Gagal membedakan spons dgn es kue adalah kegagalan paling elementer dlm membaca realitas.
Maka, mudah dipahami jika sering salah tangkap, "main gebuk" dan/ atau kekerasan kerap jadi jalan pintas, krn nalar lebih dulu tumbang, sebelum empati sempat bekerja.
AKHIRNYA MENGEMIS MAAF.
Tapi, maaf selalu datang belakangan, setelah martabat rakyat kecil dipermalukan.
Inilah kalau anak lulusan SMA mengenakan seragam & dipersenjatai, cenderung :
AROGAN,
BUTA HURUF KONTEKS,
TAJAM DI PENTUNGAN.
.
.
Krn itu wajar jika ada tuntutan, sebaiknya aparat minimal berpendidikan S1.
Bukan karena strata pendidikan menjamin kebijaksanaan, melainkan krn literasi dasar, logika elementer, & kemampuan memisahkan fakta dari asumsi, tak menjadi kemewahan, melainkan ;
SYARAT MINIMUM KEKUASAAN.
Sebab, ketika kekuasaan dan/ atau kewenangan berada di tangan orang yg asing dgn buku, fakir literasi, tumpul logika, retak nalar, & rapuh empati, yg berbahaya bukan soal salah prosedur, melainkan arogansi & banalitas kekerasan yg merasa dirinya benar.
.
.
Wakil Presiden RI @gibran_tweet menghadiri jamuan makan malam G20 bersama para pemimpin negara serta pimpinan organisasi internasional, usai rangkaian kegiatan hari pertama KTT G20 di Hall A, Johannesburg Expo Centre, Afrika Selatan.
Kehadiran Wapres mewakili Presiden @prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam forum global & memperkuat hubungan dgn para mitra strategis dunia.
Keterangan pers Wapres @gibran_tweet usai penutupan KTT G20 di Johannesburg.
Didampingi Menko Perekonomian, Wamenkeu, Wamenlu, serta Duta Besar RI, Wapres menyampaikan rangkuman sikap Indonesia terkait agenda inklusivitas ekonomi, stabilitas global, dan kemitraan strategis dengan negara-negara anggota G20.
Kehadiran delegasi Indonesia menegaskan komitmen Presiden @prabowo untuk memperkuat peran Indonesia di forum global serta memberikan kontribusi nyata bagi arsitektur ekonomi dunia.
Kalian telah mengkhianati kepercayaan rakyat. Rakyat telah menitipkan suaranya, tapi kalian tidak pernah bekerja untuk rakyat. Kalian sibuk memperkaya diri dan membuat/menyetujui kebijakan yang sama sekali tidak pro rakyat. Setelah hancur baru bicara, kemarin kemana ?!?
Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, Uya Kuya dinonaktifkan. Tapi, coba lihat di bawah ini: mereka masih mendapat hak keuangan & bisa diaktifkan kembali.
Rakyat dikibulin lagi?
@msaid_didu Sdr/I yg mulia, perkenalkan @msaid_didu yg memiliki keahlian Provokasi tingkat dewa. Seorang yg pernah menjabat bbrp Jabatan penting baik di ESDM maupun Komisaris BUMN, pemahaman Konsltusinya spt anak TK. Yg ada dihatinya dendam membara pada orang baik spt @jokowi
@msaid_didu Kalau otak sdh rusak selalu berfikir jelek mmg du du...Pa Jokowi hanya menerangkan bukan ajak perang. Susah mmg, pantesan dipecat ya modelnya kamu tuch kayak gitu du...teruslah dlm sakit hatimu 🤣🤣🤣
@ch_chotimah2 Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk emang kenapa? Bersurat itu biasa, masalahnya apakah yang diajukan sesuai syarat perundang-undangan? Ya jelas kagak, karena selama menjabat kagak ada kriteria yang ada dalam UUD 45, dipenuhi, dah geetuu aja he he he
@ch_chotimah2 Meskipun begitu, Pak Jokowi satu²nya sosok yg menang dalam kontestasi Walikota (2x), Gubernur (1x) dan Presiden (2x)... Itu menunjukkan kualitasnya jauh lebih baik dari 2 org yg kau sebut tadi... Sampai sini paham??? 😀