Dalam sebuah podcast, Deny Sumargo pernah bertanya kepada Chika, ibu dari Kenneth, bayi yang viral karena kemampuan belajarnya sejak usia sangat dini.
"Kalian pernah cek ke dokter nggak sih, kok Ken bisa secerdas itu?"
Jawaban Chika justru membuat banyak orang berpikir.
"Kalau kata dokter, sebenarnya semua bayi punya potensi. Yang membedakan adalah apa yang diberikan orang tuanya selama 1.000 hari pertama kehidupan."
Menurutnya, stimulasi tidak dimulai saat anak lahir, tetapi bahkan sejak masih di dalam kandungan.
Saat usia kehamilan sekitar 28 minggu, ketika pendengaran janin mulai berkembang, mereka rutin mengajak bayi berbicara. Bahkan sang ayah sering membacakan buku, bukan agar bayi langsung memahami isinya, tetapi supaya terbiasa mendengar suara orang tuanya.
Setelah lahir, Kenneth dikenalkan dengan buku hitam putih (contrast book) saat tummy time untuk membantu stimulasi penglihatan sekaligus melatih otot leher dan motoriknya.
Saat memasuki usia sekitar tiga bulan, ia mulai dikenalkan pada buku dengan berbagai tekstur untuk merangsang indra peraba dan membiasakannya mengeksplorasi berbagai sensasi.
Ketika mulai bisa menunjuk benda, orang tuanya juga tidak langsung mengambilkan apa yang diinginkan.
Mereka mengajak Kenneth berkomunikasi.
Misalnya, "Adik mau yang ini? Ini namanya tisu."
Cara sederhana seperti itu membantu memperkaya kosakata sekaligus melatih kemampuan berpikirnya.
Yang paling menarik, orang tuanya mengatakan bahwa mereka tidak mengejar anak yang sekadar pintar secara akademis.
Mereka lebih mengutamakan adab, kemandirian, kemampuan bernalar, dan nilai-nilai kehidupan.
Bagi mereka, kepintaran hanyalah bonus.
Terlepas dari kisah Kenneth, penting diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan dan cara yang berbeda. Tidak semua anak akan mencapai kemampuan yang sama pada usia yang sama, dan itu bukan berarti ada yang gagal. Faktor seperti kesehatan, lingkungan, stimulasi, serta perbedaan individu juga berperan besar dalam tumbuh kembang anak.
Menurut kalian, seberapa besar pengaruh pola asuh dan stimulasi di rumah terhadap perkembangan anak dibandingkan dengan faktor bawaan atau genetik?
AKHIRNYA ADA YANG SPEAK UP JUGAA😭‼️ Aku 100% sepakat sama kamu mbak, ovale emang gacor bangett buat nyerahin area lipatan dan juga slengki.... APALAGI KALO DICOMBO SAMA INII🫣💯
makin kesini makin suka jajan barang yg harganya MAHALAN DIKIT tapi AWET BERTAHUN-TAHUN
🖇️ Sepatu : onitsuka & asics enak dipake travelling
🖇️ Parapack BTV : tas cemplang-cemplung
🖇️ CD Katun Young hearts : bs kurangin keputihan
🖇️ Koper AT : bawaanya banyak tp kerasa enteng
Temen gue udah 8 tahun jadi fotografer, dan iPhone jadi salah satu senjatanya.
Dia bilang, “Tiap bulan gue rata2 dapat sekitar 15jt per bulan dari jasa foto dan video.”
“Kebanyakan user iPhone cuma pakai mode Auto. Makanya fotonya gitu2 aja.”
Pengaturan kamera ini bikin hasil foto dan video kelihatan jauh lebih profesional.
Gini cara settingnya.
1. PHOTOGRAPHIC STYLES (Warna foto lebih konsisten)
Fitur ini bikin karakter warna foto sesuai style yang lo suka.
Jadi hasil foto lebih konsisten tanpa harus edit warna terus.
Cara aktifkan: Settings → Camera → Photographic Styles Pilih tone yang paling sesuai.
Fitur ini tersedia di model iPhone yang mendukung.
2. PRORAW & PRORES (Foto & video kualitas maksimal)
ProRAW = foto mentah yang lebih leluasa diedit tanpa banyak kehilangan kualitas. ProRes = video berkualitas tinggi buat editing serius.
Cara aktifkan: Settings → Camera → Formats Aktifkan Apple ProRAW & Apple ProRes.
Ukuran file memang lebih besar, tapi hasilnya jauh lebih fleksibel saat diedit.
Fitur ini tersedia di model iPhone Pro yang mendukung.
3. GRID (Komposisi ala fotografer)
Grid membantu menerapkan Rule of Thirds.
Hasil foto jadi lebih rapi dan enak dilihat.
Cara aktifkan: Settings → Camera → Grid → ON
4. LEVEL (Biar foto nggak miring)
Muncul garis penanda saat iPhone sejajar. Cocok buat foto produk, makanan, bangunan, atau flat lay.
Cara aktifkan: Settings → Camera → Level → ON
5. LENS CORRECTION (Kurangi distorsi lensa)
Mengurangi efek melengkung di pinggir foto saat memakai lensa Ultra Wide.
Hasil foto jadi lebih natural.
Cara aktifkan: Settings → Camera → Lens Correction → ON
6. RECORD VIDEO (Video lebih tajam)
Kalau bikin konten sehari-hari, pilih 4K 30 fps.
Kualitas videonya tajam dengan ukuran file yang masih efisien.
Cara aktifkan: Settings → Camera → Record Video → 4K at 30 fps
7. PRESERVE SETTINGS (Kamera ingat setting terakhir)
iPhone nggak akan kembali ke pengaturan default setiap buka kamera.
Jadi nggak perlu setting ulang terus.
Cara aktifkan: Settings → Camera → Preserve Settings
Aktifkan pengaturan yang ingin disimpan.
8. MACRO CONTROL (Kontrol mode Macro)
Lo bisa memilih sendiri kapan mode Macro aktif.
Lebih enak buat foto bunga, makanan, atau detail objek kecil.
Cara aktifkan: Settings → Camera → Macro Control → ON
Fitur ini tersedia di model iPhone yang mendukung.
9. AE/AF LOCK (Kunci fokus & pencahayaan)
Tekan dan tahan objek sampai muncul AE/AF LOCK.
Fokus dan pencahayaan tetap terkunci meski kamera digerakkan.
Ini salah satu trik yang paling sering dipakai fotografer.
10. APLIKASI PENDUKUNG (Biar hasil makin maksimal)
📷 Adobe Lightroom — Edit warna & pencahayaan. 🎨 Snapseed — Edit foto gratis dengan fitur lengkap. ✨ VSCO — Filter foto yang estetik. 🎬 CapCut — Edit video langsung di iPhone. 🎥 Blackmagic Camera — Kontrol kamera video lebih lengkap.
cc : septianandromeda