Thinking out loud. Pardon me for triggering your insecurities. Sporadically tweet on stock market. Ohh, and I have a lot of free time and fucks to give, so…
RULES OF LIVING WITH PEOPLE
1. When you meet young people - INSPIRE THEM.
2. When you meet children - EDUCATE THEM.
3. When you meet old people - HELP THEM.
4. When you meet wise people - STUDY THEM.
5. When you meet leaders - HONOUR THEM.
6. When you meet foolish people - AVOID THEM.
7. When you meet humble people - TREASURE THEM.
8. When you meet arrogant people - IGNORE THEM.
9. When you meet gracious people - EMULATE THEM.
10. When you meet aspirational people - ELEVATE THEM.
11. When you meet strong people - SUPPORT THEM.
12. When you meet godly people - BLESS THEM.
13. When you meet elderly people - RESPECT THEM.
14. When you meet weak people - STRENGTHEN THEM.
15. When you meet hardworking people - ENCOURAGE THEM.
16. When you meet kind people - ESTEEM THEM.
17. When you meet Honest people -
PROMOTE THEM.
18. When you meet virtuous people - REWARD THEM.
19. When you meety evil people - EVADE THEM.
20. And in all situation “ Watch, Pray and wish everyone well.
Lah justru kopdes itu buat mengubah struktur ekonomi menjadi lebih “inklusif” buat rakyat.
Selama ini kita digoblok2in ekonom kok mau2 ajak. Dibilang pertumbuhannya bagus blablabla, tapi uang besarnya lari kemana?
Jangan marah kalo gue bilang: bukan ke pemerintah.
Kalian tau Celios?
LSM itu dapat dana hibah asing dari OSF, sebesar:
$ 2.000.000 atau sekitar 35,7 miliar untuk jatah kontrak selama 3 tahun. Aliran dana hibahnya habis di 2027 ini, kalau tidak diperpanjang lagi oleh George Soros.
Sebanyak apakah itu duit 35,7 miliar?
Uang itu sebanding dengan:
> Rp 991,6 juta/bulan selama 3 tahun.
> Sebanyak 2,3 juta porsi MBG untuk anak sekolah.
> Itu bisa gaji 15.339 orang sebesar UMR Jawa Tengah.
Tapi sampai detik ini, tidak terlihat sama sekali hasil nyata dari dana hibah sebesar puluhan miliar itu ke masyarakat, padahal kan Celios itu LSM alias Lembasa Swadaya Masyarakat ?
>Dihabiskan untuk apa yah uangnya itu?
Bahkan laporan keuangan dana hibahnya itu gelap banget dan tertutup rapat dari masyarakat.
Kalau kalian mendirikan LSM dan dapat dana hibah sebesar Rp 35,7 Miliar, untuk 3 tahun.
Kalian akan pakai untuk apa demi kepentingan masyaakat?
@abulmuzaffar10@Asura0599 Political will seluruh pemimpin global baru bisa. Kalau dunia masih free flow of capital gini mana bisa. Lo pajakin di Indo, mereka cuma tinggal mindahin kekayaannya ke tempat lain. Malah net negatif buat Indo.
Patriot & MP Bonds udah bagus itu.
Ga ada yang mau bahas fenomena GLOBAL ini dari sisi geopolitik dan siklus utang?
2020 pandemi covid. Bikin 1 dunia terlilit utang jumbo dan ekonomi kolaps.
Lihat data ini.
Era SBY berhasil mendorong ekspansi kelas menengah secara sangat besar.
Periode pertama Jokowi masih menikmati momentum pertumbuhan kelas menengah yang sudah terbentuk sebelumnya. Bahkan sampai 2018, jumlah kelas menengah masih terus meningkat.
Memasuki periode kedua Jokowi, tren mulai berbalik. Kelas menengah mengalami kontraksi tajam, yang menunjukkan melemahnya daya beli dan mobilitas ekonomi masyarakat.
Di era Prabowo, fokusnya mulai bergeser: meredam tekanan, menjaga stabilitas, dan memulihkan momentum pertumbuhan ekonomi.
If you dont think sarana ekonomi dan bisnis bisa dijadikan sbg tools eksploitasi ektrateritorial dan neokolonialisme in peace times, berarti kemampuan u dalam membedah operasional suatu sistem masih kurang bgt.
Tapi sialnya itu lah potret kebanyakan ekonom. Textbook minded 😂
China investasi di Morowali.
Morowali punya GDP per Capita (PPP) yang lebih tinggi dari Paris, NYC, Shanghai, London, Copenhagen, Berlin.
Lalu gimana kondisi masyarakat sekitarnya? Mengenaskan. Indo cuma dapat cipratan kecilnya. Never really coming to our pockets.
China invest dj Afrika disamain ama kolonialisme.
Ya udah bye bye lah impian Indonesia buat industrialisasi, wong yang ngimpi industrialisasi adalah orang yang nyamain investasi dengan kolonialisme.
Ngebantu negara dengan nerima donasi asing tentunya.
Rezim dan oposisi disini berlomba2 siapa yang paling jadi antek-antek dan babunya Amerika diantara mereka.
Disuruh anti pemerintah sejak dini, bukan karena kritis, bukan karena pandangan pribadi atau idealisme politik, tapi karena FOMO ikut arus mainstream.🧐
Young folks are surrounded by very polarizing, pessimistic, very low-agency content. And Emma is right - taking on pessimism is a form of giving up agency and responsibility. But it's our job on the outside to model progress and optimism and responsibility. More on this soon! 2/2
@Nanwang8899 Debunked apanya. Dari dulu debt itu emang tools buat extending extraterritorial influence dan mengekspor kebutuhan atas “currency” si creditors.
Dulu eranya Barat, project2 elektrifikasi di berbagai belahan dunia itu projectsnya para economic hitman.
China is no other.
Setelah berdekade-dekade West Economic Hitman gaslighting kemiskinan dari negara2 yang mereka ekploitasi (melalui sarana sistem “ekonomi” dan “finansial” tentunya), sekarang strategi yang sama diterapkan oleh Wumao Wumao Teeongcock