@the_footienerd Secara konsep, paham. Nasi goreng di Tokyo juga jadi makanan luar negeri mewah dan lebih mahal.
Tapi:
Ramen di Jakarta -> luxury -> 150k IDR -> price to income (min wage) ratio: 2.6%
Nasgor di Tokyo -> luxury -> 1500 JPY -> price to income (min wage) ratio: 0.6%
Its funny how everyone's idea of heaven is a complete untouched paradise, crystal clear waters, lush green forests, enough food for everyone, classless, moneyless, stateless, a utopia of peace, unity and happiness. But here on earth it's considered a leftist ideology
I’m convinced Tom holland has so many haters bc his sheer existence disproves all of the red pill bullshit they peddle. Like yeah, he’s a 5’8 ballerina who got his start on Broadway, speaks openly about addiction and mental health, treats all the women around him respectfully etc
Bung Hatta pernah nemu iklan sepatu di koran. dia gunting. dia simpen di dompet, sepatu itu nggak pernah kebeli sampe beliau wafat
Sepatunya namanya Bally. Merek Swiss, mahal, terkenal di era 1950an, waktu itu beliau menjabat Wakil Presiden RI
Sebenernya kalau mau, Bung Hatta tinggal minta, satu telpon, beres, tapi beliau pilih nabung dan nabungnya nggak pernah cukup karena selalu kepake buat bantu orang lain
Setelah beliau wafat tahun 1980, keluarganya nemu secarik kertas terlipat rapi didompetnya, itu iklan sepatu Bally yang sama, masih disimpan selama puluhan tahun
Bung Hatta pengen sepatu itu. tapi beliau nggak mau pake jabatan buat kepentingan pribadi
Islam nyebut ini wara' menjaga diri dari sesuatu yang sebenernya boleh, tapi takut merusak hati
Guntingan iklan itu bukan simbol kemiskinan, itu simbol bahwa beliau tau mana yang milik negara dan mana yang milik dirinya
Karena itu yang sekarang udah banyak orang yang lupa