Di Hari Anak Nasional ini, mari kita mengucapkan terima kasih kepada anak-anak Hotman Paris yang ngespill kelakuan Bapak mereka sendiri sampai akhirnya HPH mundur sebagai kuasa hukum Jampidsus.
gaya hidup baru jakarta. club untuk millenial kantoran buka jam 3-9pm 😀
cocok buat umur2 satu tangan megang wine glass, satu tangan megang minyak kayu putih
bayangin ini jalur resmi masuk Pertamina lewat BPS tesnya puanjanggg dan soalnya susah gila. kalo lu ga pinter, cerdas, kritis, bahasa inggrisnya bagus, paham isu terkini terkait bidang yg didaftarin, dan lainnya ga bakalan mungkin lolos. tiba-tiba ada bocah 27 tahun jalur fast track timses jadi komisaris yg gajinya bisa nyentuh 200jt sebulan like what the hhhh..???
Kebetulan sekarang kami jadi satu industri. Aku dan Ginka.
Ku jelaskan secara awam tugas KOMISARIS di industri ini.
Garis besarnya;
Dia mengawasi direksi,
membaca risiko,
mengkritisi proyek,
menjaga governance,
dan memastikan perusahaan tidak dibajak kepentingan non-teknis.
Nah kalau orang yang dipilih berdasarkan loyalitas doang bukan kompetensi. Udah jelas arahnya. Supaya tugas diatas GA ADA YANG REM. Direksi bisa jalan tanpa koreksi tajam, proyek bisa lolos tanpa pertanyaan keras, procurement bisa minim kontrol, dan keputusan strategis bisa lebih mudah ditarik ke kepentingan politik.
Jabatan dia murni stempel doang, untuk kepentingan orang-orang di atas.
Dan orang-orangnya kayak Ginka ini menjamur di BUMN kita.
Soooo....Good luck WNI 😂😂😂
Baju brand lain mungkin pas beli harga lebih murah, tapi gak bertahan lama dan gw gak bisa pake itu sering (gak bisa dipake kerja misal). Jatuhnya value per usage malah lebih mahal. Gitu
Might be bias, tapi gw selalu ngitung value per usage. Uniqlo di gw jatuhnya murah bgt karena minimal bgt 1 celana aja bisa bertahan 5 tahun. Setiap seminggu makenya 2-3x buat kerja. Kali aja 5 tahun. Berarti setiap pake harganya berapa…?
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
duhhhh lega banget bisa ceritain ini diruang publik kayak gini😭🫶🏻
temen-temen yang lagi hadapin masalah besarrrr, takut sama hari esokk, atau pundaknya emang lagi berat bangett pleaseee selalu inget kalo Tuhan itu maha baik, maha besar, maha kuasa!🩷✨
Sebagai engineer Indo yang belajar banyak dari Ibam, baca ini sakit hati rasanya.
Satu-satunya saran buat teman-teman tech di titik ini: usahakan cari jalan untuk berkarier di luar negeri. Kalaupun stay, jauh-jauh dari public sector atau pemerintahan, tetap di private sector.
Teknologi di Indonesia sudah selesai. Investasi terbaik saat ini yang bisa kita berikan buat generasi berikutnya: berkarya sebaik-baiknya di luar negeri dan membangun network seluas-luasnya.
Selamat tinggal keadilan, selamat jalan teknologi Indonesia. Unicorn era was a nice ride.
Ummm…just so you know, kalau logic semua perusahaan yang di invest sama Vanguard and Blackrock itu di boycott…semua produk/service/apapun itu yang kalian pake sehari hari di Indonesia/dunia SEMUA TANPA TERKECUALI akan kena boycott. Vanguard and blackrock itu investasi nya indexing, bukan manual stock-picking.
