawabnya, gak ada hubungan bisa jalan kalo maunya bebas terus dan cuma mikirin diri sendiri. kalo masih pengen hidup sesuka hati tanpa perlu mikirin perasaan orang lain, gapapa buat milih sendiri dulu.
KOLEKTIVITAS >> KEBRILIANAN INDIVIDU
Oke, Prancis memang punya individu-individu yang brilian, tapi SPANYOL jauh lebih baik secara tim. Mereka solid: Semua mau bekerja keras saat tanpa bola, mau saling isi posisi saat pegang bola, semangat rebut bola kedua/counter-press. LAYAK!
Skrg lagi di kereta, terus lupa td ga beli makan sblm jalan
Akhirnya mesen nasi box sei sapi seharga 55ribu ini buat makan siang. Kenyang, dan porsinya oke
Seumur hidup, baru ini beli nasi di kereta. Sblmnya selalu nahan diri, padahal uangnya ya ada. Cuma ngerasa sayang aja.
Awal tahun ini, pada akhirnya uang yg disimpen-simpen itu abis juga karena rugi di saham. Momen itu ngajarin gue banget tentang uang & cara mengelolanya. Skrg gak sepelit itu lagi ke diri sendiri, dan gue percaya, uang selalu bisa dicari.
I thank the universe for everything that has happened in my life. It is truly a full-circle journey of me finding me
Yang “agak aneh” soal Youri Tielmans adalah, walau secara teknis termasuk OK bahkan premium tapi:
1. ada release clause yg “ngg mahal amat” tpi kok ngg ada yg kejar?
2. dulu waktu di-release Leicester gratisan, ngg banyak yg mau ambil.
Kenapa ya? 🤔
Youri Tielemans is an elite midfielder. He's under appreciated because he plays for Aston Villa and previously Leicester.
But he's exactly what Man United need. Controlling tempo, passing range, and leadership. This is a top signing.