kita gila karena berharap ke orang-orang gila harta dan kuasa. kita gila karena berharap yang disana tergerak hatinya padahal hati nurani saja mereka sudah tidak punya. kita tidak punya siapa-siapa.
kelar ruu tni, muncul ruu polri. dan rakyat makin gak ada harga dirinya. semua serba tertutup, tanpa transparansi tanpa partisipasi dari sipil. kalau gw sih stateless ya.
Agar kalian semua ingat, atau mengetahui, saya rekomendasikan sebuah bacaan. Pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris, "Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto’s Coup d’État in Indonesia."
Temen-temen, gak ada namanya politik tidak mempengaruhi kita, siapapun presidennya. Mungkin bukan hari ini, bisa jadi hari esok. Bukan kita, tapi bisa jadi anak-anak kita. Jadi jangan asal pilih, jangan masa bodoh. Jangan gak peduli. Hidup kita itu diikat politik.