Pedagang mobil bekas itu punya insting.
Mereka bisa bedain mana pembeli yang polos, mana yang ngerti barang. Dalam 30 detik pertama.
Lo dateng, elus-elus bodi, duduk di jok, terus nanya "AC-nya dingin gak mas?"
Dalem hati mereka udah senyum. Mangsa empuk. Mark up Rp 15 juta.
Tapi coba lo dateng langsung jongkok di depan mobil, raba celah antar panel, buka kap mesin, cabut dipstick, senter kolong.
Pedagangnya langsung keringat dingin.
Harga tiket di Traveloka NAIK setiap kali lo cek.
BUKAN karena seat makin dikit dan orang udah pada beli, tapi ini algoritma.
Gue cek tiket Jakarta-Bali kemarin. Rp850rb.
Cek lagi 2 jam kemudian. Rp1.1jt.
Pake HP temen? Balik ke Rp870rb.
Mereka pake dynamic pricing buat maksimalin revenue.
Kita bisa lawan algoritma mereka.
Ini cara yang gue lakuin buat hemat tiket pesawat yang Traveloka gak mau lo tau:
@polipomasnam @allaboutnews06 @utdfocusid SETUJU PARAH. Bruno itu bisa gacor di timnas kenapa? KARENA DIBELAKANG DIA ADA ORANG, ada CM sama CDM.
Di sistem sekarang, bruno kayak singa dikurung.
@utdfocusid TAEK. Oper kanan, oper kiri, gawangnya itu ditengah. Pas babak kedua main kayak buntu, gak agresif, gak nyari pelanggaran di tempat krusial.
Zirkzee ampas, dorgu dalot ampas, bruno juga nggak layak di CM, kayak ngurung singa di kandang. Coba dari awal case duet sama mainoo.
@rafinashra @emakjulidd Realitanya saya nggak tau. Saya nggak pernah ke US. Tapi yang saya tau, yang namanya uang tip ya adalah uang sukarela. Memang perlu perbaikan pada redaksi si pembuat kontennya.
@rafinashra @emakjulidd Maka memang seharusnya disikapi dengan ikhlas atau lapang dada, berapapun jumlah yang diberikan.
Jika memang yang dimaksud tip itu adalah biaya jasa, yang memang sudah ditetapkan perusahaan, itu akan lain ceritanya. Ini bisa jadi evaluasi dari segi sistem atau moralnya.
@rafinashra @emakjulidd Oke nomor 3 kita sepakat. Untuk yang soal tip, saya tidak mempermasalahkan soal apakah pekerjaan itu digaji atau tidak. Tapi redaksi "tip", sepaham saya adalah "uang tambahan", memang perlu di konfirmasi ke pembuat konten. Tapi jika konteksnya adalah "tip" (cont)..
@rafinashra @emakjulidd Opini pribadi saya, itu nggak lebay. Pertama, pahami arti "tip". Tip itu uang sukarela, jadi ya berapapun uangnya, harusnya diterima, bukan disikapi seperti itu.
Nomer 3, minta oleh oleh itu budaya tolol mas. Konsepnya sama kayak tip, oleh oleh itu keikhlasan hati yang memberi.
@collasanmai @anfess_ Kalo hashirama masih misteri, kalo tobiharto itu gara gara perang. Dia jadi tumbal buat nyelametin tim nya si korup dkk, terus dikisahkan dia nunjuk si korup jadi hokage
And the rest is history
@thvsme Dan itulah salah satu alasan kenapa gue yang udah mampu ngasih THR memilih untuk TIDAK memberi THR kepada siapapun.
Mental miskin, peminta-minta, budaya nggak baik itu HARUS dihilangkan dan diubah, BUKAN dilestarikan.
@tanyakanrl Ini mas nya lebih ke sarkas sih. Bukan artinya mas nya mau menghamili beneran
Konteks akan menjadi pelecehan itu kalau ada "niat" dan "tindakan" (berupa fisik atau ucapan)
Memang niat ini kemudian menjadi subjektif, tapi kalau melihat situasinya, si mas mas ini lebih ke SARKAS