sedih rasanya waktu dibilang ga pernah ngertiin seseorang, padahal selama ini kita sering mengalah dan lebih mikirin orang lain dari pada diri sendiri.
Kalau ngeliat dia hidup dengan normal tanpa mengingatku sedikitpun. Rasanya sakit hati banget ya Allah. Aku diperlakukan seperti sampah yang begitu hina, setelah sebelumnya begitu dipuja dan dicintai dengan hebat.
Ya Allah sembuhkan hatiku, jaga diriku, rengkuh lemahku.
Tuhan tolong sembuhkan bagian dari diriku yang bahkan tak sanggup ku ceritakan pada siapa pun, dari luka yang selalu ku peluk sendiri dalam diam, dan rasa sakit yang ku sembunyikan di balik senyum.
Jika luka ini tidak bisa hilang
setidaknya bantu aku berdamai
dengan apa yang tak bisa ku ungkapkan.
“bener, love should be fun”
kalau lu ngerasa excited itu hanya ada di diri lu sendiri, mulai ragu atas value yang lu punya, lu mulai mempertanyakan ketulusan yang lu kasi, itu sinyalnya udah jelas, jangan dikejar lagi, karna cinta sejati ga bikin lu mempertanyakan diri sendiri apalagi sampe buat lu kehilangan kepercayaan diri.
gimana kalo perbuatan mu menjadi alasan seseorang ga bisa makan hari ini, ga bisa tidur nyenyak, gabisa berhenti menangis?
jika ga bisa menjadi baik, setidaknya jangan menjadi jahat.
dan siapapun itu yang pernah sakit gara” aku, maafin aku yaa
Fase terberat dari sebuah trauma adalah "relapse".
Hari yang seharusnya cerah.
Mood yang seharusnya baik.
Senyum yang seharusnya mengembang.
Tiba tiba hilang.
Berganti dengan rasa sakit yang kembali datang, seperti baru terjadi kemarin.
Aku remuk tapi harus terlihat baik2 saja di hadapan orang tua. Harus bisa menjawab pertanyaan yang aku ga tau jawabannya sambil memilah kata.
Aku sendiri sakit hati, lalu harus terlihat baik agar orang tua ku juga baik, dan rasa bersalahku ke mereka, seberat itu.