Orang dengan HIV (ODHIV) masih bertanya-tanya atau takut untuk menerima vaksin COVID19?
Bisa kok, menurut SK DIRJEN P3 KEMENKES No. HK.02.02/4/1/2021 asal CD4 kalian >200.
Karena pada prinsipnya saat CD4 >200 kecuali keberadaan virus, kondisi lainnya sama seperti nonODHIV.
Are you interested in developing your editorial skills and in medical research publishing? Come join our team as part of the Editorial Fellow Programme! More details on this exciting position can be found here 👉https://t.co/JMgaFRpmVJ Application Deadline is May 17th!
sekarang gw ngerti kenapa apa-apa jadi duta. Itu beban moral dan nonmoral loh. Bayangin kalau seorang duta gak ngelakuin apa yang harus jadi perannya. Berat kayak lemak di pinggang.
10 kali kamu bangkit, 10 kali kamu terjatuh, yang ke-11 Istirahatlah. Hatimu sedang sakit. Kamu tau kamu tertolak tapi kamu masih tak sadar harus segera berhenti. Kamu masih takut kehilangan.
Pas ikutan buka puasa disuruh pilih menu Nasi Goreng A atau Nasi Goreng B.
Gw pilih yang A karena spesial dan harganya 35.000, yang B cuman 12.000.
Gw tipenya gak liat harga, karena yang murah belum tentu mahal.
Wonderfull Indonesia tercermin dari Nicholas Saputra pas antre vaksin: good looking dan good manner.
Tapi ingat di Indonesia masih ada daerah pinggiran, sama kayak kita pas antre vaksin kepanasan sampai ketek basah, dahlah gak ada good lookingnya.
Pekerja seni dan kreatif mendapatkan vaksinasi COVID-19. Ada sosok Nicholas Saputra yang dipuji sabar antre saat vaksinasi. Seperti apa sih ceritanya? https://t.co/f9ESqXV6tS
fiks!! kamu gak taraweh kalau liat tweet ini pertama kali muncul.
Kenapa?,
apa karena Imam/Makmumnya tetangga sebelahmu, bukan si dia yang seharusnya berada disebelahmu dan mendekapmu saat terlelap.
Dua kesombongan
1. Menganggap diri kita lebih dibanding yang lain
2. Menganggap usaha orang adalah hal yang gak penting sehingga tidak mempedulikannya
Kita sombong karena mengutamakan "aku" didalam hidup kita.
Padahal kita tau, yang utama itu "kita" saat aku dan kamu jadi satu.
sekesal-kesalnya sama dosen, dulu gw tetap dengerin sekalipun kadang main. dan sekarang sekesal-kesalnya dengan mahasiswa, gw tetap jelasin karena gw tau yang mereka butuhkan penjelasan bukan sekedar tulisan.
terkadang pengen banget nerapin sistem "i treat you like you treat me", kamu gak peduli ya aku gak peduli. ngajar asal ngajar tanpa mikir sudah paham atau belum, pokok dibaca aja, gak mau diulang kalau gak paham. Tapi konsep ini membawa jatuh pada kesombongan.
Hai, cuman mau ngasih tau.
Jangan terlalu berharap dengan ajakan berbuka bersama, karena seringkali hanya wacana.
Berharaplah agar diajak menua bersama, dan bukan sekedar rencana.