Saat kita sibuk menyorot orangutan dan kawan-kawannya, ada spesies lain yang diam terlupakan.
Padahal ia bagian penting dari ekosistem hutan. Pohonnya jadi sarang dan pakan orangutan. Kayunya mungkin dipakai di rumahmu.
Namanya Ulin.
Saking padat, tahan air, dan anti-rayap, ia dijuluki kayu besi dan jadi andalan para arsitek.
Sayangnya ia terancam deforestasi dan alih fungsi lahan. Padahal untuk mencapai diameter 50 sentimeter aja ia butuh sekitar 100 tahun.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Why we should aware about them too?
1. Bekantan.
Monyet berhidung panjang ini memiliki sistem pencernaan khusus yang hanya bisa mengolah daun-daun mangrove dan gambut.
Kalo habitatnya abis, mereka gak cuma kehilangan tempat tinggal, tapi juga perlahan mati kelaparan karna gak bisa memakan buah manis atau makanan lain.
2. Orangutan.
Sang Petani Hutan: Sebagai penyebar biji utama, hilangnya satu ekor orangutan akibat karhutla sama saja dengan mematikan masa depan regenerasi ribuan pohon hutan tropis.
3. Pohon Tualang (Koompassia excelsa).
Pohon raksasa yang tingginya bisa melebihi 80 meter ini rumah utama bagi lebah madu hutan. Sekali terbakar, butuh waktu ratusan tahun untuk menumbuhkannya kembali.
Belom lagi kita bahas Gajah, Burung-burung besar, Reptile dan lain-lainnyaa.
Sementara itu, mungkin bagi pembuat kebijakan, bekantan dan orangutan yang mengungsi ke pemukiman warga itu dianggap lagi melakukan kunjungan kerja atau studi banding kali yaa,
Lalu lagi-lagi alam yg disalahkan atas kemarau panjang, pdahal yang ngasih izin pembukaan lahan gambut — rumah bagi para fauna ini — bukan angin El Niño~ 😗
Shame on them.
Doanya masih sama:
May all governance and enablers rot in deepest hell.
kalau manusia bisa mengerti bahasa orang utan, mungkin manusia enggan membakar hutan. sebab hangusnya pepohonan bisa membuat orang utan murka hingga mengisi dunia dengan jeritan