Salah satu sunnah yang mulai jarang diamalkan untuk mengawali doa adalah memperbanyak tasbih, tahmid, dan takbir.
Ummu Sulaim Ra pernah menuturkan:
“Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku beberapa kalimat yang dapat aku gunakan untuk berdoa.”
Rasulullah Saw pun bersabda:
“Bertasbihlah sepuluh kali, bertahmidlah sepuluh kali, dan bertakbirlah sepuluh kali. Setelah itu, mintalah hajatmu.
Sesungguhnya, Allah akan berfirman: ‘Ya, Aku akan mengabulkannya; ya, Aku akan mengabulkannya.’”
—HR. an-Nasa’i dan at-Tirmidzi
لا تُقابِلِ الإساءةَ بالإساءةِ أبدًا، فإنَّ القلبَ المملوءَ بالحقدِ لن ينالَ السلامَ والطمأنينةَ أبدًا.
Jangan perna membalas keburukan dengan keburukan, karena hati yang dipenuhi dengan kebencian tidak akan pernah meraih kedamaian (ketenangan).
Sa’id bin al-Musayyib pernah mengatakan:
“Suatu ketika, aku sedang duduk di antara makam Nabi Saw dan minbar beliau, Raudhah. Tiba-tiba, aku mendengar seseorang berdoa:
َّاللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عَمَلًا بَارًّا، وَرِزْقًا دَارًّا، وَعَيْشًا قَارا
Allaahumma inni as-aluka ‘amalan baarran, wa rizqan daarran, wa ‘aisyan qaarran.
‘Ya Allah, aku meminta kepada-Mu amal yang penuh kebajikan, rezeki yang melimpah dan terus mengalir, serta kehidupan yang tenang dan mapan.’
Lalu aku menoleh, tetapi tidak melihat seorang pun. Sejak saat itu, aku terus mengamalkan doa tersebut, dan tidaklah aku mendapatkan sesuatu darinya kecuali kebaikan.”
Kedewasaan Sejati adalah saat kita belajar menjauhkan diri dari orang-orang yang situasi mengancam ketenangan pikiran, harga diri, nilai-nilai kepribadianmu, etika, dan rasa percaya diri dalam dirimu.”
— Dr. Mustofa Mahmoud
"Orang yang paling selamat adalah yang menjaga lisannya, menahan amarahnya, dan menyibukkan dirinya dengan memperbaiki aibnya sendiri."
Abu Bakar ash-Shiddiq
عد كل ما حدث، أعدارى العالم على أن صواب أو خطأ ، بل على أنه فهم وقبول
setelah semuanya terjadi, aku melihat dunia bukan tentang benar atau salah, tapi tentang memahami dan menerima
ولِن في الكلامِ لكلِّ الأنام * فَمُستحسنٌ مِن ذوي الجاهِ لِينْ
Dan bertutur lembutlah dalam berucap kepada seluruh manusia,
Karena sungguh elok bagi orang yang berkedudukan memiliki sifat lemah lembut.
Nabi Muhammad Saw bersabda: "Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah Ta'ala membenci orang yang berkata keji dan kotor." (𝑆ℎ𝑎ℎ𝑖ℎ 𝑎𝑙-𝐽𝑎𝑚𝑖’)
لولا اصطبار لأودى كل ذي مقة ... لما استقلت مطاياهن للظعن
"Kalau tidak ada sifat sabar, maka hancurlah setiap orang yg memiliki rasa cinta ketika kendaraan orang² yg dicintainya bergerak hendak pergi"
kitab Ibnu Aqil
Byk orang datang & pergi.
Ortu hanya bisa temani sampai batas usia, anak² akan sibuk dgn dunianya, dan saudara punya hidup yg mereka jalani
Jika mnemukan seseorang yg tetap tinggal, diantara lelah, usia yg menua bahkan sakit, maka kamu telah mnemukan rumah,bukan sekadar pasangan
Bagaimana cara menjelaskan kepada seseorang bahwa sepatah kata saja yang ia ucapkan tanpa sengaja, bisa meninggalkan dampak yang begitu hebat sampai meruntuhkan ketenangan batinmu selama berhari-hari.