Selain burung garuda yang diajukan Sultan Hamid II sebagai lambang negara Indonesia, berikut adalah lambang negara usulan Moh. Yamin.
Tampaknya beliau terobsesi dengan banteng dan pohon kelapa.
Pernah terbayang di benak kalian Pram menulis cerita misteri semi horror? Atau setannya cuma hook supaya ceritanya dibaca? Simak ceritanya!
Mbah Ronggo dan Setan-setannya oleh Pramoedya Ananta Toer, Majalah Star Weekly No. 541, 12 Mei 1956.
D.N. Aidit pernah menemukan sebuah "koperasi" di Tjiandjur, tahun 1964.
Ia dibentuk dengan instruksi dari atas dan mempunyai pengawas yang dilatih kekerasan.
Keuntungannya sedikit dan sulit dibuktikan. Harga produknya lebih mahal, sedangkan persediaan sangat tidak lengkap.
Benar kuasa mereka dan itu jadi hak mereka sebagai ahli waris.
Namun itu berbeda dengan apa yang Pram inginkan. Pram berharap tulisan agar terus bisa dibaca oleh banyak orang walau dia sudah meninggal.
Dan karya Pram memang perlu dan wajib dibaca oleh generasi penerus. Selain itu tulisannya sangat bagus.
Sahabat Mongabay tau nggak? Situs megalitikum terlengkap di dunia ternyata bukan Stonehenge atau Easter Island, tapi ada di Sumatera Selatan!
Ayo, kita kenalan sama Megalitikum Pasemah yang membentang seluas 8.000 hektar di Lahat, Pagaralam, dan Empat Lawang.
sembari menunggu final piala dunia, mari baca cerpen kilat sy (yg ga ada hubungannya sama sekali dengan sepakbola wkwkw) ini dulu. tentang pohon-pohon yg kabarnya ditanam oleh serombongan alien. 😆👇🏽
https://t.co/gqhZE3Xrdt
@EfekRumahBuku saat akhirnya sy baca Bumi Manusia, sepanjang pembacaan dibayang-bayangi perasaan nelangsa karena (maaf, gess, spoiler 🙏🏽) udah tau Annelies bakal dibawa paksa dan mati di Belanda. 😭
@EfekRumahBuku pertama kali betulan baca buku, sy langsung baca Anak Semua Bangsa-nya Pram (yg sy sama sekali gak tau beliau itu siapa 😅, bukunya sy ambil random aja dari rak toko, waktu itu belum langka). saat akhirnya sy baca Bumi Manusia, sepanjang pembacaan [cont.]
menarik banget menyimak perdebatan soal masing2 versi terjemahan ini. sy cuma mau drop kutipan dari buku Alberto Manguel mengenai seluk-beluk penerjemahan yg baru diterbitkan @marjinkiri berikut (ayo dibeli & dibaca, wak, buku bagus ini 🔥):
Terjemahan novel “Madonna in a Fur Coat” versi Shira Media yang akan segera terbit (kiri) vs terjemahan Penerbit Mizan (kanan)
Menurutmu mana yang lebih mantap?