Seorang pengusaha dan investor asal Inggris Martyn Terpilowski ikutan memberi kritik soal penunjukan Ginka dan asisten Raffi Ahmad sebagai komisaris BUMN. Lewat akun Linked-in miliknya, Martyn mengungkapkan kekecewaannya dan melihat kalau pemerintah nggak peduli dengan pandangan investor internasional terhadap Indonesia.
Bahkan di kolom komentarnya, ia menyebut penunjukan komisaris-komisaris ini dengan “ludicrous appointments”
KEBUN BINATANG EMANG DIHAPUSKAN AJA TERUS BALIKIN HEWAN HEWANNYA KE HUTAN ATAU KONSERVASI.
TERUS BEKAS KEBUN BINATANGNYA DIJADIIN PENJARA BUAT KORUPTOR AJA BIAR BISA NONTON LANGSUNG MEREKA DIKANDANGIN DAN MENDERITA 😇😇😇
@tanyakanrl Ga semua orang dibesarkan dengan baik oleh org tuanya nder. Dan hasilnya ada org yg bermulut jahat. Jadi beruntunglah km yg dibesarkan penuh kasih sayang dan full cinta oleh ortumu.
Tiap ada org jahat aku selalu berpikiran begitu.
Salahkan pemilik kebun sawit. Menutup jalur Tesso Nilo, bikin rombongan gajah liar (termasuk yang ada betinanya) nggak bisa masuk ke kawasan Flying Squad. Jadinya gajah Indro musth berkepanjangan.
Mau nyalahin negara juga boleh. Ayolah kemenhut, thas thes gitu lho.
Jangan ada yg nyalahin mahout, ya. Yang nyalahin mahout pantatnya kelap kelip sebulan.
"Bapa, saya stres. Kalau saya pulang ke sana, saya takut. Biar saya mati saja , supaya jangan ada korban nakes yang lain."
Itu pesan terakhir dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni , dr. Icha , sebelum ditemukan meninggal, 26 Juni 2026.
Ia sedang menyelamatkan anak korban gigitan ular. Sesuai SOP. IDI mengkonfirmasi.
Tapi yang diduga anggota DPRD Komisi III , komisi yang membidangi kesehatan , membentak dan mengancam:
"Kau akan bertemu saya di Komisi III."
23 saksi di lokasi. Surat wasiat diamankan polisi , berisi intimidasi dan ancaman.
Bupati TTU sendiri berkata:
"Peristiwa ini akan membuat nakes takut bertugas di sini."
Dr. Icha memilih mati agar rekan sejawatnya tidak jadi korban berikutnya.
Di negara ini ,siapa yang melindungi dokter yang sedang menyelamatkan nyawa rakyat?