【IMPORTANT NOTICE】
On August 21, 2026, SCANDAL celebrated its 20th anniversary with the “SCANDAL 20th Anniversary Live ʻChapter 20ʼ at Osaka-Jo Hall.”
Osaka-Jo Hall is the stage the four of us dreamed of standing on when we had just formed the band. Over the years, we have celebrated many important days on the stage here at Osaka-Jo Hall.
On this important day marking 20 years as a band, we are proud to be standing here once again, still the same four members we were back then.
To everyone who came to the venue, watched the livestream, and celebrated our 20th anniversary with us, we would like to express our deepest gratitude.
After this performance, there is something the four of us would like to tell you.
Our 20-year journey as SCANDAL will reach its final chapter on August 21, 2027.
Over these years, we have traveled throughout Japan and around the world. Through the places we have been able to visit, the people we have met, and the many experiences we could only have had by living our lives as SCANDAL, the four of us feel that we have truly done all that we could together.
Deciding how to bring an end to a band that has been together for this long was truly difficult. But after talking it over many times, the four of us eventually came to this conclusion.
As our final journey together, we will tour all 47 prefectures of Japan starting this October, and on August 21, our 21st anniversary, we will hold a solo concert at Yokohama Arena.
Over this final year together, weʼll cherish every show and every day, and weʼll keep playing as the four of us until the very last moment.
SCANDAL
Keito:
Bahkan kalau nanti lulus (dari grup), tolong jangan pakai nama "Eks-NMB48" lalu langsung debut lagi di grup idol lain.
😁😅🫢
Wakapon:
Bener banget!
Keito:
Asli, yang kayak gitu tuh banyak banget. Baru aja lulus, terus sok-sokan bikin muka kayak "Aku sudah melakukan yang terbaik sebagai idol!"
Terus bilang, "Semuanya, terima kasih ya atas dukungannya selama ini!", eh kira-kira 3 hari setelah lulus malah muncul lagi di grup lain...
MC / Member lain:
Sedih sih kalau gitu, beneran.
Keito:
Pilihan kita jadi makin terbatas, jadi tolong stop kayak gitu!
MC / Member lain:
Pasti ada orang spesifik yang kamu maksud nih! (tertawa)
Keito:
Jangan sebut-sebut anak yang pas lulus bilangnya "Mau fokus ke pendidikan/sekolah"!
MC / Member lain:
Itu mah kamu sendiri yang nyebut/nyindir terang-terangan! (tertawa) Eh, emang ada yang kayak gitu?
Keito:
Makanya, aku cuma minta tolong yang satu itu aja!
Mau cerita apes lagi ga ? Wkkwkw
Kali ini aku beli jus di toko jus. Aku pesen 3 kan terus aku tanya “jadi totalnya brp mba?”. Terus dia kaya gagu gitu kaya “eh..emm…bentar ya..” Niatnya aku tu biar langsung payment trs aku jajan di toko lain dulu sambil nunggu jusku jadi. Tapi ga dikasih kasih totalannya sampe jus nya beres. Trs yauda tu dikasih tau harga totalnya dan aku mau scan qris. Tbtb mba nya kaget terus panik “eh kak.. pake qris ya? Udh di bayar belum? Belum kan?” Trus aku bingung kan, yauda aku blg belum. Trs dia blg qrisnya trouble, cash only jadinya. Aku bayar lah pake cash. Sbnrnya aku tau qris statis tu gamungkin trouble dan SEJUJURNYA aku udh liat harga jus nya di menu nya…dan total yg disebutin mba nya lebih tinggi dr harga asli yg tertera di menu…
Itu juga gak dikasih struk pembelian😔 yaudalah mbak klo emg niat korupsi…aku gaenak protesnya juga😔 pas bingung totalan tadi keknya mbanya lg mikir mau nilep brp kali ya? Kwkwkw
Teman-teman, ada satu hal yang ingin aku sampaikan dengan serius.
