They already make peace about it and think like "Udahlah, anak ini emang sesuka dirinya terus kalau ngapa-ngapain." Which is, true. My consistency is me being inconsistent. The more I get pressured and forced to be consistent, the more I retaliate and ended up doing nothing.
My parents and caretakers been thinking that I'm some kind of... Lazy genius [while I am not, I just hate formal education]. So when I go from first rank di semester satu and dropped to 25th di semester 2, and go back again to rank 1 at the next semester, they're never protest.
tiap nilaiku turun, ibuku cek turunnya wajar atau drastis. Kalau drastis, ditanya ada masalah apa.
Kalau memang situasi kesehatan mental sedang gak baik, ibuku paham, dan langsung gerak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Kenapa PLN Bisa Padam Padahal RI Eksportir Batubara Terbesar?
Yang perlu diluruskan dulu, batubara Indonesia tidak hampir habis. Cadangan kita masih puluhan miliar ton. Ini krisis salah kelola harga dan kuota, bukan krisis stok.
Akarnya ada di harga DMO (harga jual wajib ke dalam negeri). Harga batubara ke pembangkit dipatok US$70/ton dan tidak pernah direvisi selama 8 tahun sejak 2018. Afu Padahal ke pabrik semen US$90/ton dan ke smelter dipatok harga pasar, jadi PLN dapat prioritas terakhir dari penambang. Ima-api Logikanya wajar: kalau pembeli lain bayar lebih mahal, PLN diantri belakangan.
Diperparah ongkos produksi yang naik. Stripping ratio sudah di angka 10-12, sehingga jual ke PLN di harga US$70 sudah tidak ada untungnya buat perusahaan, apalagi batubara kalori medium yang dibutuhkan PLN makin langka.
Lalu pemerintah malah memangkas kuota. Produksi 2026 dipangkas dari 790 juta ton (2025) ke target sekitar 600 juta ton, dengan pemangkasan 40-70% per perusahaan, dan RKAB baru berlaku April. Akibatnya pasokan tidak pasti.
Secara kontrak pun bolong, PLN butuh 154 juta ton, sudah terkontrak baru 134 juta ton Bisnis Dunia Energi, jadi masih kurang sekitar 20 juta ton.
Ada salah kebijakan? Iya.
Pemerintah resmi membantah ini krisis batubara dan menyebut pemadaman murni gangguan teknis mesin pembangkit. Tapi ironisnya Bahlil sendiri mengakui harga DMO US$70 sudah tidak relevan dan sedang dikaji untuk direvisi.
Yang bikin yakin ini salah kebijakan, pola yang sama sudah meledak di 2022, saat pemerintah melarang ekspor batubara sebulan karena stok PLN kritis dan hampir 20 PLTU terancam padam, akibat penambang tidak memenuhi kewajiban DMO. ESDM Akarnya dibiarkan, sekarang berulang.
Siapa bertanggung jawab?
Tiga lapis.
Regulator (Kementerian ESDM) yang membiarkan harga DMO beku 8 tahun sekaligus memangkas kuota di waktu yang salah.
Manajemen PLN yang kontrak pasokan dan stok minimumnya lemah, terlalu bergantung pembelian jangka pendek.
Dan desain energi nasional yang masih kecanduan batubara, 67% pembangkit kita masih PLTU batubara. Intinya, bukan kehabisan batubara, tapi harga yang bikin penambang ogah pasok ke PLN.
Selama harga DMO dan skema kontrak tidak dibenahi permanen, kejadian ini bakal terus berulang.
Seni di salon borjuis yang cuma bisa diakses orang sugih memang disukai penguasa, karena bisa kasih legitimasi "nih kami demokratis, tidak anti kritik."
Makanya mereka sampai mau keluar duit.
Coba seni eksplisit begini dipajang di ruang publik, apa mereka juga mau sponsorin?
the reason why Palestine isn’t being seen anymore is because there’s barely any journalists left. Lebanon is going through a severe escalation. Palestine is still going through a genocide. 150k people were killed in Sudan. People in congo are being killed. Don’t stop talking.
⚠️ Bahaya Minum Langsung dari Kaleng!
Banyak kaleng minuman disimpan di gudang yang bisa saja terpapar urin tikus. Jika terkontaminasi bakteri Leptospira, risikonya bukan sekadar sakit perut, tapi bisa menyebabkan leptospirosis—penyakit yang dapat menyerang ginjal, hati, hingga berujung fatal.
Baru-baru ini, seorang pemuda di Malaysia dilaporkan meninggal setelah terinfeksi leptospirosis.
Untuk mengurangi risiko terkena Leptospira :
✅ Cuci bagian atas kaleng sebelum diminum.
✅ Atau tuang ke gelas terlebih dahulu.
Yg diperlukan ialah industrialisasi, bukan menambah jumlah sarjana (apalagi pascasarjana). Kalau industri berkembang, dengan sendirinya permintaan tenaga kerja terdidik akan meningkat.