Traditionally entertainers not unlike myself, have tried to grab people’s attention by being outrageous, flashy or even rude for the sake of shock value.
Kabar Baik dari Meishan🇨🇳
Speed climber asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi🇮🇩 adalah juara Asia speed climbing 2026!
✅Di semifinal memecahkan rekor Asia dgn catatan 6,15 detik.
✅Di final menajamkan rekor Asia dgn catatan 6,07 detik.
Emas Kejuaraan Asia pertama dlm karier Rita!
🎥: World Climbing
Sumpah salut banget sama warga Bali, TPA dah ditutup, warga pada bakar sampah, trotoar masih jelek, pajak bandara entah kemana, lahan besar2an dijual ke bule2, tapi tetep santuy2 ae alias ga ada demo2, saluttttttt
ALARM BAHAYA KEBEBASAN DIGITAL.
Wah, ada kabar buruk buat demokrasi kita di ruang digital. Baru-baru ini, Koalisi Damai mendesak pencabutan SK Menkomdigi No. 127 Tahun 2026. Kenapa ini genting? Mari kita bahas singkat.
https://t.co/u5ce1vM4hl
Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam.
Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain.
Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya.
Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang.
Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti.
Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah.
Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia.
Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual.
Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun.
Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya.
Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan.
Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta.
Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini.
Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi?
Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Lockdown terbesar sejak COVID bakal datang. Mereka gak akan kasih tau sampe telat.
Minyak naik ke $175/barel. Harga semua barang meledak. BBM makin mahal.
Jepang, Korea Selatan, Bangladesh, Filipina, semua udah jatah-jatahin BBM.
Australia nyuruh warganya "hindari perjalanan tidak penting."
Persis yang mereka bilang pas COVID.
2020: demi kesehatan.
2026: demi energi.
Hasilnya sama aja. Lo gak keluar rumah tanpa izin.
Dan mereka gak akan pernah nyebutnya lockdown.
Mereka seperti membakar buku di depan mata kita, tangan dan mulut kita dibelenggu dan dibungkam. Orang kok jahat-jahat bener yak, terus hidupnya lama lagi.
Mengganti tombol "Add to cart" di Woocommerce dengan custom link ke No Whatsapp, sekaligus menghilangkan fungsi "View Cart" di semua halaman Wordpress. Buka file functions.php di folder template dan masukan code berikut di paling bawah. Demo ada di https://t.co/rkJeDAaX12
Seorang pemuda bernama Bertrand Eka Prasetyo (18) tewas tertembak senjata api Iptu N saat pembubaran kelompok bermain senjata mainan peluru jelly di Jalan Toddopuli, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (1/3/2026). Peristiwa bermula dari laporan warga yang resah karena aktivitas tersebut mengganggu pengendara. Saat diamankan, senjata Iptu N meletus tak sengaja mengenai tubuh korban.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menegaskan proses hukum terhadap Iptu N dilakukan secara transparan melalui pemeriksaan kode etik dan pidana. Jenazah korban telah diautopsi dan dimakamkan. Menanggapi fenomena berbahaya ini, Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota untuk membatasi penggunaan senjata mainan di ruang publik.
Simak berita selengkapnya di https://t.co/12KzHzegth, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #Makassar #Polisi #SenjataJelly #Viral
Nih ya netizen kenapa kita harus stay with victim
Bayangkan kontol mu diremes temenmu di wc. Tiba2. Bar kui silitmu diraba2.
Trus kamu trauma.
Kamu mencoba speakup, tapi ga ada jejak sperma.
Pie le buktike kontol diremes?
Mangkane stay with victim kui diutamakan.
Tidak perlu banyak prompt untuk membuat chatGPT mengakui dia tidak berguna.
--
It doesn't take much prompting to get ChatGPT to admit its worthlessness.