Eks Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal, lewat akun IG pribadinya, menyampaikan kritik kepada pemerintah RI yang terkesan menyepelekan udangan Iran ke pemakaman Ayatollah Ali Khameini yang tewas dibunuh Israel pada 28 Februari 2026 lalu.
Pemerintah nggak memenuhi undangan dari Iran dengan mengutus delegasi resmi, dan yang hadir hanya Dubes RI di Teheran. Hal ini, oleh Teheran, dianggap sebagai sikap menyepelekan undangan.
Ini namanya Learned Helplessness
Kondisi di mana saking seringnya kita ga bisa keluar dari kondisi susah dulunya, hingga akhirnya terbawa sampai sekarang dan merasa tidak berdaya
Analoginya seperti seekor anak kuda yang sejak kecil diikat sekencang mungkin, meronta-ronta mencoba lepas ga bisa
Akhirnya kuda itu belajar bahwa kalo sudah diikat yaa ga akan bisa ke mana-mana
Sehingga ketika sudah dewasa dan lebih kuat, diikat dengan tali rafia tipis dan longgar sekali pun, kudanya tidak mencoba melawan karna sudah "belajar" bahwa ketika diikat itu tidak akan bisa lepas
.
Masyarakat kita kebanyakan berada dalam kondisi Learned Helplessness ini, yg sengaja di kondisikan oleh rezim zalim
Kita dibuat susah setengah mati, semua perlawanan kita ditepis dan berakhir dengan sia-sia, hingga akhirnya kita akan mengeluh bahwa "mending gini2 aja, toh situasi ga akan membaik"
Dan kalau kita tidak melawan kondisi Learned Helplessness ini, rezim zalim akan menang
Ingat nama ibu Papua ini:
Melkiana Duwitau, ibu hamil 31 tahun, tewas dibunuh peluru tentara saat sedang hamil 32 minggu akibat operasi militer
Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya
Never forget, never forgive
Wamil di Korsel: Selama 10 thn diikuti 2 jt org dan 4 orang MD
Latsarmil KDMP: Diikuti 32 ribu orang dan dalam 2 minggu 5 orang MD
Indikasi adanya kelalaian yg menyebabkan kematian sangat kuat pada Latsarmil KDMP
Ada yg udah berbulan2 gak dapet kerja setelah di phk, pesangon gak nutup krn harus biayain keluarga, narik grab + freelance buat nambah2, rutin ikut workshop sana sini, apply2 belum dapet kerja... terus tiap hari ada aja cerita kyk gini 🤢🤢🤢
Saya baru disensus BPS, pantas saja banyak yg meragukan akurasi datanya. Iseng sy jawab : saya ga berpenghasilan, saya makan tabungan
Si mba survei ternyata tidak punya kolom isian untuk jawaban semacam itu, jadi dia tanya : sehari hari pengeluaran habis berapa? Ternyata itu diakui sebagai sumber pendapatan. Dia tidak peduli ternyata pengeluaran kita itu dari hutang atau jual-jual aset.
Ya pantas saja diatas kertas ekonomi kita terus naik kalau cara pencatatanya begitu
cc : ige_pranata
Lulusan ITB, Teknik Industri, sudah lamar lebih dari 15 posisi.
Belum dapat kerja.
Ibunya ikut antre job fair buat "kuatkan mental."
Lulusan SMK TKJ, 19 tahun, disuruh kerja dulu sebelum kuliah biar mandiri.
Ibunya ikut antre juga.
Di Tangerang kemarin, lebih dari 2.000 orang berebut 15.000 lowongan dari 56 perusahaan.
Satu hari.
Negara yang sama sedang sesumbar target pertumbuhan ekonomi 8%.
Pertanyaannya sederhana: kalau ekonominya tumbuh 8%, tumbuh di mana , dan untuk siapa?
Karena yang tumbuh hari ini cuma antrean.
Dan yang ikut antre bukan cuma anaknya. Tapi juga emaknya.
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
“politik ga ngaruh ke hidup gue”
tapi kopi lu naik 2.000
tapi bensin lu naik jadi 16.250
tapi rumah lu kebagian pemadaman bergilir
heran, padahal itu nyata bgt depan mata mereka
Ada yg ngerasa gak, Demo stop MBG dilawan demo Pro MBG. Demo BEM dicounter sm BEM tandingan. Sutradara Pesta Babi dilaporkan aktornya sendiri Mama Sinta. Saya bertanya, Apakah rezim ini menggunakan politik adu domba? Jika benar, artinya pemimpin kita mengadu domba rakyatnya sendiri.. Jahat sih
cc:threadmustrlkm