@ini_joe_ya Saya mau. Nama asli Eko usia 39 tahun. keseharian berdagang makanan dengan brand "nasi kepal pakde". Karena jualannya pagi untuk sarapan, kita biasanya bangun dan mulai masak sekitar pukul 3 pagi. Usaha ini saya jalankan sama keluarga. Mohon doanya agar laris manis :)
@hokazone_@atokdalangs4 Ini sebenernya juga soal perspektif aja, secara umum yang banyak terjadi tuh antara ojolnya yg udah gapeduli aturan atau customer yang seenaknya.
Pada dasarnya, cinta itu emang transaksional. Ya... mungkin bentuknya bukan uang atau barang, tapi berupa perasaan, perhatian, waktu, dan energi kita.
Jadi, hubungan yang sehat bukan hubungan tanpa transaksi, melainkan hubungan dengan pertukaran yang sehat dan saling menguntungkan.
Kalau begitu, gimana caranya supaya hubungan nggak terasa seperti jual-beli?
1. Berhenti komunikode. Kalau butuh sesuatu, sampaikan dengan jelas.
2. Jangan hitung-hitungan. Fokus pada saling percaya, bukan berhitung siapa yang lebih banyak memberi.
3. Penuhi kebutuhan emosimu sendiri. Semakin utuh diri kamu, semakin tulus kamu bisa mencintai.
Hubungan yang sehat bukan bebas transaksi, tapi membuat kedua orang sama-sama merasa dihargai, didukung, dan bertumbuh bersama.
📽️: The Miniature Wife S01E05 · Delusional[2026]
@Sagitariousme Sepertinya ini yang pake gaya psikologis urakan, dipikir ceweknya bakal tertarik klo dikasarin gitu. Ya kan tipikal emang beda2. But, it's a shame lol.
Emang sih ya jualan buah sekarang pada pake strategi marketing apalagi yang dipinggir jalan. Dikasih embel-embel "Madu" biar terkesan manis lezat. Sawo madu, Nanas madu, Nangka madu dan lain sebagainya. Emang tagline madu bikin menarik ya?
🤯 Ini orang lagi ngebahas salah satu workflow Claude yang menurut gue keren banget.
Idenya sebenarnya simpel...
Berhenti pakai AI cuma buat nulis atau ngoding.
Mulai pakai AI buat mengingat semua hal yang pernah lu pelajari. 👀
Workflow-nya juga nggak ribet.
Semua artikel, PDF, transcript, atau catatan yang menurut lu penting tinggal masukin ke satu folder.
Terus Claude yang baca, ngerangkum, nyambungin ke informasi lain yang udah ada, lalu bikin semacam wiki pribadi yang terus berkembang. 😳
Yang bikin gue tertarik bukan karena ini sekadar aplikasi buat nyatet.
Obsidian udah lama bisa dipakai buat itu.
Bedanya, sekarang catatan lu nggak cuma disimpan.
Tapi juga dipahami.
Setiap informasi baru otomatis dikaitkan dengan pengetahuan yang udah lu punya sebelumnya. 🚀
Makin lama dipakai, bukan cuma isi catatannya yang nambah.
Cara AI memahami konteks dari semua yang pernah lu simpan juga ikut berkembang.
Dan menurut gue, itu jauh lebih menarik daripada sekadar punya ribuan file yang akhirnya nggak pernah dibuka lagi. 😅
Makin ke sini gue ngerasa AI bukan cuma jadi alat buat mencari jawaban.
AI mulai berubah jadi "otak kedua" yang bisa membantu kita mengingat, menghubungkan, dan menemukan kembali informasi yang mungkin udah lama kita lupakan.
Karena pada akhirnya...
Nilai terbesar bukan ada di seberapa banyak informasi yang kita simpan.
Tapi seberapa cepat kita bisa menemukan dan menghubungkannya saat benar-benar dibutuhkan. 🔥
https://t.co/ZEaXIypJWX