Dari keramaian ini kita dibukakan mata bahwa:
Remaja ini mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita mempertahankan kebenaran walau yang kita hadapi adalah mereka yang lebih tinggi, memiliki pengaruh bahkan dihormati.
Keberanian ini gak banyak dimiliki oleh anak-anak Indonesia, mungkin di antara kita saat dihadapkan dengan situasi seperti ini akan lebih memilih mengalah pada otoritas yang lebih tinggi.
Antara Juri, MC dan anak SMA. Bisa-bisanya orang dewasa mengecilkan harga diri generasi muda yang berani bersuara, rasa-rasanya dewan juri menolak keadilan itu dibuktikan, sebaliknya menggunakan otoritasnya untuk membungkam.
Di lain sisi, MC tidak cukup menenangkan dan menganggap anak SMA ini anak kecil yang tidak mungkin lebih benar dari pada dewan juri.
Tetapi dari itu semua, jika angkatan muda Indonesia hari ini seperti anak perempuan ini, rasa-rasanya optimisme kita untuk menjadi bangsa yang besar akan lebih cepat terwujud.
-copas-
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive
URGENT: TESSO NILO DALAM BAHAYA, TESSO NILO DALAM BAHAYA , TESO NILO DALAM BAHAYA🚨
JANJI PEMERINTAH UNTUK MENGEMBALIKAN TESSO NILO JADI KAWASAN HUTAN YANG RAMAH AKAN SATWA CUMA SEKEDAR OMON OMON.
PEMERINTAH PEMBOHONG
PEMERINTAH PENDUSTA
PEMERINTAH KALAH SAMA MAFIA
Meski Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menyita kebun-kebun sawit di Taman Nasional Tesso Nilo sejak 10 Juni 2025, tandan buah segar (TBS) dari kawasan konservasi itu tak berhenti mengalir ke pabrik-pabrik di sekitarnya.
Investigasi Mongabay membuktikan: truk-truk pengangkut sawit ilegal tetap beroperasi, menembus koridor perusahaan bubur kayu, melewati batas provinsi, hingga CPO-nya tiba di kilang milik korporasi besar yang mengklaim komitmen nol deforestasi.
Di balik rantai pasok yang panjang itu, satu benang merah tampak jelas absennya sanksi terhadap pabrik penerima. Selama pembeli tak disentuh hukum, permintaan terhadap sawit ilegal akan terus ada.
Para pegiat lingkungan dan pakar hukum mengingatkan: Satgas PKH punya kewenangan dan regulasi yang cukup untuk menindak pabrik-pabrik itu, namun hingga kini pilihan itu belum diambil. Tesso Nilo pun terus menyusut.
Lagi-lagi terjadi, dr. Aida eks direktur RS di Lampung ditetapkan tersangka atas kerugian negara, karena karena renovasi ruangan ICU dan kebidanan, agar pasien BPJS dapat berobat.
Fisiknya ada, dr. Aida pun ga terima sepeserpun.
Cc. Presiden @prabowo
🚨 ACEH BANJIR LAGI HARI INI 17 FEBRUARI
ACEH DILARANG BERISIK 💔💔💔😭
BUNA BUNA GAK SUKA🥀
Suasana menyambut bulan suci Ramadan 1447 H di Kabupaten Pidie Jaya yang seharusnya dipenuhi sukacita, berubah menjadi keprihatinan mendalam.
Alih-alih mempersiapkan hidangan daging untuk tradisi Makmeugang, warga di beberapa desa, termasuk Gampong Meunasah Raya, justru harus bergelut dengan lumpur dan sisa-sisa banjir bandang.
Tradisi yang Terendam Lumpur Puncak kesulitan warga terjadi pada Selasa malam, 17 Februari 2026, bertepatan dengan malam Makmeugang. Melalui pantauan media sosial, terlihat luapan air berwarna cokelat pekat merendam pemukiman warga dengan ketinggian yang signifikan. “Tragedi malam Makmeugang, Selasa 17 Februari 2026. Besok mau puasa,” tulis salah satu warga dalam unggahan video yang menunjukkan air menggenangi halaman rumah di tengah kegelapan malam.
Hingga Rabu pagi, saat warga Aceh biasanya sibuk memasak daging meugang, warga di lokasi terdampak justru terlihat bahu-membahu membersihkan tumpukan lumpur setinggi betis dewasa yang masuk ke dalam rumah. “Singoh makmegang, kamoe mantong peugleh rumoh (Besok makmegang, kami masih membersihkan rumah),” tulis akun gampongmeunasahraya, menggambarkan ironi yang dialami warga.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya secara mandiri untuk memulihkan kondisi tempat tinggal mereka. Bantuan alat berat atau tambahan personel untuk membantu pembersihan material lumpur sangat diharapkan agar masyarakat dapat menyambut hari pertama Ramadan dalam kondisi yang lebih layak.
