BERAT BADAN IDEAL BERDASARKAN TINGGI BADAN
Untuk Laki-laki:
- Tinggi 155 cm → 50 kg
- Tinggi 158 cm → 52 kg
- Tinggi 160 cm → 54 kg
- Tinggi 163 cm → 57 kg
- Tinggi 165 cm → 59 kg
- Tinggi 168 cm → 61 kg
- Tinggi 170 cm → 63 kg
- Tinggi 173 cm → 66 kg
- Tinggi 175 cm → 68 kg
- Tinggi 178 cm → 70 kg
Untuk Perempuan:
- Tinggi 145 cm → 38 kg
- Tinggi 148 cm → 41 kg
- Tinggi 150 cm → 43 kg
- Tinggi 153 cm → 45 kg
- Tinggi 155 cm → 47 kg
- Tinggi 158 cm → 50 kg
- Tinggi 160 cm → 51 kg
- Tinggi 163 cm → 54 kg
- Tinggi 165 cm → 55 kg
- Tinggi 168 cm → 58 kg
RUMUS BROCA
LAKI-LAKI
Berat Badan Ideal = (Tinggi - 100) - 10% x (Tinggi - 100)
Contoh:
Tinggi 170 cm
(170 - 100) = 70
10% x 70 = 7
70 - 7 = 63 kg
PEREMPUAN:
Berat Badan Ideal = (Tinggi - 100) - 15% x (Tinggi - 100)
Contoh:
Tinggi 200 cm
(200 - 100) = 100
15% x 100 = 15
100 - 15 = 85 kg
Catatan:
Angka di atas hanya estimasi menggunakan Rumus Broca dan bukan standar kesehatan untuk semua orang.
Buat tes ini batu asli atau cetakan semen, tinggal ditetesin HCl atau cuka kalau adanya itu di rumah. Kalau ngejoss (berbusa) itu cetakan semen karena ada kalsium karbonatnya. Kalau batu andesit asli nggak ngejoss.
Pernah berdoa sambil nangis2 ke Allah. Minta biar bisa masuk ke salah satu perusahaan multinational yg cukup terkenal. Waktu itu, agak sedikit maksa bilang “ya Allah tolongin hamba pokoknya hamba cuma mau masuk perusahaan itu tolong banget harus dikabulkan” gak lama pengumuman seleksi dan bener dapet offering. Awalnya seneng banget karena ngerasa doaku diijabah secepat itu dan berharap karir makin cemerlang. Ternyata, setelah dijalani belum ada 1 bulan setiap mau berangkat kerja ketakutan
Bahkan pernah nangis2 saking takutnya mau berangkat kerja. Takut salah waktu nyampein presentasi weekly performance yang akhirnya dibentak2 dan dibilang ga kompeten. Gue jg jadi ngerasa gak capable dan mempertanyakan skill setiap saat. Karena seringnya dibentak saat meeting, gue selalu takut dan mual setiap bikin report. Attrition rate sebelum gue join juga ternyata sangat tinggi, bahkan ada 1 manager yg baru masuk 1 hari besoknya resign. Dari situ gak pernah lagi doa maksa lg kalau berdoa
Sekarang doanya semoga bisa kerja di perusahaan yg bener2 mengikuti aturan UU ketenagakerjaan, team dan atasan yg supportive, package yg sesuai, dan yg pasti Allah ridho.
cc : peuniwiafeu
Pembaca buku yang dirahmati Allah.
Jangan kalian sekali-kali percaya akan sejarah yang dituliskan dalam film ini.
Tidak ada namanya wanita Gerwani motong dan nyilet-nyilet badan para jenderal yang tewas.
Tidak ada wanita Gerwani itu menari telanjang di Lubang Buaya.
Tidak ada itu lagu Genjer-Genjer dinyanyikan di Lubang Buaya.
Bagaimana kita bisa tau? Yuk kita belajar lagi dari buku sejarah yang bukan di tulis oleh penguasa. Mari berpikir kritis dan memaki-maki penguasa.
Ketemuan dangan ybs di Bank pengirim/penerima, minta bank lakukan pengecekan secara detail asal dan sumber dananya
Jika tidak ada potensi hukum dan benar ybs pemilik sah uangnya, kembalikan, bikin berita acara
Jika bukan pemilik sah dan berpotensi hukum, minta bank blokir rekening sejumlah dana yg ditransfer, bikin berita acara
Jangan kembalikan langsung
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
Semakin tinggi kecerdasan seseorang, semakin menusuk kata2 nya. Psikologi menyebut ini sbgai low tolerance for cognitive distortion.
Artinya org dgn kecerdasan tinggi sulit mentoleransi kebohongan, alasan palsu, dan logika yg lemah.
Otak merek terbiasa berpikir efisien dan langsung, mereka memotong drama dan langsung ke inti masalah, Itulah knp kata2nya terasa pedas.
Jadi apakah kamu termasuk orang cerdas itu? biasanya yaelah ini gue banget.
A massive fire is burning in a gas pipeline following an explosion this morning in Gampong Blang Rubek, Lhoksukon District, North Aceh Regency, Aceh Province, Indonesia 🇮🇩 (May 22)
Saya sangat setuju bahwa pendidikan itu selayaknya harus memerdekakan.
