Video ini bisa menggambarkan kondisi bangsa Indonesia.. mengamati perubahan geopolitik dunia sambil lalu, merasa "bukan urusan gw"... merasa semua baik-baik saja.. padahal...
Video ini bisa menggambarkan kondisi bangsa Indonesia.. mengamati perubahan geopolitik dunia sambil lalu, merasa "bukan urusan gw"... merasa semua baik-baik saja.. padahal...
Maulida, Yara dan Bela adalah nama ketiga gadis cilik itu, mereka sedang membersihkan mushola Al-ikhlas yg berada di dusun maju, kampung duren, kecamatan rantau, kabupaten Aceh Tamiang..
Masya Allah tabarakallah❣️
Secara pribadi saya terus mengikuti dan mencermati terjadinya bencana alam di Sumatera. Perhatian saya tertuju pada seberapa parah bencana tersebut, termasuk korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik. Juga langkah-langkah apa yang dilaksanakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Saya juga mendengarkan komentar dan percakapan publik menyangkut bencana yang skalanya besar tersebut, termasuk komentar-komentar yang kritis.
Melalui media ini saya ingin menyampaikan pandangan pribadi saya terkait bencana Sumatera dan langkah-langkah penanganannya.
Penanganan bencana itu kompleks dan tidak segampang yang dibayangkan. Terutama pada fase tanggap darurat yang biasanya terjadi kelumpuhan di sana-sini. Penanganan bencana, termasuk rekonstruksi dan rehabilitasinya,memerlukan waktu. Juga diperlukan sumber daya termasuk finansial yang mencukupi. Juga diperlukan kebijakan dan master plan yang utuh. Juga tentunya pelaksanaan yang efektif. Ini semua saya dapatkan dari apa yang dilakukan oleh pemerintahan yang saya pimpin dulu dalam mengatasi bencana tsunami di Aceh dan Nias, gempa bumi di Yogya dan Padang dan sejumlah bencana alam berskala besar lainnya.
Komando dan pengendalian harus efektif, dan idealnya Presiden bisa memimpin melalui manajemen krisis yang dijalankan. Tetapi, cara dan gaya yang dipilih oleh kepala pemerintahan tidak selalu sama. Misalnya, apa yang dilakukan oleh Presiden Prabowo saat ini bisa tidak sama dengan yang saya lakukan dulu. Ini disebabkan oleh perbedaan situasi atau konteks dari bencana itu; perbedaan jenis bencana dan magnitude dari kerusakan yang ditimbulkan, serta perbedaan cara di antara para pemimpin. Saya tahu, Presiden Prabowo dengan serius terjun ke lapangan dan memberikan atensi yang penuh. Saya juga tahu, Presiden Prabowo telah mengambil sejumlah kebijakan untuk membangun kembali provinsi-provinsi di Sumatera yang mengalami bencana alam tersebut.
Sekarang ini, perhatian kita semua tertuju pada rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh, Sumut dan Sumbar, agar kondisinya pulih dan bahkan lebih baik dari sebelumnya. Ada sejumlah faktor agar rehabilitasi dan rekonstruksi berhasil, antara lain: konsep rehabilitasi dan rekonstruksi yang baik, organisasi dan kepemimpinan di lapangan yang efektif, serta implementasi dari rencana yang juga efektif. Jangan dilupakan, akuntabilitas penggunaan uang negara juga dijaga dengan baik.
Demikian pendapat saya dan mari kita dukung langkah-langkah pemerintah untuk membangun kembali Sumatera pasca bencana dan memastikan saudara-saudara kita yang terkena musibah memiliki masa depan yang baik.
*SBY*
Ini buku yg baik utk menggugah kesadaran mengenai pentingnys perubahan utk Indonesia masa depan. Petugas lapangan yg mlarang diskusi buku yg pnting ini harus dikenai sanksi agar jadi pelajaran bagi kemajuan peradaban demokrasi & negara hukum kita yg berdasarkn Pancasila & UUD45
Setelah dibubarkan di Madiun, diskusi buku "Reset Indonesia" digelar di Trenggalek, dihadiri ratusan ASN.
Ngobrolin reformasi pendidikan, lingkungan, pertanian, penolakan warga pada tambang emas terbesar di Jawa, proyek-proyek yang dipaksakan dari pusat, hingga ide federalisme.
