Fathers burying their children.
Children crying for their fathers.
An elderly man collapsing from hunger.
To those watching from afar: imagine this in your own family, your own street. Gaza is asking not for sympathy alone, but for conscience, action, and solidarity.
Israel continues to battle raging wildfires. Several towns have been evacuated.
However, main roads which were closed into the city have now been reopened to traffic.
Ketika Negara Memelihara Kebodohan dan Kemiskinan
Jika kalian masih ingat dengan esai saya yang berjudul “Bagaimana Jika Kemiskinan dan Kebodohan Sengaja Dipelihara?”, mungkin kalian akan menemui konteks yang sama pada esai kali ini. Namun, saya lebih mengedepankan data dan tetap menggunakan provokasi dalam esai kali ini, kenapa?
Karena menurut saya, orang-orang yang dimanfaatkan harus sadar, bahwa “kemiskinan” dan “kebodohan” mereka adalah bukti gagalnya negara dalam rangka mensejahterakan rakyatnya. Dan, ya, kemiskinan dan kebodohan yang dipelihara itu hingga saat ini masih saja berjalan, bahkan di depan lensa kamera yang beredar luas di media sosial.
Indonesia, sebuah negeri yang katanya merdeka, namun rakyatnya masih saja terbelenggu dalam jerat kemiskinan dan kebodohan yang tak kunjung usai. Di bawah langit kelabu Jakarta, anak-anak bertelanjang kaki mengejar sisa harapan di antara tumpukan sampah, sementara ibu-ibu mereka mengantri demi segenggam beras dan sebotol minyak goreng.
Ya, kita bicara tentang Indonesia, tanah air yang katanya kaya raya, tapi penuh luka. Di sini, negara tak lagi menjadi pelindung, melainkan dalang yang dengan cerdik memelihara penderitaan rakyatnya sendiri.
-Sebuah Esai-
Dari WAG...
Pengadilan Den Haag Gempar Semalam!
Pada 19 Maret, Rodrigo Duterte hadir di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) dengan kursi roda untuk menjalani sidang.
Begitu hakim ICC membacakan dakwaan "kejahatan terhadap kemanusiaan," mantan Presiden Filipina berusia 79 tahun itu langsung melontarkan tiga "bom data":
1. "Militer AS membantai 350.000 warga sipil di Afghanistan, ICC pura-pura buta selama 20 tahun!"
2. "Israel telah membunuh 50.000 anak-anak di Gaza, di mana surat perintah penangkapan kalian?"
3. Ia kemudian memutar rekaman operasi anti-narkoba di Kota Davao, yang menunjukkan bahwa setelah pemberantasan narkoba, tingkat kriminalitas di wilayah itu turun drastis hingga 73%.
Hakim panik dan berusaha menghentikan dengan mengetuk palu, namun Duterte justru mengeluarkan setumpuk foto—gambar mayat anak-anak yang menjadi korban kartel narkoba, disandingkan dengan foto kehancuran akibat serangan drone militer AS. Dengan suara lantang, ia bertanya: "Mana yang lebih mirip kejahatan terhadap kemanusiaan?"
Ruang sidang langsung riuh! Warga Filipina yang hadir bersorak dan meneriakkan "Hidup Presiden!" hingga para petugas keamanan kesulitan mengendalikan situasi.
Pemerintahan Marcos kini dalam posisi sulit. Mereka awalnya ingin menggunakan ICC untuk menyingkirkan Duterte, tetapi justru popularitas Wakil Presiden Sara Duterte melonjak hingga 39%
Di hadapan pengadilan, Duterte bersumpah: "Jika saya dinyatakan bersalah, maka tangkap juga Biden dan Netanyahu untuk diadili
Pernyataan ini langsung menelanjangi kemunafikan ICC, yang hanya berani menindak negara-negara kecil, tetapi tak pernah menyentuh pemimpin negara adidaya.
Kini, ICC menghadapi dilema besar:
Jika Duterte dinyatakan bersalah, negara-negara di Global South mungkin akan ramai-ramai keluar dari ICC.
Jika ia dibebaskan, negara-negara Barat bisa menghentikan pendanaan ICC yang bernilai ratusan juta euro.
Pada akhirnya, "persidangan abad ini" berubah menjadi cermin besar—yang menampakkan borok sistem hukum internasional sekaligus menandai kebangkitan tatanan dunia baru......
Selamat sore teman-teman semua.
Semoga ke depan, dunia ini terbebas dari kekerasan dan tidak ada lagi pertumpahan darah di antara sesama. Mari kita bersama-sama berdoa agar dunia berubah menjadi tempat yang lebih damai dan sejahtera.
"Kita menyaksikan mereka berjuang di musim panas dan musim dingin, dalam dinginnya cuaca yang membekukan dan di bawah terik matahari, di hari-hari raya Idul Fitri dan hari-hari puasa, di bulan-bulan suci dan waktu-waktu lainnya.
Mereka bertempur di atas dan di bawah tanah, di darat dan di laut, di jalan-jalan dan di antara puing-puing.
Jika ada dua puluh orang di antara mereka yang sabar; Mereka akan mengalahkan dua ratus orang, dan jika mereka berjumlah seribu orang, niscaya mereka akan mengalahkan dua ribu orang dengan izin-Mu. Maka salah seorang dari mereka akan menjadi seperti satu batalion dari batalion-batalion mereka.
Dan kita telah melihat bahwa mereka telah diusir dari kampung halaman mereka dan disakiti di jalan-Mu, berperang dan terbunuh, akan tetapi mereka tidak menjadi lemah dan tidak (pula) menyerah, maka berikanlah kepada mereka kemenangan, ya Tuhan kami, dengan kemenangan yang besar dan berikanlah kepada mereka dan kami kemenangan yang nyata."
(@adhamsharkawi)
Buat yang membangun narasi bahwa kuatnya peran militer dalam pemerintahan adalah masa yang indah, perlu kiranya mempertimbangkan semua nostalgia masa lalu agar tidak amnesia sejarah. Termasuk guru yang bahkan saat ini saja selalu dianggap mudah diintimidasi. Keadaan bisa jauh lebih buruk.
Mohon maaf nih pak Maruli, TNI aja beli celana dalam masih pake duit rakyat, ya masa mengkritik dan menolak dwi fungsi TNI malah dikatain kampungan.
Orang kampungan pun punya kontribusi beliin celana dalam prajurit TNI.
#TolakRevisiUUTNI#TolakDwifungsiABRI
Pencurian kayu ilegal, tambang emas ilegal, bisnis hiburan, sindikat narkoba dan judi, BBM ilegal.
Banyaknya raja kecil di daerah, yang nyatanya merangkap sebagai aparat negara. Perputaran uang panas ini dinikmati bersama hingga ke legislatif dan partai politik.
Negara rusak!
6 toko pembuatan roti di Gaza terpaksa ditutup karena kekurangan bahan baku.
Gaza kembali dihantui kelaparan setelah Zionis biadab kembali memblokade jalur Gaza, selain itu mereka juga memutuskan aliran listrik sehingga Gaza menjadi gelap gulita saat malam tiba.
Tambang emas ilegal punya warga negara asing, securitynya aparat keamanan negara, nembaki sipil pakai peluru hasil pajak rakyat.
Pidatonya, "waspada adu domba asing". Macan ompong.