Kemarin Batam mati listrik hampir 2 hari. Aku sampai minta tolong suami buat nitipin ASIP ke Indomaret atau Alfamart, tapi katanya listrik mereka juga nggak bakal bertahan lama.
Akhirnya suami keliling cari tempat yang bisa dititipin ASIP selama 24 jam. Entah gimana, dia kepikiran buat nyamperin hotel terdekat dari rumah dan nanya apa bisa nitip ASIP di sana. Alhamdulillah, pihak hotelnya mau bantu ���❤️
Pas tadi diambil, ASIP-ku masih aman banget. Bahkan waktu mau bayar, mereka malah nggak mau nerima uangnya. Huhu, ternyata masih banyak banget orang baik di dunia ini. 🫶🏻
dino patti djalal cerita dulu waktu kerja di istana :
- ada teknologi di satu ruangan khusus
- alat itu bisa mantau kebakaran hutan di mana pun di indonesia
- akurasinya sampai nunjukin titik pohon yang kebakar, akurasi sekitar 1 meter
- alat itu juga bisa cross check sama wilayah operasional perusahaan
- waktu itu wilayah operasi perusahaan sawit udah dipetain detail
- jadi pemerintah bisa langsung tau titik apinya ada di lahan perusahaan mana
- info itu bisa jadi dasar buat nentuin siapa yang harus tanggung jawab
- dia berharap teknologi itu masih ada di istana
- dan bisa dipakai lagi secara maksimal
- dia minta presiden bareng kementerian dan lembaga terkait manfaatin alat itu buat nangani karhutla
Beberapa anggaran lain dari Kementrian Sekretariat Negara dilansir dari INAPROC realisasi anggaran 2026 :
>holder id card lingkungan sekretariat presiden 213 Juta
>Pool Water Heater 417 Juta
>Kursi Pijat 255 Juta
>Peremajaan Taman Rumah Pejabat Kementrian sekretaris negara 1.1 Miliar
>Renovasi Ruang Kerja Bakom 6 Miliar
>Dukungan Peningkatan Imunitas tubuh 2.5 Miliar
>Pengadaan Kendaraan Listrik (golf car) 3.2 Miliar
>Pemeliharaan Kebersihan Rumah Jabatan Anggota Lembaga Tinggi (MA, BPK, MK) 3.4 Miliar
>Pemeliharaan Kebersihan Rumah Jabatan Pejabat 8.1 Miliar
>Kebutuhan sanitasi toilet dan pengharum ruangan 302 Juta
>Sewa Mesin Fotocopy multifungsi 1.04 Milar
>Sewa Mesin Fotocopy 447.8 Juta
>Sewa Mesin Fotocopy digital 1.2 Miliar
>Sewa Mesin Fotocopy Setneg (30 unit) 1.6 Miliar
Bapak diminta gantiin pampers anak. Masangnya miring. Anak bocor. Kasur basah.
Istri dateng, ganti ulang, beresin kasur, ganti sprei.
Bapak berdiri di samping, angkat bahu: "Yaudah kamu aja deh, Ma. Aku emang gak jago ginian."
Bapak merasa itu pengakuan jujur atas kelemahan Bapak. Rendah hati. Bahkan mungkin lucu.
Pak, itu BUKAN kelemahan. Itu STRATEGI. Dan strategi itu punya nama di dunia psikologi: Weaponized Incompetence. Ketidakmampuan yang dijadikan senjata.
Menurut gw pribadi, mending keberadaan IPDN itu ditinjau ulang deh…
Asal kelen tahu..
Ilmu-ilmu yang ada di IPDN itu udah diajarin di FISIP dan FIA di seluruh Indonesia.
Perbedaannya, IPDN itu ikatan dinas, biaya minim, dan juga semi-militer.
Lantas buat apa ada IPDN? Wong lulusannya juga jadi ASN. Anak FISIP dan FIA mah disuruh jadi ASN juga bisa.
Dan yang gw juga heran kenapa IPDN semi-militer?Padahal lulusannya itu ya jadi sipil semua…
Terus yang lebih ga nyaman lagi:
Tiap tahun, IPDN butuh ratusan miliar.
Kalian tahu ga? Berapa anggaran IPDN di 2026?
814 MILIAR!
Padahal tahun lalu hanya 517 miliar.
Mana masuk pos anggaran pendidikan lagi.
Dan ini diperuntukkan untuk 5-6 ribu orang praja..
Sayang banget menurut gw.
Duit 817 M itu bisa dipakai buat subsidi PTN-PTN di seluruh Indonesia.