Bila di daerah lain kita telah melihat bencana banjir gelondongan kayu, maka di Nagari Sungai Batang, Agam, Sumatera Barat ini banjirnya tak kalah dahsyat dan merusak, yaitu banjir batu-batu besar.
Akses sempat terputus, listrik dan sinyal hilang, membuat wilayah ini luput dari jangkauan alat berat di hari-hari awal. Saat ini, bersama warga, @HumaniesProject menyewa unit ekskavator untuk membangun tanggul darurat, menahan aliran Sungai Batang agar tidak meluas dan memicu bencana susulan.
Usaha ini dilakukan sambil terus menguatkan semangat warga bantu warga, memastikan pemulihan berjalan aman, adil, dan bermartabat bagi seluruh saudara kita.
Kembali ke Aceh, kali ini ke Pidie Jaya yang juga terdampak berat. Semalam berhenti di Gampong Dayah Usen yang masih jauh dari kata pulih.
Kembali bersama @humaniesproject, akan berkeliling ke beberapa titik untuk meneruskan amanah bantuan dari rakyat Indonesia.
Kembali mengajak semua, untuk tidak lelah mengusahakan bantuan tanggap darurat dan pemulihan bagi saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Kebutuhan di lapangan masih nyata, sedangkan waktu tidak berpihak pada mereka yang menunggu uluran. Mari terus dan tuntaskan warga bantu warga.
Saya sangat menyarankan kita semua minimal sekali seumur hidup turun jadi pekerja sosial. Bukan buat sok jadi pahlawan, tapi buat grounding. Biar kita ingat kalau di balik data, kebijakan, dan debat di timeline, ada manusia nyata dengan hidup yang benar-benar terdampak
1. Genset ➡️ Lihat ekspresi warga setelah dapet sambungan listrik setelah berminggu-minggu gak ada listrik bener-bener 🥹
2. Starlink ➡️ Pas ngeliat warga video call sama keluarganya ngabarin kalo selamat rasanya priceless banget.
Semua pembelian itu terwujud karena teman-teman yg berbagi untuk warga Sumatera ❤️
Update; assessment titik pertama untuk emergency solar panel kit, rencananya kalau udah ada listrik nanti bisa setup posko, pompa air, starlink, klinik, sekolah darurat dll dll
Terima kasih untuk kalian semua yang udah pada ikut patungan ya, gua kurir pengairan aja, terima kasih juga @Damasarawr, ferry irwandi, tim solar panel dan tim @kitabisacom 🍻
Ada Mas @Dandhy_Laksono di Densu dan Richard Lee ga pernah terbayang di kepala gw. Apa yg Mas Dandhy katakan soal asumsi bahwa kalau kepemimpinan militer akan satset terpatahkan dalam penanganan bencana di Sumatera sejauh ini. Tonto videonya di sini: https://t.co/tRdwVmaeYs
Terima kasih kepada 2.692 relawan yang telah mendaftar untuk Humanies Squad Respons Sumatera.
Dan selamat untuk 10 Relawan terpilih yang akan ikut dalam rencana operasi pembangunan hunian sementara.
Pemerintah Kota Denpasar memutuskan merayakan pergantian tahun 2025–2026 tanpa konser musik dan pesta kembang api. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap kondisi Indonesia yang tengah dilanda bencana.
Kepala Bidang Kesenian Disbud Kota Denpasar I Wayan Arta mengatakan, perayaan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pemkot memilih meniadakan hiburan besar dan tetap menekankan pembinaan serta pelestarian seni budaya.
Sebagai gantinya, Pemkot Denpasar akan menggelar pesta seni bertema "Melepas Matahari" di kawasan Catur Muka dan sisi selatan Lapangan Puputan Badung pada 31 Desember 2025. Kegiatan berlangsung pukul 16.00 hingga 23.00 WITA dengan anggaran sekitar Rp 250 juta.
Acara ini menampilkan pementasan dari 65 sanggar seni serta berbagai kesenian tradisional, mulai dari Saman Aceh, Jaranan Jawa, kesenian Borneo, hingga Tionghoa.
📸: Dok. Antara/Wira Suryantala.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
#newsupdate #update #news #oneliner #denpasar #tahunbaru #aceh #sumatera #perayaan #bali #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan