Di Indonesia saat ini apa sih yg nggak dianggap sepele?
Puluhan ribu anak2 keracunan dianggap sepele.
Penanganan bencana dianggap sepele.
Kematian tragis rakyat kecil penjual cermin dianggap sepele.
Alat negara yg menyiram rakyat dgn air keras dianggap sepele.
Bermain2 pulpen dlm forum dgn kepala negara lain dianggap sepele.
Mendirikan ribuan koperasi tdk jelas arah tujuannya dan buang2 duit negara dianggap sepele.
Bertanya soal akuntabilitas keuangan negara dijawab dgn sepele "Pokoknya ada."
Apalagi cuma tenaga ahli staf kepresidenan yg percaya hoaks dan beropini ngawur?
Emang ada yang serius?
Dulu kami kirim putra2 terbaik melalui Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan utk mengabdi ke pelosok sbg pengormatan thdp setiap jengkal wilayah NKRI.
Memberi stigma buruk pada Papua, Malut, dan daerah terluar NKRI sbg tujuan mutasi hukuman sama dgn menghukum daerahnya juga.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Rumor yang bikin IHSG junam hari ini:
Pemerintah berencana membentuk badan ekspor, terutama untuk komoditas. Nanti semua perusahaan eskportir harus menjual lewat badan tersebut
Badan tsb bisa mengantongi marjin. Sebaliknya perusahaan eksportir akan mengalami penurunan laba, nggak bisa jual langsung
Jika rumor tsb beneran, ya potensi IHSG makin junam
Sumber:
https://t.co/Y8FXqUWgNG
Mas, samean Debunk Habibie pake "ada ekonom yang bilang" tanpa nama, tanpa jurnal, tanpa data.
Iku bukan debunk mase, itu appeal to anonymous authority. Gosip warung kopi yang dikasih diksi akademik.
Mau serius? Sebutin dong nama ekonomnya, aku penasaran.😁
Suku bunga 70% itu memang obat pahit dan mahal mas.
PHK, aset dijual, rakyat susah. Aku dewe akui itu.
Tapi hasilnya rupiah dari Rp17.000 balik ke Rp6.500 dalam 17 bulan.
Mas bilang "kemenangan semu" . Ya wis oke, mas punya resep yang lebih bagus dengan biaya lebih murah? Sebutin. Kritik tanpa solusi itu cuma keluhan lho mas😁
Samean yo trauma miskin era 98 , valid mas, aku yo ngalami bolpen pilot hitam dari Rp400 berubah jadi Rp1100-Rp1500, gimana2 harga2 yang lain, kalo dipikir2 orang tua kita pasti lebih pusing lagi mikirin hal begitu. Waktu itu aku yo sik cilik mas
Tapi kemiskinan itu warisan Soeharto 32 tahun: KKN, utang swasta jangka pendek, perbankan rapuh.
Habibie cuma 17 bulan, mewarisi mess yang udah meledak.
Marah ke Habibie itu seperti marah ke dokter IGD karena operasinya sakit, padahal yang bikin kita masuk IGD orang lain.🙂
Tanpa kebijakan ketat Habibie, analis waktu itu proyeksikan rupiah bisa ke Rp 25rb bahkan sampe 30ribuan ke atas, capital flight lebih parah, kerusuhan lebih luas.
Bukan satu orang yang selamatkan Indonesia , tapi Habibie yang berani ambil keputusan berat itu.
Sekarang rupiah Rp17.500, dan banyak yang minta pemimpin jangan direpotkan kritik. Beda banget prioritasnya.😁
Habibie nggak sempurna.
Tapi dia ambil keputusan berat di situasi berat. Itu bukan heroisme semu , itu kepemimpinan.
Yang semu itu misal mau debunk tapi tanpa data.🙂😁
Di monas malah ga ada mengheningkan cipta untuk 16 buruh perempuan ini. Malah dangdutan bareng prabowo yg buka-buka baju.
Aku yg bukan keluarga aja sakit hati. Harusnya masih masa berkabung, penuh duka. Mereka yg jadi korban itu juga buruh, mereka juga pekerja. Astagaaa
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Berduka mendalam mendengar kabar kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Menurut informasi terakhir, peristiwa ini telah merenggut 14 nyawa dan melukai puluhan korban lainnya. Sesak rasanya mendengar keterangan Basarnas bahwa seluruh korban yang dievakuasi adalah perempuan, terlebih saat membaca kesaksian dari mereka yang mengenal para korban.