Kurikulum merdeka sudah ke arah sana.
Problemnya adalah, Nadiem tidak mendorong penguatan di berbagai lini supaya pendidikan yang memerdekakan (melalui Kurikulum Merdeka) ini bisa dijalankan sesuai niat baiknya.
Berapa kali sekolah mendapat pelatihan mendalam terkait curriculum design untuk menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan? Yang terdengar malah gembar-gembor digitalisasi, asesmen nasional, chromebook, platform Merdeka Mengajar.
Syarat keberhasilan paradigma pendidikan yang memerdekakan dan Kurikulum Merdeka adalah:
1. Sekolah punya kemampuan untuk menyelenggarakan riset sebagai dasar penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan. Ya, Kurikulum Merdeka bukan Kurikulum yang one fits for all. Yang diterbitkan pemerintah hanya capaian pembelajaran, dan sekolah harus menyusun Kurikulumnya sendiri utk mencapai capaian pembelajaran tersebut.
2. Sekolah harus punya kemampuan untuk mendesain dan mengembangkan kurikulum satuan pendidikan.
3. Sekolah harus punya akses terhadap data dan instrumen pengembangan Kurikulum satuan pendidikan.
4. Sarana pra sarana sekolah harus mendukung berbagai kebutuhan murid dan guru (fyi, kebutuhan akan chromebook bukan yang utama).
5. Sekolah harus mampu (secara internal) mengkompromikan alur tujuan pembelajaran antara satu guru dengan yg lain, dan satu mapel dengan yg lain. Ini membutuhkan kesadaran akan pentingnya pembelajaran lintas disiplin ilmu. Pembelajaran tidak harus mengikuti alur tertentu atau terkotak-kotak sesuai hirarki mapel tertentu.
Nadiem, sebagai menteri pendidikan saat itu, seharusnya memikirkan kondisi di lapangan.
Nah kalau konsepnya begini baru kerasa “Dari desa, oleh desa, untuk desa” 🥹
UMKM lokal jalan, hasil tani warga kepake, sembako murah ada, uangnya juga muter buat warga desa sendiri.
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
Berat..
Justru kalau minta hentikan MBG, pasti kalah calonnya.
Pegawai SPPG itu jumlahnya jutaan orang, belum lagi keluarganya, belum lagi supply chainnya dari transportasi hingga bahan baku.
Menghentikan MBG itu hanya akan membuat kelas menengah di perkotaan senang.
Tapi akan bikin marah kelas bawah dan orang2 kampung yang pekerjaannya bergantung dari MBG.
Makanya itu, kita semua ini udah dijebak secara politik oleh MBG.
Tidak akan ada politisi yang akan membatalkan MBG. Dijamin itu.
Lu mau tau gak gobloknya narasi lu di mana? Ada murid yang suka dan merasa terbantu dengan MBG, tapi difarming bahwa MBG itu berhasil. Padahal, kalo lu pinteran dikit, postingan lu ini bisa dijadikan kunci buat evaluasi ulang program MBG. Sini, biar gue bantu jelasin:
1. Murid yang merasa terbantu dengan adanya MBG didata, mereka berasal dari keluarga miskin/menengah/kaya;
2. Dengan data yang didapat di poin 1, kelompokan data per kelas ekonomi-tingkat kepuasan;
3. Jika rata2 yang merasa terbantu adalah kelas miskin, maka program wajib tersegmentasi bagi murid tidak/kurang mampu;
4. Kenapa MBG harus dievaluasi ulang dan segmentasi penerimanya hanya kelas kurang/tidak mampu? Karena itulah problema yang harus diselesaikan oleh pemerintah;
5. Apa yang akan terjadi jika penerima MBG hanya dari kalangan kurang/tidak mampu? Porsi anggaran berkurang, negara bisa hemat hingga ratusan triliun per tahun, APBN kembi sehat, penerima manfaat jadi tepat sasaran, hingga meminimalisir potensi korupsi oleh pemilik dapur;
6. Jika penerima manfaat sudah "targeted" ke murid dari kelas kurang/tidak mampu, apa langkah selanjutnya yang harus diambil oleh pemerintah?;
7. Perluas lagi sasarannya ke HANYA penderita stunting/gizi buruk, sedangkan ibu hamil diberikan paketan MBG yang berbeda (produk khusus selama masa kehamilan untuk membantu pertumbuhan/kesehatan janin; bukan makanan berat yang berpotensi terdapat kandungan racun);
8. Jika pemerintah mampu melakukan poin 1-7, gue yakin Prabowo bakal dapat banyak pujian bahkan dari orang2 yang sebelumnya ngasih kritikan keras ke program MBG.
Tapi yang jadi pertanyaan, apakah Prabowo mampu dan berani untuk evaluasi ulang (total) programnya, termasuk pengurangan jumlah insentif per hari bagi pemilik dapur?
Udah nonton, jadi intinya harusnya kebijakan pendidikan itu gausah ada digitalisasi2an, toh internet belum merata. Baiknya tetep offline aja semua, gausah ada tools2 daring karena semua hanya ngeribetin doang.
Dan karena ngeribetin -> korupsi. Wkwkwk