@Fadhiil5112 Diluar itu, Kejadian ini mungkin tidak akan terjadi kalau Pemerintah mengutamakan rakyat untuk membuat DDT agar KRL dan KAJJ terpisah, tapi apalah daya, ketunda, dan Pemerintah lebih mengutamakan Wush, MBG dan Kopdes. Padahal DDT cuma setara 5 Hari MBG.
Alright, let me give this article for the umpteenth time. I will never get tired of sharing this if it’s about the rape that happened during the 98 tragedy. Happy reading and this is pretty disgusting; https://t.co/v9nVRD4Ew6
Bro lebih memilih menyalahkan penggunaan ai dibanding penggundulan hutan, penggunaan kendaraan bermotor, tambang, polusi, dan bahlil yg jelas2 ngebuat rusak alam
💚
Bapakku buddha mamaku kristen baby sitterku islam dan aku punya temen namanya titi gemini si fans berat bapakku yang tukang remix
One Lee Music passwordnya? One and on-lee
Kalo diliat ke tiktok
Diskursus soal KDM Vasektomi ini udh mulai masuk ke arah SARA
Terpantau militannya KDM udh mulai lempar2 kata "kadrun" "yaman" dan sejenisnya
Persis kaya dulu yg kritis ke Ahok
Kayaknya ga cuma presidennya yg pikirannya stuck di pra reformasi, rakyatnya pun juga.
Dipikir Indonesia masih population boom kaya pas orla-orba, sekarang tuh TFR udah mendekati 2, bentar lagi aging population.
banyak orang gak sadar: when you live in survival mode, your choices aren’t really choices, they’re instinct.
anak-anak buat mereka bukan soal “nambah beban”. it’s about having a reason to stay alive tomorrow. tentang ditemani, ditolong, dan diberi harapan di dunia yang udah terlalu pelit kasih peluang.
kita yang hidup lebih enak gampang ngomong, “kok gak KB aja?” padahal mereka gak hidup di dunia yang sama kayak kita. mereka gak punya safety net. mereka cuma punya satu sama lain.
dan buat yang baca itu terus langsung bilang, “jadi lo setuju orang miskin punya anak banyak?” you really missed the whole damn point.
understanding ≠ endorsing.
empathy ≠ excuse.
ini bukan glorifikasi kemiskinan, ini ajakan buat berhenti nge-judge dan mulai ngebenerin sistemnya.
lo terlalu sibuk ngehitung jumlah anaknya, sampe lupa nanya: “kenapa satu-satunya harapan mereka harus anak, bukan negara?”
pak anies ngajak mikir, bukan ngajak breeding race. so please, kalau belum siap baca dengan hati, ya jangan baca cuma buat cari bahan nyinyir.
let’s fix the system, not shame the survivors. karena di ujung hari, mereka cuma lagi berusaha hidup, sama kayak kita semua.
"Miskin adalah situasi yang sebenarnya diciptakan sendiri oleh individu, karena malas."
AWOKAWOWKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOWKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOWKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOWKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOWKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOWKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOWKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOWKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOWKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOWKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOWKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOWKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOKAWOWKAWOKAWOKAWOKAWOK
Aku kasih argumentasi konkret untuk anti kebijakan vasektomi.
P1: Klo orang miskin boleh dikondisikan untuk divasektomi atas dasar memberantas kemiskinan, maka orang bodoh juga boleh dikondisikan untuk divasektomi atas dasar memberantas kebodohan.
@BudiBukanIntel Bedain progresif dan fasis aja sulit
Seakan-akan kemiskinan cuma karena masalah populasi, bukan masalah struktural. Alih-alih membenahi struktur dan policy biar investor masuk dll malah mau ngontrol populasi si miskin 🤷♂️ ga sekalian yg miskin ga usah hidup, mati aja gt?
Wajar fans timnas kebanyakan frustasi
Dulu kan alesan pemecatan pelatih sebelumnya, karena capek proses.
Lalu diganti d tengah2 "event penting"
Skrng jngan bicara proses sebagai alasan "maklum" kalah.
Kita lawan australia 0-0 di gbk.
Ini dibantai 5-1
Aku.
Butuh.
Hasil.