Tolong jangan langsung percaya begitu saja pada semua hal yang dikatakan oleh kami, para influencer.
Aku tidak bermaksud mengatakan sesuatu yang buruk, tapi orang-orang yang memilih pekerjaan seperti ini biasanya adalah orang-orang yang unik. Kadang kami memiliki kebutuhan besar untuk mendapatkan perhatian dan dukungan dari orang lain, karena kami juga manusia yang punya kekurangan.
Karena itu, aku ingin meminta kalian untuk tetap menjaga jarak yang sehat dengan kami, para influencer. Anggaplah kami seperti gajah di balik pagar kebun binatang. Kalian boleh melihat kami, menikmati apa yang kami lakukan, dan mendukung kami, tapi tetap ada batas yang harus dihormati.
Dunia Vtuber di Indonesia memang sangat besar, bahkan jika dibandingkan dengan Jepang. Aku merasa hubungan antara Vtuber Indonesia dan penontonnya sering kali terasa lebih dekat secara emosional dibandingkan di Jepang.
Menurutku, itu adalah sesuatu yang sangat indah. Namun, di sisi lain, kedekatan tersebut juga memiliki risiko yang perlu kita sadari bersama.
Aku berharap komunitas ini bisa menjadi tempat di mana semua orang merasa aman, dihargai, dan mampu menghargai diri mereka sendiri.
Dan aku juga berharap kami, para influencer, selalu menyadari tanggung jawab kami untuk menjaga batasan, serta tidak terlalu ikut campur dalam kehidupan pribadi para penggemar kami.
Hanada Mei shares statement of her termination from AKB48. She appears to have shaved her head.
• Hanada Mei apologised for privately meeting a specific fan and holding hands with him in public, calling it a careless action unbecoming of an idol.
• She said she had become caught up in a “hide-and-seek” style interaction with fans after posting clues about her whereabouts on Weverse.
• According to Mei, a photo of her holding hands with the fan was submitted to management, leading to discussions about how to handle the situation.
• During meetings with management, she claims she was accused of dating the fan, asked sexual questions, and not believed when she denied the allegations.
• Mei alleges that management brought up the case of Minegishi Minami and suggested that if she wanted to continue in AKB48, she should shave her head to demonstrate remorse.
• Unable to decide immediately, she instead requested a three-week hiatus, but says it was later changed to an indefinite suspension.
• Feeling that she could not continue in AKB48 unless she shaved her head, Mei eventually made the decision to do so despite how painful it was for her.
• After informing management that she had shaved her head, she says they responded that they had never instructed or required her to do so.
• Mei claims she was questioned for hours and repeatedly heard the word “shaved head” during discussions, despite management later denying they requested it.
• She states that no senior staff member formally apologised to her or expressed concern after she shaved her head.
• Through a lawyer, Mei repeatedly attempted to communicate her feelings and concerns to management, but says most responses simply urged her to meet in person and maintained that she had never been told to shave her head.
• Mei says the situation severely affected her mental health, leaving her unable to leave home and experiencing thoughts of wanting to die.
• After reaching her limit, she decided to publicly explain what had happened if management’s next response did not address her concerns.
• Mei says she was warned that revealing her shaved head could result in contract termination and possible claims for damages.
• She revealed the situation anyway because she did not want future AKB48 members to feel pressured into shaving their heads as she felt she had been.
• Mei expressed her love for AKB48, saying she never wanted to leave the group and still wished to continue performing alongside the members.
• She said she had hoped to participate in upcoming concerts, theatre performances, handshake events and future AKB48 activities.
• Mei concluded by apologising to fans who had been waiting for her return and thanked them for supporting her throughout her time in AKB48.
