"Mulai hari ini haram hukumnya, ya, yang namanya Mako diserang. Haram hukumnya! Dan kalau sampai kemudian mereka masuk, aturan sudah ada, terapkan aturan itu! Kalau sampai masuk ke asrama, tembak! Rekan-rekan punya peluru karet, tembak! Paling tidak kakinya. Tidak usah ragu-ragu"
Permintaan maaf saja ga cukup. Jujur aja.
Karena mengendarai mobil baja gitu, dengan kecapatan tinggi ke arah kerumunan itu sudah sangat2 ga masuk "akal sehat"
Bukti videonya jelas.
Ga mngkin itu masuk blindspot.
Campaign disinformation udah di mulai sama stafsus squidward ini yang sepertinya di majuin buat nge degradasi perjuangan sipil, kita harus lebih bersiap. #TolakRUUTNI
Mendengar berita yang sungguh membagongkan tentang apa yang mereka lakukan ke band Sukatani. Maka, saya hanya mau bilang: "HAI, KAMI ADA DAN BERLIPAT GANDA!"
#kamibersamasukatani
China Destroyed Silicon Valley.
They built an AI model that beats OpenAI, Google, and Meta.
It only cost them $6M (vs OpenAI's $17.9 billion).
Here's how DeepSeek is changing AI & why Sam Altman & the US government are worried:🧵
@NarasiNewsroom OCCRP berdiri 2003, kesang blm 10thn. SD SMP SMA lulus kuliah, PSI didirikan, pacaran sama felice, putus, nikah sama gundono, PSI 3x pemilu gak lolos senayan, kesang masuk PSI, 3Hr kemudian jd ketua PSI, PSI tuduh OCCRP barisan sakit hati. PSI pikir ini lembaganya Qodari?😆😆
Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) mengungkap alasan di balik masuknya nama Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), dalam nominasi tokoh terkorup versi lembaganya.
Nama Jokowi masuk nominasi bersama Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina, dan konglomerat India Gautam Adani.
Dalam pernyataan resminya yang diunggah pada 2 Januari 2025, OCCRP menyatakan pihaknya menerima lebih dari 55 ribu masukan dari orang-orang di seluruh dunia untuk nominasi, termasuk tokoh-tokoh politik paling terkenal.
"Ini termasuk nominasi mantan presiden Indonesia Joko Widodo, yang dikenal sebagai Jokowi. OCCRP memasukkan nominasi yang memperoleh dukungan daring terbanyak dan memiliki beberapa dasar untuk dimasukkan sebagai finalis," demikian pernyataan OCCRP.
OCCRP mengakui tidak memiliki bukti bahwa Jokowi terlibat dalam korupsi untuk keuntungan finansial pribadi selama masa jabatannya.
Namun, masukan dari kelompok masyarakat sipil dan para ahli yang diterima OCCRP mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi secara signifikan melemahkan komisi antikorupsi Indonesia.
"Jokowi juga dikritik secara luas karena merusak lembaga pemilihan umum dan peradilan Indonesia untuk menguntungkan ambisi politik putranya, yang sekarang menjadi wakil presiden di bawah presiden baru Prabowo Subianto," kata OCCRP.
OCCRP menjelaskan pihaknya tidak memiliki kontrol atas tokoh-tokoh yang masuk nominasi karena nama-nama tersebut berasal dari masyarakat.
Proses seleksi akhir OCCRP didasarkan pada penelitian investigasi dan keahlian kolektif jaringan, dan keputusan final untuk penghargaan "Person of The Year" dibuat oleh para juri.
| Narasi Daily
@kumparan OCCRP telah membuat lebih dari 702 pejabat dunia mengundurkan diri atau diskors dari jabatan.
Laporan2 lembaga ini telah menghasilkan lebih dari 620 dakwaan, berbagai vonis hukuman...
https://t.co/ZPk8H3k22g