@jam_aldin@idextratime Makanya kalo ada negara aggota FIFA masih menyalonkan dia, yaa...aneh, perlu dipertanyakan apakah presiden asosiasi negara tsb salah satu gengs dia..
@CiptaBuana_ Justru tu tantangan anak Abah untuk menyakinkan, menarik perhatian grassroot dg ide2, gagasan Anies, gaungkan secara langsung vis sosmed shg grassroot bisa memilih Anis. Belum lagi pemilih pemula, floating voter juga.
@AzzamIzzulhaq@CiptaBuana_ Sy malah menyarankan jika memang Anis punya basis massa yg kuat dan loyal (anak Abah) di berbagai daerah -- buat partai aja!! dana? Udunan/iuran..buat partai yg beda dg yg ada
@kamto_adi Salah satu penghuni kost di rumah ibu, punya anak laki yg akan masuk TNI. Katanya ada yg bawa, oknum TNI dan diminta nyerahin sejumlah uang. Semua persiapan sdh, ujian dilakukan tahap demi tahap, saat pengumuman, zonk! Tidak lulus! Ndak tau uang bisa balik Ndak. Kasihan.
Wkt kls 3 SMP ada tambahan pelajaran/les yg musti diikuti semua siswa. Cowok kls 3 adain tanding sepakbola gabungan kelas dan tdk ikut les tsb. Bsknya kena hukuman dijemur dibwh terik matahari siang jam 12 saat istirahat pelajaran. Hadehhhh
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
@Dahnilanzar Pak, penambahan kuota segitu bgmn pengaturan di mina dan Musdalifah? Kita ketambahan kuota tambahan 20rb aja dibagi dg haji khusus setengahnya (simak penjelasan kasus mantan menag), belum lagi dari hukum fikiq (jika ada perluasan Mina dan Musdalifah)
2. Adanya vision Saudi 2026 terkait penyelenggaraan haji perlu disikapi dg cermat dan hati2. Jng asal lempar isu, ide. Keselamatan nyawa jamaah musti tidak bisa ditawar, prioritas utama&pertama
1. Tambahan kuota segitu, ngatur di mina& Musdalifah gmn? Coba cermati penjelasan kasus mantan menag (terlepas dari kasus hukumnya). Belum lagi dari sisi fikih (jika ada perluasan Mina, Musdalifah). Common keselamatan nyawa dan fisik jamaah diperhatikan
Term conditionnya, tambahan kuota 150 persen artinya kuota bisa 500 sd 600 ribu,tdk bs di cover via keuangan haji, likuiditas hny 2 musim haji, makanya sy sebut jebakan keuangan haji. Tambahan kuota yg telah terencana itu sesuai saudi vision 2026 akan menghabiskan antrian dalam 5 sd 8 tahun kedepan.Maka, dibuka untuk yg non cover nilai mamfaat keuangan haji bagian ini yg disebut war ticket, dan membuka prioritas yg sudah ngantri untuk pindah ke skema ini. Kedua, untuk transparansi dan akuntabilitas, kuncinya ada perbaikan integritas SDM dan penguatan sistem teknologi informasi yg terbuka yg saat ini perlahan kami benahi. Benang kusut pengelolaan haji sedang kami urai sprt perintah presiden. Kami menerima “rumah pengelolaan yg teramat rusak” tapi hrs kerja keras untuk membenahi.
@Dahnilanzar Pak, kuota haji segitu ngatur di Mina&Musdalifah gmn? Coba cermati penjelasan kasus mantan kemenag (terlepas kasus hukumnya, lihat dg jernih). Common, ini tentang nyawa dan ibadah fisik. Belum kita berbicara hukum fiqih (jika ada perluasan Mina, Muzdalifah)
@Stakof Setuju sekali, dan sy sdh baca utuh dari awal sd akhir. Dia mengangkat isu ketidakadilan untuk mendukung ide nya tp mempertontonkan ketidakadilan tu lewat idenya "war tiket" haji. Ora sinkron, blas!! Tidak ada yg bisa diambil untuk dasar kebijakan!!
Iya, setiap kali weekend pulang ke rumah ibu...pasti ketemu 2 type org dan dlm hati berkata, anak2 ini dulu masih ingusan skrg sdh berkumis bahkan ada yg gendong anak kmdn ketemu org ini dulu msh muda skrg sdh beruban tampak menua. Lgsg istighfar
@Naz_lira@Dahnilanzar Kalo baca tulisan dia secara utuh di kompas, di awal dia nulis ttg keadilan bagi jamaah tp begitu bar mksd "war tiket" justru dia mempertontonkan ketidakadilan tu. Benar2 ora sinkron.
@Dospemz Kalo baca tulisan dia secara utuh di kompas, di awal dia menyorot ttg keadilan namun saat menjelaskan mksd war ini justru mencederai keadilan tsb bagi jamaah yg sdh lama antri. Bnr2 tidak sinkron.
Sy sdh baca tulisan anda, izin menanggapi
1. Di awal tulisan anda menyorot ttg keadilan bagi jamaah namun saat mnjelaskan mksd war tiket dimana yg dimksd kuota tambahn untuk diperebutkan jamaah yg istitoah justru ini tdk adil bagi jamaah yg sdh menunggu lama bs disalip hny dg war
Silahkan. Tulisan lengkap saya di Kompas, tentang wacana "War Ticket". Perangkap Keuangan Haji dan Nol Antrian. Pak Menteri @lukmansaifuddin
https://t.co/0iI10add77
Karena banyak pertimbangan yg harus diperhatikan demi nyawa jamaah.
Anda berharap tiap tahun dpt kuota tambahan untuk bisa "di-war-kan"? Sehingga bisa perpendek antrian?
3. Untuk dana setoran awal jamaah , sebaiknya ada laporan yg bisa diakses oleh jamaah Krn tu uang jamaah.