Mantan member generasi pertama sekaligus mantan manajer, Abby, blak-blakan membongkar manajemen MNL48 di Instagram pribadinya setelah ia diserang oleh fans lokal. Berikut adalah poin-poin pentingnya:
1. Kostum Rusak Kebanjiran: Kostum dan sepatu lama MNL48 hancur karena kebanjiran, makanya manajemen terpaksa harus bikin yang baru.
2. Masalah MV Koisuru Fortune Cookie (2026): Alasan kenapa di MV tersebut pelafalan liriknya gak pas kemungkinan karena ada masalah hak cipta dengan manajemen lama, sehingga liriknya harus ditulis ulang. Tapi untungnya masalah ini akhirnya selesai.
3. Manajemen Baru Lepas Tangan: Manajemen yang baru tidak memfasilitasi latihan, tidak menyediakan kostum, tidak menyediakan panggung, bahkan belum menandatangani kontrak resmi dengan para member.
4. Eksploitasi Live Streaming: Manajemen Filipina abai dengan kondisi kesehatan para member. Mereka memaksa member untuk live streaming dengan jadwal yang padat banget. Kalau member menolak atau gak memenuhi target, gajinya bakal dipotong.
5. Kasus Member Gen 5 (Riri): Riri tinggal di desa dan punya kendala finansial untuk bolak-balik berkegiatan di Manila. Abby berniat baik membantu dengan memberikan gaji dua kali lipat. Sialnya, manajemen justru memanfaatkan hal ini dengan menaikkan target live Riri dari yang tadinya 48 jam seminggu, naik jadi 80 jam, sampai diperas hingga 100 jam seminggu.
6. Kerja Keras Member Diklaim Sepihak: Wida (Gen 5) berhasil menarik sponsor dan mengamankan jadwal manggung di sebuah festival musik. Tapi, manajemen malah mengklaim kalau itu hasil kerja keras mereka, dan parahnya lagi, manajemen malah mengacaukan acara tersebut.
7. Fasilitas Minim saat Kerja: Pihak penyelenggara acara eksternal tidak menyediakan ruang tunggu maupun makan malam. Manajemen pun cuek dan tetap menyusun jadwal yang super padat tanpa memedulikan kesehatan fisik para member.
8. Member Jepang Telantar: Manajemen tidak menyediakan tempat tinggal maupun fasilitas Wi-Fi yang layak untuk member asal Jepang, Mirai (padahal Wi-Fi wajib untuk live). Untuk alat, informasinya telah diperbaiki staff, namun tidak. Akhirnya, Mirai terpaksa menumpang tinggal di apartemen Abby.
9. Akun TikTok Ditahan: Setelah para member menerima surat pemberitahuan bahwa kontrak mereka dengan pihak Jepang tidak diperpanjang, mereka meminta manajemen Filipina (lewat staf keuangan) untuk memutuskan hubungan akun TikTok mereka dari agensi. Namun, permintaan ini ditolak mentah-mentah.
10. Member Modal Sendiri: Para member harus patungan dan pakai uang pribadi untuk ikut kegiatan, tampil, bahkan untuk membiayai operasional grup agar MNL48 tetap bisa bertahan berjalan.
Tahun lalu, kostum panggung untuk lagu Oh My Pumpkin ternyata dibikin sendiri oleh Abby. Berdasarkan postingan Instagram Andi (Gen 1), dia yang turun tangan mengurus manajemen beberapa proyek. Terus, alasan kenapa MNL48 masih bisa masuk TV dan radio setahun belakangan ini adalah berkat bantuan Dana (Gen 1).
Mulai dari kostum, cari kerjaan sampingan, sampai urusan manajemen, semuanya dikerjain sendiri sama member. Manajemen baru cuma tahu beres dan cuma fokus bikin program live streaming, kalau member tidak live, gaji dipotong.
Catatan Tambahan Lainnya:
Di dalam isi chat yang bocor itu, orang manajemen yang berdebat sengit sama member adalah staf keuangan dari manajemen lama.
https://t.co/nbAUb4KkwN