...KDM itu pembohong hebat seperti Jokowi.
Jangan termakan pencitraan humanismenya.
Ingat event pernikahan anaknya yg sampe memakan korban jiwa lalu dia secara enteng bohong padahal ada bukti digitalnya telak.
Itu bukan khilaf tapi emang aslinya berjiwa pembohong... (``,)
"pemerintah udah berusaha blablabla."
I don't care.
Pemerintah BUKAN orang individual, bukan juga anak2 yg perlu penghiburan "yg penting udh berusaha". Pemerintah adlh institusi hasil proses demokrasi. Pemerintah emg HARUS berhasil. Klo gak berhasil/gagal, HARUS diganti. Kelar.
pol: "dengan suara yg keras, mengganggu gedung-gedung perkantoran sini"
fathimah: oke nanti akan dishare ke publik mereka nyaman atau tidak ya? kalo mereka tidak apa-apa, berarti bapak telah menyebarkan berita bohong"
pol: LOH
My biggest flex - pencapaian tertinggiku sebagai penulis, ilmuwan sosial, intelektual. Bukan indeks Scopus, bukan ketika duduk bersama para petinggi & pembuat kebijakan. Tapi ketika tulisanku menjumpai mereka-mereka ini: Tuan Rumah Indonesia yang sesungguhnya.
Merdeka! 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Pengibaran foto presiden di HUT RI ini gak relevan dengan perayaan.
Ini bukan ultah presiden.
Ini bukan ultah presiden.
Praktik2 pengkultusan pemimpin gini umum di negara otoriter.
Emangnya sekarang kita udah masuk era Era otoritarian?
nanami emang semantep itu pas aku pikir-pikir. like he’s hot, dresses well, polite, charismatic, eloquent, handsome, well-read, reliable, hot, gentle and sentimental. and he’s hot, did i say that already
Gw berani bilang bahwa Habibie punya visi politik yang jauh lebih jelas dibandingkan para aktivis Reformasi.
Ideologi para aktivis Reformasi itu seperti ini:
1. Gulingkan Orde Baru
2. ????
3. Indonesia Emas 2045
Sementara Habibie, setidaknya sebelum Krismon 1997, punya visi yang sama sekali berbeda:
1. Ciptakan pabrik-pabrik IPTEK raksasa yang menciptakan uang raksasa, lapangan kerja, dan bisnis bagi puluhan juta orang Muslim.
2. Puluhan juta orang Muslim kelas menengah yang terutama hidup di kota ini kemudian punya uang gaji dan bisnis untuk menyekolahkan anak, membangun masyarakat yang kompleks dan maju, dan menuntut perubahan.
3. Kelas menengah industri ini kemudian melahirkan intelektual-intelektual dan cendekia-cendekia Muslim yang mampu memperjuangkan visi-visi itu, membentuk organisasi, menguasai Golkar, menggulingkan ABRI dengan rapi, dan menggantikan mereka sebagai ruling class baru dan terbarukan di Indonesia.
Habibie dan mesin politiknya, ICMI, berkonspirasi supaya pada suatu hari nanti, uangnya ada, otaknya ada, kapasitas organisasinya ada, massa pemilihnya ada, dan ambisinya ada. Orang Indonesia "bodoh ber-IQ 78?" Sekolahkan dalam jumlah puluhan juta orang.
4. Indonesia Emas 2045
Pabrik menciptakan uang, uang menciptakan sekolah, sekolah menciptakan pabrik.
Masyarakat yang semakin maju dan semakin cerdas secara alami akan menuntut supaya sumber penghasilannya aman: UMR, pesangon, kepastian hukum, representasi politik, kekuasaan politik untuk menciptakan lebih banyak pabrik, lebih banyak uang, dan lebih banyak sekolah.
Mimpi ini pupus setelah Krismon 1997. IMF yang mengeteng uang yang Indonesia butuhkan untuk pulih berhasil memaksa pemerintah Indonesia, di bawah Habibie, untuk secara praktis membubarkan semua industri strategisnya dan semua kebijakan industri strategisnya. Deindustrialisasi masif pun terjadi.
Satu-satunya yang bisa Habibie lakukan setelah lengser adalah coping lewat proyek pendidikan elite seperti MAN IC, berharap bahwa generasi baru akan berhasil di mana ia gagal.
Pada zaman Reformasi dan zaman SBY, yang terjadi adalah kebalikan dari visi Habibie.
Uang ribuan triliun Commodity Boom 2000-2014 hilang dicuri oleh oligarki-oligarki raksasa dan dibawa lari ke luar negeri atau ditanam menjadi spekulasi properti di PIK dan BSD, bukannya diputar di dalam negeri menjadi pabrik, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan infrastruktur logistik dan energi yang diperlukan untuk menyokongnya.
Ketika kamu mengendarai motor di jalanan BSD yang mulus di sekitar ICE dan AEON, ketahuilah bahwa jalan aspal itu terbuat dari sawit.
Salah satu oligarki itu bahkan berhasil membeli Golkar dengan harga 1 triliun pada tahun 2009 dengan uang rampokannya. Sudah sangat jauh dari visi Habibie.
"Pertumbuhan ekonomi zaman SBY itu bagus" itu sebenarnya berbentuk seperti ini: nyawit raksasa. 50 juta hektar hutan dibuka, yaitu 3 kali lipat lebih besar daripada seluruh deforestasi zaman Soeharto.
Kemudian supaya rakyat tidak marah karena ribuan triliun itu hilang dicuri oligarki, disogoklah rakyat dengan subsidi bensin, bansos, BLT zaman SBY.
Deindustrialisasi masih berlanjut hingga hari ini. Rakyat Indonesia terjebak menjadi pekerja informal dan driver Gojek.