Waspada!
Polri baru saja menetapkan eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai tersangka korupsi + TPPU (dengan sitaan 74kg emas + ratusan miliar).
Tapi di hari yang sama, kasusnya langsung dilimpahkan ke Kejaksaan Agung agar P21.
Padahal menurut Prof @mohmahfudmd ini bukan prosedur normal. Bisa jadi ini adalah skenario jahat buat batasi atau pelan-pelan matikan kasusnya.
Sepertinya ada yang mau super korupsi ini "dibunuh sebelum lahir"?
Guys, kalian tau Aldi Taher kan.
Yang komen-komen random di mana-mana.
Yang tiba-tiba nongol di postingan orang dengan Aldis Burger Cempaka Putih, rotinya lembut, dagingnya juicy, bisa pesan online.
Yang diblok Deddy Corbuzier.
Yang bikin grup WhatsApp mantan istri tapi yang ngobrol dia sendiri.
Ya.
Orang itu.
Dan gue baru tau satu hal soal dia yang bikin gue diem sebentar.
Istrinya Salsa Billy cerita soal momen pertama dia sadar Aldi itu orang yang layak dijadiin suami.
Bukan waktu Aldi ngasih bunga.
Bukan waktu dia romantis-romantisan. Bukan waktu dia kaya atau terkenal.
Tapi waktu Salsa pertama kali datang ke rumah Aldi dan lihat satu hal
Aldi lagi mandiin ibunya.
Gantiin pampers.
Dan Salsa bilang
Waktu itu aku belum pernah lihat laki-laki kayak gitu. Yang beneran oh, kayaknya nggak salah nih.
Dan ini yang bikin gue mikir.
Di luar sana Aldi Taher dikenal sebagai orang yang absurd.
Yang random.
Yang bikin orang ketawa sekaligus geleng-geleng kepala.
Tapi di rumah dia yang nyuci,
yang urus anak
yang ingetin istri buat nggak marah ke anak dengan cara kasar,
yang bilang salah nggak salah, minta maaf aja,
kita dapat pahala juga.
Nggak ada kamera.
Nggak ada penonton.
Nggak ada yang tepuk tangan.
Dan mungkin itu yang paling langka dari seorang laki-laki
Baik bukan karena dilihat.
Tapi karena emang begitu orangnya.
Salsa juga cerita awal nikah lagi COVID.
Nggak ada syuting.
Uang tipis.
Mereka buka barbershop.
Buka mie ayam.
Aldi sendiri yang nyukur rambut temennya buat bertahan hidup.
Dan sekarang burger Cempaka Putihnya viral gara-gara dia komen random di mana-mana dengan cara yang orang bilang "nggak ada konsepnya."
Tapi Aldi sendiri bilang "Konsepnya Allah."
Gue nggak tahu apakah itu wisdom atau dia emang nggak bisa jelasin konsepnya.
Mungkin dua-duanya.
Tapi satu hal yang gue yakin orang yang di puncak kesibukan hidupnya masih mandiin ibunya sendiri, itu bukan orang yang perlu kita ragukan karakternya.
Sisanya biar Allah yang urus.
Dapat info Ejen Budi Jatim raya
"Anggota ga bakar mas, tapi bayar ke pengemis dan pengamen, seorang seribu buat arahin bakar bakar
Lumayan mas daripada ngamen atau ngemis ga mesti dapet segitu"
Hati hati provokator
SEPELE TAPI BISA GANGGU AKTIFITAS SEHARI-HARI :
Bau mulut, bau badan, susah tidur, gampang capek, dan jerawatan
Sharing is caring... yang masih struggle sama permasalahan di atas boleh disimak/save dulu tips ini yuk ✨
Prabowo vs. Jokowi: Tahta yang Dibagi Dua
Di tengah gemuruh protes mahasiswa dan aktivis yang mengguncang jalanan di Jakarta hingga ke Malang dan Yogyakarta, Presiden Prabowo Subianto menandatangani RUU TNI pada 27 atau 28 Maret 2025 (sebelum lebaran menurut pemberitaan yang beredar), hanya sepekan setelah DPR mengesahkannya pada 20 Maret. Kecepatan tingkar lord ini bukan hanya sekadar efisiensi birokrasi, it’s a calculated by power grab. Dengan naskah akademik yang “sengaja” disembunyikan, demonstrasi yang dipertanyakan oleh Prabowo sebagai “bayaran”, dan narasi dwifungsi TNI yang disebut “nonsense”, Prabowo tampaknya sedang memainkan catur politik dengan pion-pion di kesatuan militer.
Tapi, untuk apa? Apakah ini hanya sekadar konsolidasi kekuasaan? Sebuah upaya untuk memutus cengkeraman Jokowi? Atau, justru dijadikan sebuah pondasi untuk melakukan kudeta secara senyap?
Disclaimer:
Di dalam esai kali ini, saya akan mencoba untuk membedah skandal revisi UU TNI dengan tingkat kecurigaan yang maksimal, namun berpijak pada data dan teori di dalam ilmu politik untuk mengungkap “apa yang tersembunyi di balik tirai kekuasaan”, sehingga kalian tidak perlu repot-repot lagi mengirimkan OTK untuk menyambangi rumah saya, hehe. Karena, esai saya kali ini akan tetap menawarkan jalan konstruktif ke depan, untuk kebaikan kita semua. Bukankah ini sangat menyenangkan?
-Sebuah Esai Analisis Spekulatif-
“Jika Allah Maha Mencukupi, lalu mengapa masih ada orang yang kelaparan? Bukankah kasih-Nya meliputi segala?”
Pertanyaan itu datang dari seorang anak filsafat, Naufal Ar-Rawi.
~A Thread
❤️🤓💋
#CeritaGuruAdeirra#SalamRambutIjo
SEPELE TAPI BIKIN MINDER : Bau mulut, bau badan/keti, dan bau sikil
Sharing is caring... yang masih struggle sama permasalahan diatas simak tipsnya yuk, dijamin bakalan wangi seharian dari kepala sampai kaki ✨