Semua masalah akan berlalu. Luka-luka akan sembuh. Sakit akan memudar dan hilang. Tapi kamu selalu bisa mencatat siapa saja yang berusaha membunuhmu saat kamu sekarat. Kamu bisa mencatat nama-mana yang mengeluarkan pisau untuk menghabisimu saat kamu melarat. Simpan nama mereka baik-baik di ingatan.
“Guys ciri-cirinya paling gampang liat people yang have & don't have itu gimana sih?”
Let me start first:
1. Bersih. Kelihatan dr kukunya, kulitnya, giginya. Terawat semua walau stylenya B aja, gak branded.
Teman-teman yang sedang berjuang untuk hidup lebih sukses, lebih bahagia, dan lebih sejahtera, izinkan saya menitipkan sedikit pemikiran untuk kita renungkan bersama.
Nomor 1, pikiran kita sering menciptakan cerita yang terasa sangat benar.
Kita sering merasa sedang melihat kenyataan apa adanya. Padahal, di dalam kepala kita, ada narasi yang terus bekerja. Pikiran kita menafsirkan kejadian, memberi makna, lalu membentuk cerita.
Sebagian cerita itu lahir dari pengalaman lama, luka yang belum selesai, rasa takut, bias, dan emosi yang masih tertinggal di dalam diri.
Karena itu, semua yang kita pikirkan JANGAN langsung kita percaya. Sebagian perlu kita periksa ulang dengan tenang.
Nomor 2, hal yang kita hindari justru akan mengendalikan hidup kita.
Menghindar memang terasa melegakan di awal. Rasanya aman, rasanya ringan, rasanya kita sedang menyelamatkan diri.
Namun setiap kali kita lari dari rasa tidak nyaman, kita sedang memberi makan rasa takut, rasa malu, kebiasaan menunda, atau luka yang seharusnya mulai kita sembuhkan.
Nomor 3, kita dibentuk oleh apa yang terus kita ulangi.
Identitas tidak terbentuk dari harapan indah yang kita simpan di kepala. Identitas tumbuh dari kebiasaan kecil yang rutin kita lakukan.
Cara kita berpikir, cara kita merespons masalah, cara kita menjaga janji, cara kita bekerja ketika tidak ada yang melihat, semuanya perlahan membentuk diri kita.
Pada akhirnya, kita menjadi hasil dari latihan yang kita ulangi terus-menerus.
Nomor 4, emosi adalah bagian dari diri kita, tetapi hidup kita tetap perlu dipimpin oleh kesadaran.
sedih, takut, marah, kecewa, atau cemas adalah bagian dari spektrum emosi kemanusiaan.
Emosi perlu didengar, diberi nama, dan dipahami. Namun emosi juga perlu dituntun.
Kesehatan mental tumbuh ketika kita mampu mengenali apa yang sedang kita rasakan, menahannya dengan dewasa, lalu menggunakannya sebagai petunjuk, bukan membiarkannya mengambil alih seluruh keputusan.
Bhinneka Tunggal Ika, untuk edukasi kesehatan.
Kata-kata boleh beda, tapi sama-sama menatap matanya, menusuk sanubarinya.
Untuk Indonesia lebih sehat.
Tunggu tayangnya ya teman-teman.
Apa pun yang kehidupan ini titipkan pekan ini, semoga hati teman-teman tetap lapang menjalaninya.
Kalau sedang bahagia, semoga bertahan lama. Kalau sedang lelah, semoga lekas menemukan kesegaran. Kalau sedang berjuang, semoga langkahnya.
Doa saya, semoga pekan ini ada kabar baik, ada urusan yang dimudahkan, ada hati yang dipulihkan, dan ada senyum yang kembali merekah.
-------------------------
NB : Kabar gembira untuk teman-teman di Bandung, saya akan kesana untuk menghadiri Stand Up shownya bang Radityadika. Akan berada di mall pasir kaliki. Semoga kita bisa bertemu yaa.