sekarang udah nikah pun nyokap masih suka nelepon nasehatin, “kamu sebagai calon ibu harus blablabla,”
dan gue jawab lagi, “seumur hidup aku cuma liat mama ngeluh ‘semua-semua mesti aku yang kerjain, ya nyuci, ya masak, ya cari duit,’ terus mama pikir aku pengen jadi ibu?”
Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
Orang2 seringkali gak bisa bedakan risiko pekerjan vs. kesalahan sistemik, menurutku.
Risiko pekerjaan itu misalnya kalo jadi obgyn, ya harus stand by on call 24 jam. Sebab, kelahiran bisa terjadi kapan aja.
Kalo digaji/pendapatan rendah itu sih bukan risiko pekerjaan. Itu sih masalah sistemik. Ini terjadi pada nakes, guru, dll.
Makanya, masih banyak orang yang dengan mudah bilang “Ya itu kan pilihanmu, udah risikonya gitu” atau “Siapa suruh jadi honorer”.
Sekelas pejabat negara yang dgaji oleh pajak kita ketika ditanya soal pos anggaran lalu jawabannya cuma, “pokoknya ada,” itu sudah cukup menggambarkan betapa rendahnya standar akuntabilitas yang sedang dipertontonkan.
Gini amat negara dikelola 😢
Mas Setkab, negara ini bukan Yayasan Republik Indonesia. Kami gak butuh personal charity-nya presiden. Ngirim heli pribadi aja disinggung terus.
Yang kami butuh: akui aja kalau bencana ini effort nya lebih, salah satunya deklarasi bencana nasional.
https://t.co/aYEXLbOC5u
secara data dia bener, tapi pendapat ini juga bisa menyesatkan kalo dipakai sebagai justifikasi kebijakan.
70% oksigen di dunia memang diproduksi oleh fitoplankton, hutan memang bukan paru-paru utama dunia.
narasi yang sering muncul sebab dari pendapat di atas adalah "kalo laut yang bikin oksigen, kenapa kita ribut soal hutan?"
nah, di titik inilah false dichotomy muncul. dipertentangkan seolah harus memilih salah satunya.
padahal ekosistem itu sepaket, gabisa cangcingcup pilih salah satu.
di bukuku, Arcana Oceanis, ada salah satu bagian di mana aku bahas gimana hubungan laut dan darat.
teman-teman, kalo hutan rusak, efek kerusakannya itu bukan hanya dirasakan darat, tapi juga sampai ke laut.
kalo hutan rusak, sedimentasi meningkat. akibatnya, terumbu karang bisa mati.
hutan rusak juga bisa menyebabkan ledakan alga yang menghasilkan racun bagi kehidupan laut serta manusia.
suhu laut yang naik juga disebabkan oleh daratan yang rusak, khususnya hutan.
jadi gabisa kita ambil salah satu, sementara lainnya kita abaikan. semua udah dalam satu harmoni, saling terhubung.
memang paling benar, ayola semua pemangku kebijakan, kita taubat ekologis.
memanglah secara ekonomi atau pertumbuhan ga secepat apa-apa yang ada di atas kertas modern, tapi para pendahulu kita, hidup dengan nyaman, mati dengan tenang, tanpa merusak apapun.
i love when the girls know their values and worth but this one— is just not it. justru keliatan nyari validasi dan insecure as fuck😭
and girl, you're not smart, you're 02 voter
Lu pada ngira childfree itu datengin orang lahiran terus ngomong langsung ke emaknya yg baru brojol buat bunuh bayinya apa gimana sih?
Childfree itu orang² yg cuma sharing preferensi kalo mereka PRIBADI ga mau beranak.
Bukan datengin orang baru lahiran buat dipaksa childfree.
also btw guys; i am speaking from experience dimana mantan aku pernah anterin this girl pulang dan akhirnya selingkuh😬 even when that happened to me gue tetep punya mindset kl gue mau punya pasangan yg anterin temen cewenya pulang karena menurut gua itu basic manners… -
Lo pada pas debat capres cawapres kemarin makanya disimak, presiden dan wapresnya kalau ditanya apa jawabnya apa ya jangan dipilih, kualitas menterinya ngikut kan.
Ditanya harga tiket pesawat mahal, malah bahas wisatawan asing yang liburan ke indo. help😭😭😭
Gak, ini bukan soal harga diri bangsa. Ini soal egoisme kekuasaan para elit
Korban nyawa udah hampir seribu, mayat-mayat korban udah membusuk, dan para bajingan ini masih sibuk memikirkan diri mereka sendiri
Emang pada jahat dan busuk aja sih
Owala pantes bantuan sama evakuasi lelet, kayak dibiarin ancur dan mati pelan pelan korbannya. It’s part of a bigger plan after all to expand oil palm plantation.