Masyarakat Aceh berharap agar cuaca ekstrem segera berlalu, mengingat pentingnya kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini. (https://t.co/NeZOQHAMqZ) Semoga banjirnya segera surut ya!🙏🏻
Berisik dilarang 🙂↕️
Diam di anggap sudah baik😏
Sabtu 14 februari 2026
Ramadhan sudah mau dekat tapi rumah mereka belum pulih dalam lumpur yang basah Yuk ikutan andil dalam membantu saudara kita yang ada di aceh
🚨KRONOLOGI KEJADIAN NENEK SAUDAH 💔
Nenek Saudah (68), warga Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menjadi korban penganiayaan setelah menentang aktivitas tambang emas ilegal di lahan miliknya.
Ia sebelumnya meminta para penambang menghentikan penggalian dan aktivitas sempat berhenti, namun usai Magrib para pelaku kembali masuk ke lahannya. Dengan hanya berbekal senter, Saudah berjalan seorang diri menuju lokasi tambang sekitar 300 meter dari rumah.
Di tengah jalan, ia dilempari batu dan dipukuli oleh sekelompok orang hingga terjatuh dan tak berdaya. Dalam kondisi setengah sadar, ia mendengar para pelaku mengira dirinya telah meninggal. Karena menganggap korban tewas, pelaku membuang tubuh Saudah ke semak-semak di tepi sungai sekitar pukul 22.00. Sekitar pukul 01.00 dini hari, Saudah tersadar dan merangkak pulang, namun kembali pingsan di depan rumah. Keluarga kemudian membawanya ke RSUD Tuanku Imam Bonjol untuk mendapatkan perawatan medis.
Kalau terjadi di Jawa: viral seketika, Kapolres,Kapolda,jaksa,hakim dipanggil DPR, semua gerak cepat.
Kalau di Sumatra, diam seribu bahasa, tak ada yang peduli.💔
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Omong kosong belaka. "
Urgent ⚠️ ⚠️ ⚠️ ⚠️ 🆘🆘🆘
SETIAP MALAM MEREKA BERGERAK!
Para pembantai hutan ini mengangkut kayu hasil illegal logging di kegelapan malam.
Perusahaan? Masih jalan seperti biasa.
Bedanya cuma satu: pencuriannya dilakukan saat semua orang tidur.
Tolong perhatikan ini, wahai penguasa! Jangan biarkan hutan kita terus dirampok di kegelapan!
📍 Aceh Tamiang
Saat @SherlyAnnavita terus bersuara soal banjir Sumatera–Aceh, yang datang bukan bantahan, tapi teror 💥 mobil dicoret, rumah dilempar telur busuk, medsos dipenuhi ancaman buzzer🥚. Kalau cuma beda pendapat, kenapa pakai intimidasi? Jelas ada yang tersinggung—bukan oleh fitnah, tapi oleh kebenaran 💡
secara data dia bener, tapi pendapat ini juga bisa menyesatkan kalo dipakai sebagai justifikasi kebijakan.
70% oksigen di dunia memang diproduksi oleh fitoplankton, hutan memang bukan paru-paru utama dunia.
narasi yang sering muncul sebab dari pendapat di atas adalah "kalo laut yang bikin oksigen, kenapa kita ribut soal hutan?"
nah, di titik inilah false dichotomy muncul. dipertentangkan seolah harus memilih salah satunya.
padahal ekosistem itu sepaket, gabisa cangcingcup pilih salah satu.
di bukuku, Arcana Oceanis, ada salah satu bagian di mana aku bahas gimana hubungan laut dan darat.
teman-teman, kalo hutan rusak, efek kerusakannya itu bukan hanya dirasakan darat, tapi juga sampai ke laut.
kalo hutan rusak, sedimentasi meningkat. akibatnya, terumbu karang bisa mati.
hutan rusak juga bisa menyebabkan ledakan alga yang menghasilkan racun bagi kehidupan laut serta manusia.
suhu laut yang naik juga disebabkan oleh daratan yang rusak, khususnya hutan.
jadi gabisa kita ambil salah satu, sementara lainnya kita abaikan. semua udah dalam satu harmoni, saling terhubung.
memang paling benar, ayola semua pemangku kebijakan, kita taubat ekologis.
memanglah secara ekonomi atau pertumbuhan ga secepat apa-apa yang ada di atas kertas modern, tapi para pendahulu kita, hidup dengan nyaman, mati dengan tenang, tanpa merusak apapun.