Note: I’m very very very pro-palestina and anti-israel/zionist.
maka dari itu, harus ada gimana caranya pedagang ayam penyet bisa dipajakkin setara white and blue collar.
terutama yang ambil pedestrian sampe gw yg bayar pajak PBB ngga bisa pake.
jangan kelas menengah ngehek terus yg diperes uangnya @DitjenPajakRI@pramonoanung
bbrp tahun lalu, satu sepupuku bangkrut, katanya mau bunuh diri krn dikejar2 utang. mereka datang padaku mau minjam uang, nilainya ratusan juta. memikirkan keselamatannya, kucairkanlah sebagian investasi yg kupunya dan kupinjamkan. dia pun kami bawa ke dokter utk berobat stress dan depresinya itu. sayangnya, bertahun2 nggak dibayar. dicicil pun tdk, kyk dianggap lupa. saat kutagih dgn cara halus setelah sekian lama, aku dimaki-maki. orangtuaku, yg adalah tante dan om mereka, juga direndahkan. akhirnya setelah hampir 5 thn, lunas juga. tapi nggak kumaafkan lancangnya orang itu menghina orangtuaku.
saat pandemi, satu sepupu lain sekarat di rs, butuh pengobatan yg harganya mahal bgt. adiknya telp aku minta pinjam uang hampir seratus juta, katanya nanti akan jual mobil utk mengganti. krn memikirkan sekarat dan penanganan yg hrs segera, besoknya langsung kutrf. alhamdulillah dia selamat. pengobatannya berhasil. tapi tetap aja, nagih hutangnya susah banget. mobil nggak jd dijual. aku minta dicicil pun, nagihnya udh kayak ngemis. si adik lepas tangan dgn angkuhnya, bilang dia nggak ada minjam dan duit itu bukan dia yg menikmati, si kakaknya ternyata menipu banyak orang setelah sembuh dan berujung masuk penjara. dari balik tahanan pun, orangtuaku juga masih dihina-hina. sisa utangnya masih ada 40an juta.
di sisi beberapa sepupu ternyata ada pemikiran: "ngapain cuma 40an juta aja ditagih, duitnya kan banyak?" ketawa miris aku pas hal itu sampai ke telingaku. aku berusaha jadi orang baik, tapi ternyata aku jadi jahat di mata mereka ketika utang itu kutagih. di mata mereka, aku nggak boleh nagih.
aku cerita panjang begini utk pelajaran juga ke kalian: jgn gampang minjemin duit ke orang, apalagi dlm jumlah besar, meskipun mereka masih dlm lingkup keluarga dan kita nilai baik. yg baik itu bisa berubah jadi setan saat berutang.
Kalau ngomongin sebagian warganya boleh ya?
Pas tinggal dan kerja di sana, ada kesan sebagian arek-arek itu memandang orang karena harta/jabatan/anak siapa.
Pas lg cangkruk ada yg lewat "kuwi anake sing nduwe bis...." Lalu "itu anaknya walkot ...." Dsb dsb, mending kalau jabatannya sendiri, lah ini anaknya siapa dan siapa, auto males aku😄 ya nggak semua sih, tapi di kota lain aku jarang nemu mindset begitu.
Akhirnya sering cangkruk ya ambek arek-arek Yakarta, termasuk Erna😄
Mohon maaf bila nggak berkenan
Hanya share pengalaman saja
Sebagian kok, nggak semua
🇯🇵⚽ Japanese legend Keisuke Honda just told the truth:
"I personally want Iran to participate in the World Cup."
A US sponsor paused his ad deal. Because he said it.
Honda's response? "We're better off without companies that ignore the essence and make rotten decisions."
This is what integrity looks like. In sports. In business. In life.
A football legend stands up. A sponsor backs down. Honda doesn't blink.
Iran has been bombed for weeks. Children killed. Schools destroyed. Hospitals hit. And a US company punishes an athlete for saying they should play football?
The rot is everywhere. Honda named it. The world should hear it.
The message is spreading. The sponsor is exposed. The athlete is unbowed.
Companies that ignore the essence? We're better off without them.
Honda just became bigger than football. He became a voice. For Iran. For truth. For standing up when it costs you.
Respect. From Tokyo to Tehran. The world is watching. And learning.