Semoga para korban yang gugur diterima di sisi terbaik Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta para korban luka segera dipulihkan kesehatannya.
Dalam situasi seperti ini, prioritas pertama tentu evakuasi, penyelamatan, serta penanganan para korban. Mari kita berikan apresiasi dan dukungan kepada para petugas yang bekerja di lokasi kejadian, mulai dari tim SAR gabungan, kepolisian, petugas KAI, aparat Pemda setempat, hingga tenaga kesehatan di rumah sakit yang menangani para korban. Semoga mereka semua diberi kekuatan untuk bekerja lugas dan tuntas, sehingga beban para korban beserta keluarga bisa terus berkurang.
Prioritas berikutnya, operasional stasiun dan lintasan perlu segera berangsur normal agar warga lain yang harus menjalani aktivitas hariannya tidak ikut terganggu. Apresiasi dan dukungan kembali kita sampaikan kepada semua pihak yang bekerja keras memulihkan layanan publik, baik jajaran KAI, aparat Pemkot Bekasi dan pemerintah pusat yang turun menangani.
Juga Pemda sekitar dan pihak-pihak lain yang ikut membantu, seperti TransJakarta yang telah menyediakan shuttle tambahan sebagai pengganti layanan kereta yang terhambat pun patut mendapat apresiasi yang sama.
Terakhir, mungkin yang terpenting, semoga peristiwa ini bisa diinvestigasi dan dievaluasi secara menyeluruh. Bukan untuk mencari siapa yang paling salah, karena tidak ada satu pun pihak yang menghendaki kecelakaan ini terjadi. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari, baik di Bekasi maupun di daerah lain.
Banyak hal yang masih bisa diperbaiki, mulai dari praktik internal armada taksi, pengelolaan perlintasan tidak resmi oleh Pemda, hingga sistem peringatan dini yang lebih efektif bagi kereta terhadap gangguan pada lintasan. Kita bisa belajar dari industri penerbangan dunia yang konsisten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap kecelakaan, lalu menjadikan hasilnya sebagai bahan perbaikan standar yang berlaku global.
Kecelakaan ini terlalu mahal harganya untuk tidak menjadi pelajaran bagi perbaikan ke depan.
Mari sama-sama mendoakan para korban beserta keluarganya, sekaligus memberi dukungan kepada para aparat yang sedang menuntaskan penanganan. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
Mestinya jangan kritik harga sewa. Karena itu relatif.
Kritik saja, yang difoto itu layak ndak ikut rombongan Presiden. Kapasitasnya apa? Ada manfaat tidak ikut rombongan Presiden?
Apakah hanya untuk senang-senang, foto-foto, menikmati hotel mewah, rayakan ultah, atau ada dampak positif tidak keberadaan mereka untuk perjalanan Presiden?
Perannya dibagian apa dalam mencapai tujuan diplomasi.
Kemudian, cek otak mereka ada isi ndak? Nuraninya paham kondisi rakyat tidak? Kalau ada isi otaknya dan bernurani, maka mestinya mereka ndak perlu nampang dengan foto2 Ultah itu dan menyebarkan ke medsos.
Nah, daripada spekulasi, baiknya stasiun TV atau Podcast undang saja mereka untuk uji isi kepala mereka. Sehinga kita bisa ukur, apakah sia-sia atau tidak pajak rakyat menghidupi mereka dan ikut rombongan Presiden untuk Diplomasi.
Demikian saran saya..
BTW: Saya tulis rodo emosi, koq ada orang2 yg tak tahu diri, mendampingi Presiden tapi tak bisa mejaga martabat Presiden agar tidak jadi pergunjingan.
Salam
FK
Ini bukan cuma unpopular opinion tetapi juga logika yg berbahaya.
1. Opini ini mencoba memaklumi objektifikasi seksual selama hal itu dilakukan di belakang korban.
2. Argumentasi dan logika ini gagal memahami bahwa pelecehan tak harus berupa sentuhan. Luka psikis dari mengetahui diri dijadikan objek fantasi seksual kolektif bisa setara dgn kekerasan fisik.
