prnh baca medium yg bahas klo ketika cowo bahas ttg cewe, mrk emg otomatis excld cewe jlk krn cewe jlk basically invisible. jd pas cowo ngomong "cewe maunya yg ganteng kaya doang", they ALWAYS mean only the 1% cewe cantik. mrk g pduli klo ada cewe mid/jele yg standarnya b aja
Artikel menarik. Karhutla bukan hanya membakar lahan dan menciptakan polusi yang menyesakkan. Karhutla juga membakar proses reproduksi kesenian masyarakat. https://t.co/RvlMRNHg7P
Ternyata bisa ngerti mekitron itu sebuah privilege.
Gue baca twit mekitron sebagai teman makan siang.
Namun bagi sebagian orang itu kayak test TOEFL/IELTS dan kuliah 4 sks.
Buzer Sampahhhh. TNI bunuh orang Asli Papua di wilayah konflik di giring isuny ke OPM. ahh asu kalian biadap Penjajah. Keberadaan kalian di Papua gak ada guna. Hanya jadi satpam buat perusahan² di Papua yang merusak hutan adat. TNI/Polri adalah aktor kejahatan di Papua
Kebetulan, "mereka" yg gua maksud masih banyak ada di lingkungan sekitar gua. Yamaap, ini emg medsos yg lingkupnya luas ke org random gak kenal, tapi lapak ini jg gak tertarik ngasih validasi kepedulian maupun ketidakpedulian siapapun.
Mungkin yg bikin eug missed adalah karena gua sama gak pedulinya ke lau, termasuk ke cara lau mengkompare soal kepedulian itu ke bocil afrika khas Coki Pardede.
@sigiluka Lw miss poin gw. Ini bkn lagi soal class warfare atau apalah itu. Gw ga peduli sama nadiem, bahkan ketawain dia. Dan sori aj, tingkat peduli gw sama kang driver jg sama dgn nasib bocil di afrika: nihil!
Mereka bkn lagi “sesama” atau “sebangsa” gw, hanya golongan asing lainnya.
Gak ada jg yg lg peduli sama kepedulian kita, dr awal soal yg gua bawa gmn nadiem itu spektakel yg punya dampak mempasifkan banyak orang di tengah kenyataan banyak kriminalisasi dan represi, tp org lebih suka nangisin nadiem sbg korban krn lebih deket sama diri mereka.
...kriminalisasi terhadap sipil gak berdaya, gak berakses, dan fakta akhir2 ini bahwa mereka tak mendapat pendampingan pro bono, kelas menengah dan akademisi yg nangisin nadiem air matanya gak pernah dibagi ke kriminalisasi yg nyasar ke non elit.
Emg, eug gak lg mendorong reformasi iklim kemitraan yg lebih humanis. Itu lg ngekritik fenomena kelas menengah yg nangisin nadiem, seolah lupa kalau pemenjaraan terhadap elit kek nadiem (seberapapun dia dibuang rezim) itu bersamaan dgn ratusan kriminalisasi setahun trakhir.
@sigiluka Sistem apapun g akan memberi insentif untuk nyayangin para kroco2. Yg bisa buat “kapitalis”peduli tanpa dipaksa y cuma kohesi sosial yg non-existent di konoha. Ketika org ibadah digeruduk, motor nabrak mbl, mbl digruduk. Smua ini nunjukin bhw kita hny kbetulan aj sm2 di konoha.
Kutukan orba kali yak, dimana masyarakat kita dipaksa manunggaling dalam lautan stigma ideologi khususnya komunisme. Jadinya, ujian buat ngapa2in harus ideologis tuh selalu ditaruh di depan alih2 tindakan praktis berbasis koperasi (yg bukan desa merah putih apalagi NGOis).
Warisan Omar Aziz: Membangun komune-komune otonom yang memerintah diri mereka sendiri (swakelola) di Suriah
Penulis: Leila Al Shami
Penerjemah: Banu Ghifar
Tahun: 18 Februari, 2026
Tautan: https://t.co/rdEk0ZiIa0
Warisan Omar Aziz: Membangun komune-komune otonom yang memerintah diri mereka sendiri (swakelola) di Suriah
Penulis: Leila Al Shami
Penerjemah: Banu Ghifar
Tahun: 18 Februari, 2026
Tautan: https://t.co/rdEk0ZiIa0
@republik_partai@MProgMedia Mengkritik Marxisme pake metode menonjolkan kekurangan marx gak akan mempan,soalnya actual marxist gak pernah nganggep marx semacam nabi
tren baru pasca nadiem: kapitalisme punya celah spasial untuk kematian pekerjanya, ojol yg tewas begini bahkan dilindes brimob pun gak masuk bingkai keadilan "mati di tempat kerja" karena lokasi tewasnya di ruang publik, kapitalis jd gak punya tanggung jawab hukum dan etis.
tapi pas dateng ke grassroot, tetep gestur mengagitasi rakyat.. soiyeh, padahal pulang dari konsol si pengecut lanjut mereparasi apapun kepentingan tuan yg secara harian dijaga jangan sampe menyingkirkan dia dr gelanggang.