Dear Pak @prabowo, @bahlillahadalia, @dewanenergi,
Pada Jumat, 22 Mei pukul 18.44, sebagian wilayah Sumatra terkena blackout. Jutaan konsumen listrik terdampak dan kehilangan akses listrik yang sangat penting untuk menopang kehidupan sehari-hari. PLN membenarkan adanya gangguan pada sistem interkoneksi Sumatra, meski belum jelas apa pemicunya. Ada dugaan faktor cuaca buruk berperan.
Namun, blackout massal di Sumatra bukan sekadar soal βcuaca burukβ atau satu jalur transmisi 275 kV terganggu. Sistem kelistrikan modern seharusnya tetap stabil meski ada satu gangguan (N-1 security). Jika satu fault berkembang menjadi blackout lintas provinsi, berarti ada persoalan yang lebih dalam: bottleneck transmisi, proteksi sistem, cadangan daya, atau lemahnya ketahanan grid.
Investigasi @KementerianESDM@ditjengatrik harus transparan dan berbasis data teknis: relay logs, SCADA, PMU, sequence of events, hingga performa proteksi dan dispatch pembangkit.
Enak ya jadi BUMN @pln_123, lampu da mati 15 jam, masih belum hidup. Tanggung jawab yang ada cuma minta maap dan minta warga bersabar. Tu pun disampaikan lewat medsos.
Ada mikir gak rakyat da rugi berapa banyak karena mati listrik ini? Perusahaan terpaksa harus pakai genset beroperasi yang dimana harga SOLAR lagi MAHAL"NYA.. Makanan warga yang di kulkas gimana tuh? Busuk semua.. Belum lagi yang ada usaha restoran berapa banyak rugi nya tu?
Dari PLN cuma minta maap. Giliran warga telat bayar listrik lansung main denda.
Enak ya jadi BUMN negara INDONESIA