Klo urutannya dibalik, misal solusi dulu sebelum validasi emosi justru malah jadi nambah mental load dan rasa frustrasi mereka. Karena bagi perempuan, merasa dipahami dan didengarkan itu adalah setengah dari solusi itu sendiri. Fix internal dulu, baru eksternal.
Betul, perempuan cenderung lebih menginginkan emotional support daripada lgsg dikasih solusi saat lagi cerita tentang masalah mereka, sedangkan laki2 secara statistik lebih condong ke problem solving.
Kenapa kita SALAH TERUS soal ini?
Karena OTAK LAKI-LAKI default ke: SOLUSI.
Istri bilang "aku capek" β kita cariin ALAT.
Istri lihat cermin lama β kita cariin GYM.
Istri gak mau foto β kita cariin DIET.
Kita DENGAR masalah β kita kasih SOLUSI.
Tapi istri GAK MINTA solusi.
Istri minta VALIDASI.
"Aku capek" = "Bilang aku hebat."
"Perutku beda" = "Bilang aku cantik."
"Aku gak mau foto" = "Bilang aku gak perlu malu."
Dan kita GANTI semua itu dengan gym membership.
Bagi perempuan, proses pelepasan emosi dan validasi perasaan itu fase pertama yang wajib dilewati agar beban kognitif mereka menurun. Karena setelah mereka merasa didengar dan dipahami, barulah mereka akan terbuka untuk mendiskusikan solusi.
Hipotesis itu jadinya ditolak karena hubungan antara berbagi beban dan kelegaan itu ga linear. Berbagi masalah hanya akan berdampak meringankan jika dan hanya jika lingkungan sosialnya suportif, komunikasinya efektif, dan solutif.
Hipotesisnya: masalah dan mental load jika βdibagikanβ, dampaknya bakal dirasa lebih ringan. Tapi, jika setelah dipraktikkan ternyata malah buat jadi lebih berat, hipotesisnya diterima atau ditolak?
Ketika proses mentransfer informasi membutuhkan usaha yang lebih besar daripada menyimpan informasi itu sendiri, mental load itu justru malah makin melonjak.
Wahaha dulu pernah disepelein orang, bahkan sakitnya masih terasa sampai sekarang. Sampai pergi ke kantor alm. mama biar hati tenang. Lalu mama hibur aku pakai soto betawi.
Minggu pagi, jalan ke Brigif bareng suami.
βBuset, Yang, pagi-pagi gini makan baso dong orang2. Ga habis pikir!!β
15 menit kemudian β¦
βWah, Yang!! Baso uratnya gerinjel. Enak tuh.β
*Beli*