Also gays, kenapa kalian seberani itu bareback sana sini for the sake of ENAK? Sure ada prep buat mencegah HIV, but masih ada STD lainnya. Takut bgt baca tweet barusan soal rasanya crt di dalam dan bnyk sekali yg reply bilang itu enak dsbnya. Apa akan masih enak kalo lo kena STD?
Prabowo vs. Jokowi: Tahta yang Dibagi Dua
Di tengah gemuruh protes mahasiswa dan aktivis yang mengguncang jalanan di Jakarta hingga ke Malang dan Yogyakarta, Presiden Prabowo Subianto menandatangani RUU TNI pada 27 atau 28 Maret 2025 (sebelum lebaran menurut pemberitaan yang beredar), hanya sepekan setelah DPR mengesahkannya pada 20 Maret. Kecepatan tingkar lord ini bukan hanya sekadar efisiensi birokrasi, it’s a calculated by power grab. Dengan naskah akademik yang “sengaja” disembunyikan, demonstrasi yang dipertanyakan oleh Prabowo sebagai “bayaran”, dan narasi dwifungsi TNI yang disebut “nonsense”, Prabowo tampaknya sedang memainkan catur politik dengan pion-pion di kesatuan militer.
Tapi, untuk apa? Apakah ini hanya sekadar konsolidasi kekuasaan? Sebuah upaya untuk memutus cengkeraman Jokowi? Atau, justru dijadikan sebuah pondasi untuk melakukan kudeta secara senyap?
Disclaimer:
Di dalam esai kali ini, saya akan mencoba untuk membedah skandal revisi UU TNI dengan tingkat kecurigaan yang maksimal, namun berpijak pada data dan teori di dalam ilmu politik untuk mengungkap “apa yang tersembunyi di balik tirai kekuasaan”, sehingga kalian tidak perlu repot-repot lagi mengirimkan OTK untuk menyambangi rumah saya, hehe. Karena, esai saya kali ini akan tetap menawarkan jalan konstruktif ke depan, untuk kebaikan kita semua. Bukankah ini sangat menyenangkan?
-Sebuah Esai Analisis Spekulatif-