@tanpukunokami Japanese have every right wherever they are on their land;
to eat any meat,
to sell any meat,
to buy any meat,
to cook any meat,
to share any meat,
to store any meat,
and pork is meat.
Rek, pagi itu saya dan istri, yang sama-sama tunanetra, mau sarapan di warung favorit kami, Warung Sederhana Gubeng Pojok, kawasan Stasiun Gubeng, Surabaya.
Niatnya sarapan berdua dengan tenang, eh, di tengah perjalanan dada saya malah kena tiang pembatas! Video ini saya rekam spontan saat kejadian.
Mohon maaf kalau gambarnya kurang bagus, Rek. Namanya juga mendadak, wong saya mau sarapan, bukan mau ngonten kok. ๐ Dan ternyata, bukan cuma satu tiang.
Ada tiang lain yang posisinya melintang dan mengenai perut. Sayangnya, yang satu ini nggak sempat terekam.
Walah, niat budal sarapan romantis karo bojo, kok malah dada karo weteng dikongkon kenalan dhisik karo tiang! ๐ Padahal, seingat saya, dulu nggak ada tiang melintang seperti ini.
Persoalan serupa juga pernah terjadi dan sempat diperbaiki pada era Bu Risma. Lha kok sekarang muncul persoalan yang sama lagi? Kalau begini terus, apa artinya perbaikan yang dulu, Rek?
Saya juga mendapat informasi dari orang yang melihat langsung bahwa guiding block atau jalur pemandu di lokasi ini dinilai terlalu kecil dan berwarna hitam. Kondisi dan kesesuaiannya dengan standar aksesibilitas tentu perlu diperiksa lebih lanjut.
Bagi kami yang tunanetra, jalur pemandu di trotoar itu membantu kami berjalan secara mandiri. Kalau jalurnya tidak sesuai atau justru terhalang tiang, jadinya ya begini, bawah aman, atas kena! ๐
Kepada Pemerintah Kota Surabaya dan pihak terkait, monggo kondisi di kawasan Stasiun Gubeng ini ditinjau kembali. Evaluasi penempatan tiang pembatas dan jalur pemandunya.
Sudah menjadi keharusan untuk melibatkan penyandang disabilitas secara langsung agar perbaikan fasilitas ini tidak salah sasaran dan benar-benar sesuai kebutuhan penggunanya.
Saya menyampaikan ini karena saya ingin kota ini semakin ramah dan aksesibel bagi semua warganya. Ayo, Rek, bantu kawal bersama.
Bukan untuk menyalahkan, tetapi supaya masalah seperti ini tidak terus berulang. Wes yo, Rek. Sampai jumpa! Salam inklusi!
Menurut kalian, apa yang perlu dilakukan agar fasilitas trotoar di Surabaya benar-benar aman dan aksesibel bagi penyandang disabilitas?
@worldwide_yuya More than one hour late is common in indonesia when you are dealing with indonesians. But 'certain few people' will leave you behind without notice when it happened. So you better know who you are dealing with.
In Italia ci sono 300.000 cinesi, 170.000 indiani, 153.000 filippini e 350.000 sudamericani. Nessuno di questi ha difficoltร di adattamento. Nessuno di questi va in piazza a sfasciare le vetrine.
When you quit a toxic job, HR will ask you to do an "Exit Interview."
They will tell you to be 100% honest so they can "improve the company culture."
It is a legal trap. NEVER tell them the truth.
Here is what HR is actually doing behind closed doors:
@3lyasGhofur@wilsonsitorus Dibandingin sama si 'mahabener tapi gabener'? Kejauhan,oom. Pak Pram tak ada oposisi tapi mau dan mampu kerja dan hasilnya bermanfaat ut warga. Oposisi dijadikan alasan? Ada yg diincer dan dipenjara tapi hasil kerjanya jauh lebih banyak dan lebih bermanfaat dibanding si jarig.
@hidaka_1192 They are not cheap labor, dear taxpayers.
Count your taxes and count their welfares.
They do not pay a single penny of taxes but receive all your taxes money as free house, free living cost, free insurances, free education. For how long? You ought to check it out.
Akuisisi oleh pengusaha RI tdk sama dg nasionalisasi. Kekayaan konglomerat RI tdk sama dg kekayaan rakyat RI. Kepentingan pengusaha nasional tdk sama dg kepentingan nasional.
@Mikaell898 I am catholic. I do fasting for 40 days and only have one meal each day in 24 hours. No drama, no need everybody knows that i am fasting. No punishment, no threat, no screaming for respecting acts. Just me and my Holy Trinity.