Gus Dur adalah presiden yang berani tegas mewujudkan supremasi sipil:
Tugas militer di barak. Bukan di jabatan sipil.
Tentara itu dilatih untuk berperang, bukan mengurus urusan sipil.
Titik.
Udah coba rekap semaleman. Dari 57 Wamen yang ada di Kabinet, 37 diantaranya merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN.
Persentase nya nyentuh angka 64.9%. Ini bukan lagi pencilan atau anomali, ini angka yang besar, bahkan bisa dikatakan MAYORITAS. Dan ini baru Wamen, belum petinggi dan pejabat lembaga atau badan setingkat menteri.
Awalnya mau bedah nama satu-satu, tapi dari angka itu seharusnya sudah menjelaskan, tidak perlu dibedah, kalian coba cari contoh 10 Wamen, seharusnya 6-7 diantaranya merangkap Komisaris BUMN.
Maaf ya teman-teman, jujur panik bahas hal ini, apalagi ada riwayat akun kena suspend, followers belum besar, tiba-tiba dapet impresi tinggi, jadi masih belum berani. Mungkin pertimbangannya bakal tulis artikel aja nanti untuk detail lengkapnya.
Btw ada nama "lucu" lagi di jajaran Komisaris BUMN, bukan akademisi, bahkan riwayat pendidikannya pun saya tidak nemu, mungkin bakal spill tipis kayak sebelumnya.
rendang sebenernya awet bgt makanya dulu ibunya malin kundang masak rendang untuk bekal malin kundang merantau, di box makanan itu si ibu nulis:
for malin
Ngoprek Linux belum lengkap kalau belum pernah pakai teks editor vi. Sekarang default di Ubuntu pakai VIM, versi lebih 'manusiawi' daripada vi. Setidaknya ketika dipanggil dia masih menampilkan menu paling penting yaitu cara untuk quit & save
🚨 YANG LEBIH MENGERIKAN DARI SEKOLAH NEGERI JADI REBUTAN ADALAH: rakyatnya mulai percaya bahwa hak konstitusional memang pantas diperebutkan lewat seleksi.
Banyak komentar pembaca justru setuju: “Masuk sekolah ya harus diseleksi.”
Maaf, ini sesat pikir yang sangat berbahaya.
Seleksi itu wajar untuk lomba, beasiswa terbatas, atau kampus elite. Tapi untuk pendidikan dasar yang dijamin konstitusi? Itu tanda negara gagal menyediakan layanan publik yang cukup dan adil.
Anak tidak sedang “kurang pintar”.
Negara sedang kurang hadir.
Yang harus diseleksi bukan anak-anak.
Yang harus dievaluasi adalah pemerintah, DPR, DPRD, dinas pendidikan, dan seluruh tata kelola pendidikan yang membuat sekolah negeri langka seperti barang mewah.
Kalau warga negara sudah permisif ketika hak dasarnya dirampas, maka konstitusi tidak lagi dikalahkan oleh penguasa saja, tetapi juga oleh cara berpikir rakyatnya sendiri.
Baca artikel ini:
https://t.co/RO7JskO06g
Menurut Anda, masuk sekolah negeri memang harus seleksi, atau negara yang wajib memastikan semua anak mendapat sekolah bermutu?
#DaruratPendidikanIndonesia #SekolahNegeri #SPMB #PendidikanGratis #HakPendidikan #Konstitusi #UUD1945
⚠️⚠️MENOLAK LUPA⚠️⚠️
Kontroversi Lolosnya Qatar dan Saudi di Piala Dunia 2026:
✅Pembatalan status tempat netral secara sepihak. Pada awal proses kualifikasi, AFC memberi tahu negara2 peserta bahwa putaran 4 akan dimainkan di tempat netral
✅Secara tiba-tiba, AFC mengumumkan Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah untuk seluruh pertandingan di grup mereka masing2 tanpa adanya transparansi atau kriteria pemilihan tuan rumah yg benar2 jelas.
✅Hal ini membuat Qatar dan Arab Saudi diuntungkan karena bisa bermain di kandang sendiri. Sementara negara lain (Irak, UEA, Indonesia, dan Oman) harus main tandang.
✅Jadwal pertandingan yang tak adil dan adanya diskriminasi waktu istirahat. Arab Saudi dan Qatar ditempatkan sebagai unggulan teratas. Jadwal diatur sedemikian rupa sehingga kedua negara ini mendapatkan waktu istirahat selama 6 hari di antara pertandingan mereka.
✅Sebaliknya, tim lawan yakni Irak, UEA, Indonesia, dan Oman dipaksa bermain dgn jeda hanya 3 hari (72 jam). Para pelatih memprotes keras karena durasi ini sangat tidak cukup untuk pemulihan fisik pemain.
✅Polemik status top seeds. Terdapat ketidakselarasan alasan antara AFC dan FIFA mengenai mengapa Qatar dan Arab Saudi jadi unggulan teratas. AFC berdalih karena peringkat FIFA mereka yang tinggi. Sementara FIFA menyebut di situsnya karena mereka adalah negara host untuk menjaga agar tidak berada di satu grup.
✅Terjadi pemangkasan kuota tiket untuk suporter UEA saat melawan Qatar di Doha hanya menjadi 8%. Padahal di pertandingan sebelumnya di stadion yang sama mereka dpt jatah 33%. Hal ini memicu kerusuhan di tribun penonton setelah pertandingan.
✅Ada dominasi gurita politik negara teluk di AFC dan monopoli jabatan. Struktur kepemimpinan AFC didominasi oleh figur dari negara teluk (Presiden dari Bahrain, Wakil Presiden dan Ketua Komite Keuangan dari Arab Saudi, dan Ketua Komite Kompetisi dari Qatar).
✅Sebagian besar sokongan dana terbesar AFC disuplai oleh perusahaan raksasa asal Teluk (Aramco, NEOM, beIN, Qatar Airways, QatarEnergy).
Qatar dan Saudi, dua negara yang merusak fairplay dalam kualifikasi memang lolos. Tapi mereka akhirnya dibantai dgn skor2 telak di Piala Dunia 2026.
Hanya satu kata: mampus!
Mereka menyandang nama "Douwes Dekker", tetapi keduanya adalah orang yang berbeda.
Kiri: Eduard Douwes Dekker (Multatuli). Ia adalah penulis novel Max Havelaar.
Kanan: Ernest Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi). Pejuang kemerdekaan Indonesia, salah satu tokoh Tiga Serangkai.
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.