WOW??
"Om Hendrik Irawan ternyata satu circle pertemanan dg Om Ivan Gunawan. Artinya, koneksi & pergaulan beliau sangatlah luas.
Tak heran jika usaha & bisnisnya sukses, karena beliau memiliki lingkungan yg kondusif & penuh dukungan yg membahana!"
#Ngik
https://t.co/TvWMNgRMdn
SERANGAN BENDERA PALSU TERUNGKAP DI BAHRAIN
Serangan yang melukai 32 warga sipil pada 9 Maret 2026 di Mahazza, Pulau Sitra, dekat lepas pantai ibu kota Manama, ternyata disebabkan oleh tembakan rudal Patriot dari pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negara itu, demikian yang diumumkan kantor berita Reuters pada Ahad (22/3/2026).
Awalnya, Bahrain dan AS telah menuduh Iran sebagai pihak yang menembakkan drone dan rudal dalam perang balasan terhadap AS dan Zionis Israel. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Teheran sebelumnya membantah tudingan tersebut.
Meskipun mengakui telah menembakkan rudal ke wilayah Bahrain, Iran menyatakan bahwa targetnya adalah pangkalan militer AS. Iran juga menyebut adanya operasi bendera palsu yang dilakukan untuk menyalahkannya dan memprovokasi negara-negara Teluk Arab agar membantu Zionis-AS memerangi Iran.
Kini, Kementerian Luar Negeri Iran telah menanggapi temuan Reuters bersama tim peneliti di Bahrain. "Apa yang disembunyikan oleh musuh, kini telah terungkap," demikian pernyataan Iran yang dikutip dari Palestines Chronicle.
Reporter: Bambang Noroyono Kreator: Pangeran Arga Produser: Eko Supriyadi 📰 Republika
Emang gila ya duo dajjal ini ahli dalam framing, prpaganda dan adu domba!!
——
Serangan false flag terungkap di Bahrain.
Kantor berita Reuters mengabarkan, serangan yang melukai 32 warga sipil pada 9 Maret 2026 lalu di Mahazza, Pulau Sitra, dekat lepas pantai ibu kota Manama disebabkan oleh tembakan rudal Patriot dari pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negara itu.
Bahrain sempat menuduh Iran sebagai pihak yang menembakkan drone dan rudal-rudalnya dalam perang balasan terhadap AS dan Zionis Israel. “Rudal Patriot yang terlibat dalam ledakan di Bahrain dioperasikan oleh Amerika Serikat,” begitu tulis Reuters, Ahad 22 Maret 2026.
AS dan otoritas pemerintahan di Bahrain sempat menuding Iran sebagai dalang peristiwa tersebut. Saat itu, Iran menyasar pangkalan militer Paman Sam yang berada di negara-negara Teluk, termasuk Bahrain. Namun Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Teheran pernah membantah tudingan itu. Meskipun mengakui militer Iran menembakkan rudal-rudalnya ke wilayah Bahrain, tetapi target rudal-rudal tersebut adalah pangkalan militer AS.
Iran menepis tudingan awal Bahrain dan AS ketika itu, dengan menyebut adanya operasi bendera palsu yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk menyalahkan Iran. Sekaligus untuk memprovokasi agar negara-negara di Teluk Arab ikut membantu Zionsi-AS memerangi Iran.
Kini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran telah menanggapi temuan Reuters bersama tim peneliti di Bahrain itu. “Apa yang disembunyikan oleh musuh, kini telah terungkap,” begitu pernyataan Iran yang dikutip dari Palestines Chronicle, Senin, 23/3/2026
"Kami sedang berperang dengan Muslim, mereka adalah musuh kami, apakah mereka Sunni atau Syiah, itu tidak masalah. Setiap pihak yang menerima dukungan mereka, kami akan berperang melawannya."
Pete Hegseth,Menteri Perang AS
Ini bukan main2. Kalo udah kek gini Wo2 mustinya tidak se-genk lagi dengan Amrik, kecuali dia tidak merasa mußlim dan rakyat Konoha bukan mayoritas muslim.