@INDOSPORCLE Itulah knp dalam Islam ada hukuman rajam. Binatang seperti ini tdk pantas dihukum mati dgn tembakan. Dia pantasnya dirajam. Sakit dan mati perlahan2..
@iwanpiliang7@sambilan99 Pola unit usaha KDMP yg dr Sabang sampai Merauke sama dan msh byk lagi. Wajah kebijakan fiskal (baca Purbaya) yg jauh dr teknokratik yang tenang dan profesional. Hal2 seperti itu yg membuat orang resah dan menurunkan kredibilitas rezim ini
@iwanpiliang7@sambilan99 BGN yg brutal anggaran (motor listrik dll yg tdk perlu secara teknis). Titik dapur yg hampir smua diperjualbelikan. Belum dapur dan SPPGnya yang kacau balau secara masif. KDMP yg ujug2 80ribu dgn pengurus yg dari awal udh gak jelas dan sgt jauh dari makna koperasi itu sendiri
@prastow Sy sepakat dgn pajak kekakayaan ini dan sy sangat setuju dengan pra kondisi yg harus dipenuhi seperti yg mas sampaikan utk mengeksekusinya. Namun ada persoalan substansial yg tdk peduli soal kebijakan apapun dan sebagus apapun yaitu kredibilitas pemerintah selaku eksekutor.
Lewat artikel kompas ini, kita bisa melihat adanya pergeseran besar dalam cara anak muda mengonsumsi informasi.
๐ฑ Berdasarkan laporan Reuters Institute 2026, generasi muda usia 18-24 tahun kini lebih memercayai kreator konten dibandingkan media arus utama.
๐ฑ Rupanya, Sosmed sosial telah menjadi pintu utama mereka untuk mengakses berita, dengan persentase mencapai 39%, naik drastis dari satu dekade lalu. ya mirip berita bola, skrg mudah sekali dapat info dan PoV dr twitter.
๐ฑ Dominasi Facebook telah berakhir di kalangan anak muda. Mereka sekarang lebih memilih Instagram, YouTube, dan TikTok. Platform berbasis audiovisual jauh lebih diminati daripada format teks tradisional.
๐ฑ Sebanyak 51% responden lebih memperhatikan kreator konten karena dianggap lebih relevan, autentik, dan memiliki kedekatan emosional. Media konvensional hanya dipilih oleh 39 persen responden.
๐ฑ Anak muda lebih tertarik pada konten yang bersifat opini, partisan, dan menghibur. Sebaliknya, berita analisis yang formal dan seimbang justru mulai ditinggalkan. Mereka juga cenderung menghindari berita yang dianggap terlalu depresif atau tidak relevan dengan keseharian mereka.
๐ฑKetua @dewanpers, Prof. Komaruddin Hidayat, menilai kondisi ini membuat arus informasi di media sosial terasa seperti kerumunan besar tanpa aturan yang ideal.
๐ฑ Media arus utama kini menghadapi tantangan berat untuk tetap relevan tanpa kehilangan prinsip dasar jurnalisme di tengah gempuran konten yang emosional dan sensasional.
saya pribadi melihat bahwa tantangan media saat ini bukan sekadar soal distribusi berita, melainkan bagaimana cara mengemas informasi agar tetap berkualitas namun tetap dekat dengan realitas hidup generasi muda.
cc:
@dosenhukumnotes@dospeng@dosenkesmas@FandomID_
@saiful_mujani@ebe_ganzo@golkarpedia Utk urusan ini cobalah iqra sdkit om om. Anaknya memang caleg sedapil sama ayahnya dan perolehan suaranya nomor 2 terbanyak setelah ayahnya. Info ini sdh ada lbh dr setahun yg lalu.
[Program Kerja Prioritas Nasional: Apa yang (Memang) Prioritas?]
Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini ada daftar prioritas Pemerintah yang jauh lebih jelas. Terdapat 60 program dalam 8 klaster, di tambah 4 program fondasional yang akan diprioritaskan Pemerintah di tahun 2027.
@Stakof Dipersidangan ada bbrp fakta yg ditemukan mas. al: 1). Ditemukan kebodohan dlm memahami apa itu saham, pajak pendiri, split stock dan pelajaran ekonomi semester 1 lainnya. 2). Ditemukan kedunguan dlm memahami apa fungsi audit BPK dan bgmn kedudukannya. Yg lainnya tambahin aja.
> udah capek2 pulang kerja, gaboleh cerita karena "laki-laki tidak bercerita"
> pengen keintiman gaboleh karena cowo gaboleh mikir seks dan selangkangan mulu.
> tapi duit tetep diminta atas nama "nafkah" dan "provider mindset"
> terus gak boleh minta apa-apa ke istri dengan alasan "ikhlas", "menerima apa adanya" dan "gaboleh transaksional"
yaudah, ngapain nikah, dah paling bener kumpul kebo aja, karena isinya rugi semua.