I'll start 2025 with bismillahirrahmanirrahim
Day 1 of 365
"Yaallah jadikanlah aku hambamu yg paling beruntung"
Cz i dont know doa apa yang di doakan calon imamku
ada quotes dr man's search for meaning yg aku suka:
"those who have a 'why' to live, can bear almost any 'how'."
klo hidupmu mulai punya "why" yg berasal dr diri sendiri, perhatianmu ke org lain akan mengecil. your love tank fills up when you become your own favorite company.
Gentle reminder buat teman-teman yang ngerasa belum cukup, THIS IS NOT what we try to convey ketika bilang
“Perbaiki diri dulu baru berpasangan”
But rather acknowledge that you might made mistakes and need improvement, but also actively work on it.
Ini mungkin terdengar menyakitkan, tanggungjawab untuk mengelola emosi & memori yang membekas pada akhirnya jatuh ke kita sendiri sbg individu yg alami lukanya. Yg melukai mgkn tdk mau akuntabel apalg berpikir minta maaf, pun minta maaf saja belum tentu dapat memulihkan segera.
Saudara kandung gw seorang psikolog yg sehari-hari kerjaannya dengerin dan beresin isi kepala orang lain yg berantakan. Pas kita lg kumpul kemarin, dia buka obrolan.
Dia bilang, "lo tau nggak paradoks paling lucu dari profesi gw?"
Dia cerita, pernah nanganin pasien yg semuanya punya pola masalah yang sama. Mereka gak ada yang bener2 sakit secara fisik, tapi badannya rontok karena pikirannya selalu merantau ke masa lalu atau masa depan.
Siksaan batin yg dijelasin saudara gw ini namanya Mental Time Travel.
Kondisi dimana otak kita terlalu canggih sampe bisa loncat ke masa lalu buat nyeselin hal yg udah lewat, atau loncat ke masa depan buat nyemasin hal yg belum tentu terjadi.
Efeknya? Lo kehilangan masa kini. Lo lagi makan makanan enak tapi nggak ngerasain rasanya, lo lagi jalan sama anak-istri tapi pikiran lo lagi sibuk mikirin cicilan 5 taun ke depan, atau sibuk nyeselin blunder kerjaan minggu lalu.
Dia cerita, banyak pasiennya yg kalau malem sebelum tidur, otaknya kayak muter kaset rusak. Mereka selalu terjebak di zona "Regret & What if"
"Kenapa ya dulu gw gak ambil kesempatan itu?"
"Gimana kalau nanti umur 40 gw mendadak di PHK dan gak punya tabungan?"
Siksaan batinnya adalah masa lalu udah jadi abu, masa depan masih jadi kabut, tapi lo ngorbanin satu2nya hal nyata yg lo punya sekarang, yaitu detik ini. Lo dapet capeknya, tapi gk dapet solusinya.
Gw tanya ke dia, "Kenapa otak kita secara psikologis bisa se terjebak itu?"
Dia jelasin kalau secara evolusi, otak manusia itu emg didesain buat bertahan hidup dg cara mengantisipasi bahaya (masa depan) dan belajar dari kesalahan (masa lalu).
Tapi di jaman sekarang, insting itu malah jadi bumerang. Tiap hari kita liat pencapaian orang lain di medsos yg bikin kita cemas ama masa depan kita sendiri.
Kita dipaksa buat selalu berlari ngejar target, sampe lupa caranya berhenti sebentar buat napas.
Ada satu istilah psikologi yg ngena banget buat kondisi ini:
"The Illusion of Control"
Kita mikir dg merenungkan masa lalu berulang kali, kita bisa mengubah rasa bersalah kita. Atau dengan mencemaskan masa depan, kita bisa mengendalikan hasil akhirnya.
Padahal itu semua cuma ilusi. Satu2nya momen dimana lo punya kekuatan penuh buat bertindak dan mengubah sesuatu itu cuma ada di masa kini.
Gimana cara kita buat lepas dari penjara waktu ini?
Saudara gw kasih terapi simpel yg biasa dia kasih ke pasiennya:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Pas pikiran lo mulai melayang entah ke taun berapa, paksa mata dan tubuh lo buat fokus ama sekitar.
Sebutin 5 benda yg lo liat sekarang, 4 hal yg bisa lo sentuh, 3 suara yg lo denger, 2 bau yang lo cium, dan 1 rasa di lidah lo.
Cara ini bakal menyeret paksa kesadaran emosional lo kembali ke realita tempat lo berdiri.
Langkah kedua adalah bergaul sama kenyataan, bukan asumsi.
Kurangi bikin skenario terburuk didalam kepala. Kalau emg ada hal yg perlu disiapin buat masa depan, tulis di kertas jadi action plan yg nyata, after itu tutup bukunya.
Belajarlah buat menikmati hal-hal kecil yang gratis.
Dinginnya air pas lo wudhu atau cuci muka, angetnya obrolan ama pasangan sebelum tidur, atau rasa pahit manisnya kopi yg lagi lo seruput.
Pesan dari saudara gw ini:
Masa lalu itu udh selesai tugasnya, dan masa depan itu bukan urusan lo sekarang.
Satu2nya tanggung jawab lo adalah menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Jgn biarin hidup lo lewat begitu aja cuma karena lo terlalu sibuk jadi penjelajah waktu di dalam kepala lo sendiri. Rebut kembali kendali pikiran lo mulai hari ini.
tulisan by ryn pedia
cc: istory selebriti (facebook)
Ga. Selama emosinya ga pernah dialirkan keluar, sampai mati pun ga akan sembuh.
We're the one who needs to fight to heal.
Do not rely on time.
Time does nothing if we do nothing.
@perogeremmer Bener, makanya tips move on apapun tuh gak ada artinya kalau kita sendiri gak mau merasakan & memaknai semua secara mendalam.
Sit with your emotions. Rasain. Maknai. Urai semua. Apapun.
Nangis ya nangiso.
Marah ya maraho.
Teriak ya teriako.
Lepaskan.
Habis itu surrender.
Yang bikin kuat bukan jaraknya,
tapi alasan kenapa kita tetap bersama.
Bukan tentang seberapa jauh kita terpisah arah, tapi tentang hati yang selalu pulang ke tempat yang sama. 🫶🏻
Selamat pagi, #SahabatKAI!
#KAI121
Support photo 🙏🏼: ahmad_kosasih94_real (IG)
aku nemu quotes ngena banget :
“sesuatu yang digariskan untukmu tidak akan berbelok menjadi milik orang lain. begitu juga segala sesuatu yang bukan ditakdirkan untukmu, sekencang apapun engkau kejar dia akan selalu berhasil menghindar.”
Ada tulisan cantik banget, kira-kira begini isinya:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”
Sedang menyukai dua nasehat ini
"Jadilah orang baik dengan memaafkan orang lain, tapi jangan jadi orang bodoh dengan mempercayainya lagi."
"Berprasangka baiklah kepada semua orang, tapi jangan sangka semua orang itu baik terhadapmu."
@cownsult@abulmuzaffar10@weltpyang Jd guru ngajiku seorang dokter psikiater, beliau pernah bilang di Indonesia ini yg diperhatikan IQ, EQ, SQ terus, padahal BQ (biological quotien) juga ngaruh. Orang klo gizi, gaya hidup dan kesehatan fisiknya gak baik, peluang dia utk kena gangguan psikologis akan lbh besar