3. Privasi jelas bukan tameng kejahatan. Memakai ruang tertutup untuk melanggar kehormatan orang lain tdk akan bisa menghapuskan sifat melawan hukum dari perbuatan tersebut.
4. Jika para mahasiswa itu menjadikan mahasiswi/dosen sebagai objek pembicaraan seksual yang merendahkan di grup mereka, secara hukum itu sudah 100 PERSEN SAH SEBAGAI PELECEHAN SEKSUAL.
Secara hukum positif di Indonesia saat ini, UU TPKS justru dibuat untuk menjangkau perilaku abu-abu seperti ini yg selama ini sering lolos dari jeratan hukum.
5. Standar moral akademik itu lebih tinggi. Kampus bukan cuma tempat belajar materi, tp lembaga pendidikan karakter. Ada aturan etik yg berbeda dgn hukum pidana umum via Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021 bahwa kampus wajib menciptakan lingkungan yang aman.
6. Sanksi administratif seperti DO adalah instrumen yang SANGAT SAH untuk menjaga standar etika tersebut.
Dan DO bukan cuma hukuman bagi pelaku, tp bentuk perlindungan bagi korban agar tak berada dlm satu lingkungan akademik dgn orang yang telah melecehkannya secara verbal dan digital.
Mbak Liarch and Mas Hafiq begitu naif dan polos.
Gak pernah ketemu si orang terkaya yg sial banget dirongrong + dijadiin ATM berjalan ama para keluarganya yg nuntut liburan harus villa mewah karena “sesekali”, maunya ke luar negeri full dibayarin karena “sesekali”, makan resto mewah pesen menu termahal karena “sesekali”…
Giliran si orang terkaya jatuh sakit, chat WA mah bejibun nanyain, “Kapan sembuh? Biar kita bisa jalan-jalan bareng lagi” tapi nengokin mah gak ada 🤭
Guys and girls, kalo emang PEDULI, even jomplang even gk ada duit pun, gak akan putus kontak. Bisa makan ke tempat yg gak mewah bareng. Bisa saling berkunjung nongki di rumah aja. Bisa chat / telpon / video call di WA gratis. Pasti akan diusahain gimana caranya.
Gak akan jadi asing atau hidup sendiri-sendiri.
Kalo mau ngumpul aja harus ada donatur bayarin semua, ya berarti keluarga lu engga sepeduli itu. Cuman liat ini sebagai kesempatan “aji mumpung” aja.
This kind of family, we are better without them 😂
Alkisah, seorang dokter gigi di Singapura keheranan. Kenapa ada banyak sekali warga Indonesia yang datang kepadanya, bahkan untuk sekadar scaling. Ia pun bertanya kepada salah satu pasien. Apakah di Indonesia kekurangan dokter gigi?
"Bukan begitu. Karena di sini kami baru berani buka mulut. Di negara kami, buka mulut bisa dikriminalisasi atau bahkan dipenjara."
Dokter gigi itu kemudian manggut-manggut 😬
yang mengkhawatirkan dari penguasa yang mentolerir pelaku genosida, adalah kemungkinan penguasa itu punya visi yang sama dalam menggunakan kekerasan demi mencapai tujuan.
Di Mens Rea-nya @pandji , poin tentang kelas menengah nggak bisa beli rumah itu lebih substansial kalau mau ditelaah lebih jauh.
Kemudian ada poin tentang kesehatan mental, juga mengenai polisi korup. Yg diramein malah soal Gibran.
Emang ketaker aja otak mereka.
Rakyat:
Ikut Milih ❌ Ikut Nonton ✅
ini beberapa alasan kenapa Pilkada dipilihin DPR itu janggal.
1. Emang masih percaya sama DPR?
2. Milih sendiri aja ga banyak pilihan, apalagi dipilihin
3. Milih sendiri aja susah buat nurunin, apalagi dipilihin
4. Milih sendiri aja pilihannya kebanyakan ngga menarik, apalagi dipilihin
5. Yang kita pilih sendiri aja masih berani menjarain warganya pas dikritik
6. Dan Maaf nih ya, yang sipil-sipil independent jadi ga bisa nyalonin diri, kasian
7. Kalau dibilang biaya pilkada mahal, yaelah.. lebih mahal MBG kali, yang di kelola abang-abang angkatan
silakan kalau mau diterusin