Mari stop normalisasi nasi itu “jahat”. Yang bikin gemuk itu surplus kalori. Kentang, ubi, jagung sama aja kalau porsinya kebanyakan. Dari sisi kandungan lemak, bedanya juga ga sejauh itu. Mau cutting? Fokus total kalori, protein cukup, lemak terkontrol, bukan demonisasi nasi.
Bulan puasa taun ini mau coba clean eating sekalian detox. Makan rebus2an, no tepung, no sugar, no nasi (ganti karbo lain kyk kentang/ubi/jagung).
Nemu akun IG yang buatin 7 menu sehat buat sahur. Tapi kalo gw kynya akan nambahin 250gr ayam (grilled) di setiap menu krn gw gym.
@mengghitam Gpp bgt kok, yg penting bukan karena fomo ya, karena nasi sebenarnya bukan dirty food juga
Mksdnya selama ga ada urgensi (misal kalo gerd, makan kentang bagus karena bisa nyerap asam lambung). Atau mngkn selama puasa, sahur pake kentang/ubi karena bisa bikin kenyang lebih lama
@Yggadrasyl Your comments are too judgmental and pessimistic bro, kaya lu tau semua apa yg dijalanin orang.
Build mindset tapi fondasi nutrisinya di-skip, itu namanya renovasi tanpa tiang.
@Yggadrasyl Ga semua orang bapak2 hyper marathon. Ga semua orang kerja as kuli angkut. Ga semua orang kerja full endurance dan bisa pake semua kalorinya. Ada yg kerja duduk seharian depan layar ga gerak2. Hidup itu pilihan, lu bisa pilih buat hidup sehat, atau engga. No pressure, buddy.
@bilirubeen@onlyramdan Benar kak, tapi pada nasi, kentang dan ubi ada juga gula alami yg sudah terkandung di dalamnya dr awal (sebelum dikonsumsi dan karbo diubah ke glukosa), dan gula alami ubi paling banyak makanya rasanya lebih manis.
Gula alami dalam 100g nasi cuma ~0,1g, kentang ~0,8 dan ubi ~4g
@itsyour_joy_@AlexHardy8409 Kontrol insulin itu bukan nol-in karbo. Jaga kalori, makan karbo bareng protein dan serat, rutin olahraga, tidur cukup. Insulin naik itu normal, yang bahaya kalo surplus kronis
@aintyournymph@fitminoffcl Yess, nasi yg diangetin (didinginkan lalu dipanasin lagi) bisa sedikit lebih rendah respon gula darah karena terbentuk resistant starch. Tapi bedanya kecil, bukan berarti nasi fresh itu buruk yaa
@AlexHardy8409 Betul, we should do both. Kontrol insulin itu soal metabolisme, hitung kalori itu soal volume. Insulin bener tapi kalori surplus ya tetep numpuk lemak. Kalori defisit tapi insulin kacau ya badan rusak. Keduanya harus sinkron
@cemumuts I see, tapi mungkin bukan spesifik 'karena' nasinya, tapi lebih ke karena kakak beralih ke sumber karbo yang lebih pas untuk gerd? Kaya kentang, nasi jagung, atau nasi singkong yang lebih kaya serat, krna serat bisa bantu nyerap asam lambung dan lancarin pencernaan
@mrMustafa777 Betul, karena indeks glikeminya tinggi, dan benar ga harus jadi pantangan karena bisa dengan diatur porsi makannya dan ditambah serat lain seperti sayuran atau tambah proteinnya
@cortisoel I see. Harusnya jangan bener2 stop kalo bisa, dikurangi aja porsinya. Atau dimix selang seling antara sarapan, lunch atau makan malam sama sumber karbo lain.
@onlyramdan Fun fact mas, kandungan gula nasi justru lebih rendah setiap 100gr dibanding yg lain, cuma nasi memang lebih cepat dicerna, jadi cepat lapar lagi. Yang lain bikin kenyang lebih lama krn ada serat, cuma bukan berarti nasi not clean. Kalo butuh energi cepat, nasi bisa jadi pilihan.