Seekor Gajah Borneo terlihat berdiri terdiam di tengah area yang dulunya merupakan hutan alami. Kini, kawasan tersebut telah berubah menjadi ahan sawit, menyisakan pemandangan yang membuat banyak orang sedih dan prihatin.
Momen ini kembalk mengingatkan banyak orang tentang dambak deforestasi terhadap habitat satwa liar, terutama di wilayah Borneo yang menjadi rumah bagi berbagai spesies langka. Kehilangan hutan membuat satwa seperti gajah semakin sulit mencari makanan, jalur migrasi, hingga tempat berlindung.
Foto ini ramai dibagikan di media sosial karena dianggap menggambarkan kondisi nyata yang sedang terjadi pada habitat satwa liar saat ini.
Sumber gambar: aaronbaggenstos
La imรกgen aterradora de un Orangutรกn recorriendo lo que una vez fue su hogar es cruel; en la isla de #Borneo el capitalismo continรบa la destrucciรณn de millones de hectรกreas de bosque para la siembra de palma de aceite, lamentablemente รฉste ecosistema muere..
๐๐
Lagi dan lagi saya ingatkan. Jika ada pemilihan Presiden, pilihlah sipil. Siapapun itu. Memilih sipil adalah mutlak. Jauhilah militer. Percayalah dgn sejarah, jgn pernah berharap ada perubahan
Sekali lagi, pilihlah sipil, jangan memilih militer, apalagi milter ampas Orde Baru.
Pohon sebesar itu udh bisa jadi habitat puluhan spesies. Selain, kuskus, bisa ada burung, serangga, anggrek, pakis, reptil kecil, liana, lumut, dll. Blm lagi ada yg endangered statusnya.
Ini aja baru 1 pohon! Misalnya 2,5 juta ha hutan yg dibabat gimana?? Tau deh, pikir sendiri
**Lament of the Papuan Cassowary**
In the green and mighty land of Papua, You walk proudly, majestic cassowary. A blue crown blazes on your head, Strong feet tread the wet and lush tropical forest.
The Wor Mon wind dances in your black feathers, Figs and palms fall, bringing sustenance. Your children run beneath the dense canopy, Your home is the jungle, a sacred ancestral heritage.
But then come the Indonesians with machines and lust, Chasaws roar, bulldozers tear the earth. The forest is cut down for palm oil, mining, and new roads, Your nest is destroyed, the land of Papua cries red with blood.
Cassowary... oh Papuan cassowary, Your deep voice is now a mournful scream. There is no longer shelter from the scorching sun, There is no longer a green path to escape and survive.
The humans from the west who came bringing promises of development, Why have you torn the lungs of this island?
When the forests are gone and the rivers are murky,
Who will cry for us all?
Let the cassowary remain the king of the Papuan jungle,
Let its crown flutter in the mountain breeze.
Don't rob its home for a moment's money,
Because without the forest, we will all lose our breath.
Papuan cassowary, a symbol of freedom threatened with extinction along with its owner,
May one day the forest be green again, And you can run free in your own land.
Stop wak......โ๏ธโ๏ธโ๏ธ โ ๏ธโ ๏ธโ ๏ธ
Jika kalian peduli alam,Tolong kalian lihat ini wak๐ญ, Pulau yang dulu begitu indah kini hancur sudah di tangan penguasa. Kerusakan alam ini harus ada pihak yang bertanggung jawab
Pantai Kartika dulu dikenal sebagai salah satu permata alam di daerah Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Air lautnya jernih, lagunanya tenang, dan tebing karst yang menjulang membuat tempat ini terasa seperti surga kecil yang mudah dijangkau dari kota.
Tapi pemandangan itu perlahan berubah. Aktivitas pertambangan di sekitar kawasan disebut mulai merusak bukit dan tebing karst yang selama ini menjadi identitas Pantai Kartika. Area yang dulu hijau kini mulai gundul, tanah terbuka makin meluas, dan air laut yang sebelumnya bening perlahan terlihat keruh.
Warga juga menyoroti hilangnya salah satu spot wisata di sekitar kawasan, yakni Pantai Senja, yang kini disebut sudah rata dengan tanah akibat ekspansi tambang. Banyak yang khawatir Pantai Kartika hanya tinggal menunggu waktu mengalami nasib serupa.
Yang membuat publik marah, kerusakan ini terjadi di salah satu kawasan wisata dengan potensi besar untuk masa depan daerah. Alih-alih dijaga sebagai aset alam dan pariwisata, kawasan itu justru perlahan dikorbankan demi eksploitasi jangka pendek.
Kini muncul pertanyaan yang ramai disuarakan warga: setelah hutan dibuka, tebing dihancurkan, dan laut mulai keruhโฆ apa lagi yang akan tersisa untuk generasi berikutnya?
๐ฝsource:ย @rudyworldpacker
Hewan Langka Khas Papua
Kangguru Pohon Wondiwoi
ia sudah pernah di nyatakan punah sejak puluhan tahun yang lalu
Hewan langka ini kembali ditemukan di Papua Barat dan juga kembali terancam punah akibat pembabatan Hutan yang terus berlangsung di Papua
Hasil sidang Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI):
1. Dukung warga adat, tolak PSN Papua.
2. Tolak militerisme dan otoriterianisme di Indonesia.
Hormat. Singkat, jelas, tegas.
GO INTERNATIONAL...
Seekor satwa liar dengan tubuh kecil mencoba menghadang mesin raksasa demi mempertahankan rumahnya sendiri.
Bagi orangutan hutan adalah rumah, tempat mencari makan, tempat bermain, sekaligus satu-satunya ruang hidup yang mereka miliki sejak lahir.
Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita menjadi kontroversi. Film dokumenter karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale ini diputar di banyak tempat, tapi juga dilarang di sana-sini oleh tentara.
Film ini menyoroti tradisi awon atatbon dari suku Muyu di Papua Selatan sebagai bentuk perlawanan terhadap eksploitasi lahan. Tradisi ini bukan sekadar perayaan adat, melainkan sarana untuk menentukan batas wilayah dan menjaga kelestarian hutan dari ancaman proyek strategis nasional. Karya ini mendokumentasikan kerusakan ekologi berskala besar mengancam sumber pangan serta identitas spiritual masyarakat adat sekaligus perjuangan mereka melawan praktik kolonialisme modern.
Berkala fajar membahas proses pembuatan Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di https://t.co/MR22quwcLm
#TempoPlus