Kita yang ngegaji melalui pajak, lah kita juga yang kerja self-funded pakai kuota sendiri 🫠💀
✨️Just a reminder✨️: this is not normal.
Yang normal jadi WNI berakal sehat, punya nurani (dan akun media sosial) merasa burn out.
kalo lebih sering nangis daripada senyum pas pacaran, maybe it's not love - it's just attachment. Karna hubungan yang sehat itu bukan bikin lu ngerasa cape, but makes life feel a little lighter, a little happier.
💚 eh btw selamat ya pemerintah, isu bowti dan eljibiti dinilai ampuh buat pengalihan isu👏🏻 hebat loh, orang jadi teralihkan sama kasus bagi bagi jabatan kementrian🤩 isu tiba2 komisaris kek angin lalu aja dimasyarakat👏🏻 gacor emng pmrintah permainannya🤙🏻
no one talks about how draining it is when your mood constantly switches between "keep going, it will get better" and "i can't do this anymore, im about to give up." it's like living in emotional whiplash. one hour you're hopeful, the next you're spiraling
gw selalu berterimakasih kepada siapapun yang selalu muji gw. terimakasih selalu kasih apresiasi disegala aspek baik gambar, hidup gw, how i looks, bahkan hal kecil yg ga nyangka ternyata itu hal yg bisa di apresiasikan. maaf kalo gw repliesnya kadang terlihat kaya kurang exited
"perempuan ga perlu punya mimpi, ujungnya juga cuma jadi ibu-ibu"
yaaaaa, tapi kan masih banyak opsi buat jadi ibu direktur, ibu dosen, ibu haji, ibu bos, ibu kontrakan.
Temen2 tolong bantu angkat kasus pemerkosaan biadab ini😭
Korbannya anak disabilitas yg tidak bisa dengar dan bicara. Setiap korban lewat dijegat sm para pelaku dan diperkosa. Itu foto salah satu pelaku yg merupakan tetangga korban
kok ada ya org bs kayak gini ke org lain as if dirinya udah perfect bgt heran… lagian klo emg bukan tipenya kenapa pula dipacarin… she reacts seakan2 pacaran sm si cowo itu paksaan
orang indo ini hatinya lembut, gampang banget kasian sama orang, tapi orang yang dikasianin itu elit politik, pemerintah, public figure, orang kaya, dan orang-orang jahat, giliran ke minoritas teriak-teriak nyuruh mati
Orang biasa harus bersaing sama 100ribu applicants, ngelewatin proses rumit.
Orang random bisa tiba2 dipilih jadi Komisaris dengan gaji ratusan jt di tempat yang sama.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia-nya mana?
Kerusakan sistemik ini bener2 menancap dlm di pola pikir kita sampe2 tiap keluhan soal kerjaan tanggapan pertamanya adalah "masih mending drpd ga kerja"