Foto: Rakyat Merdeka dan Pos Jateng
WA dari temen. Siang. Jam 12.
"Bro, ponakan lo sering mual di mobil gak?"
"Iya parah. Tiap perjalanan muntah."
"Coba buka Settings iPhone lo."
"Hah? Emang kenapa?"
"Accessibility → Motion → Vehicle Motion Cues."
"Aktifin."
"Ini ngapain?"
"Udah aktifin aja. Besok perjalanan gak muntah."
Aku aktifin.
Besoknya, ponakkanu gak muntah pertama kalinya.
Presiden yang nyaris 30% hari-hari jabatannya dia habiskan di negeri orang.
Pulang tanpa hasil, lalu teriak; "hai antek-antek asing", padahal dia yg paling demen sama asing.
Menebar senyum dinegeri orang, menebar ancaman dan ketakutan di Negara sendiri.
Membanggakan mobil buatan sendiri dinegara orang tetapi mengimpor ratusan ribu mobil buatan negeri orang (India) ke negera yang di pimpinnya.
Mengaum saat jadi capres mengeong saat jadi Presiden.
Dia ingin menjadi Presiden untuk menyelesaikan berbagai masalah tapi ternyata dia adalah masalah terbesar bangsa ini...
pemimpin konaha...
Instagram Ahmad Dhani
Sama seperti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (benar ya nulisnya?), saya tidak nonton pernikahan anak Ahmad Dhani dan Maia Estianty (dua idola saya di waktu kuliah).
Tapi apa yang ditulis Dhani di Instagram-nya saya baca, dan langsung teringat dengan salinan putusan pengadilan agama Jaksel yang dulu pernah beredar di Twitter (masih bernama itu, belum X).
Saya ulas di sini karena cukup mengernyitkan dahi ketika membaca tulisan Dhani itu.
"Kok, beda dengan yang saya baca dulu?"
Saya urai sejauh bacaan saya, apakah "pengakuan" Dhani ini sesuai dengan fakta hukum 2008 atau tidak?
(Disclaimer: ini putusan tingkat pertama [PA], bukan putusan kasasi MA. Untuk amar di banding atau kasasi, saya belum pegang berkasnya)
1. "Maia ditalak 3"
Talak satu bain sughra, bukan talak tiga. Dan ini bukan Dhani yang menjatuhkan, melainkan putusan pengadilan atas gugatan cerai Maia.
Dhani justru menolak perceraian.
2. "Maia selingkuh dengan pemilik TV swasta, diakui tertulis dan ditandatangani"
Tidak ada di dokumen. Majelis menyatakan tegas (kutipan langsung):
"...tidak ada yang mengarah kepada terjadinya nusyuz Penggugat kepada Tergugat."
3. Narasi "suami selingkuh dengan orang ketiga" disebut drama palsu Maia
Tamara Geraldine bersaksi di bawah sumpah mendengar langsung pengakuan perempuan yang mengaku dinikahi siri Dhani, di rumah Melly Goeslaw, sekitar 2006.
Menurut kesaksian Tamara, Dhani pernah mengirim SMS ke perempuan itu mengakui "memang enak punya dua isteri".
Setelah pengakuan itu, Tamara menerima teror dari Dhani. Majelis tidak memutus sah-tidaknya nikah siri, tapi mencatat isu ini nyata-nyata memicu kehancuran rumah tangga.
4. "Laporan KDRT palsu"
Maia melapor ke Polda Metro Jaya 20 April 2007 (bukti P.22). Tiga saksi di bawah sumpah (ayah, ibu, pembantu Maia) menerangkan: barang Maia dikeluarkan dari rumah, pakaian dikirim ke Surabaya, kamar dibongkar, lemari dijebol, baju dirobek, sepatu dibuang. Banyak hal terjadi saat Maia umrah.
Dhani tidak membantah peristiwanya. Pengakuannya sendiri: itu cara "memberi pelajaran" karena Maia tidak menuruti perintahnya.
Tidak ada temuan majelis bahwa laporan itu palsu.
5. "MA hanya mengabulkan permohonan cerai saja, hak asuh tidak dikabulkan"
Putusan PA Jaksel mengabulkan: cerai (talak satu bain sughra), hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa, Dhani wajib serahkan anak, nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan, sita marital atas tujuh aset sah, harta bersama dibagi dua.
NB: HAK ASUH
Oiya, ini tidak ada di Instragam, tapi ada di PA (bahkan saya juga kaget karena dulu gak baca sampai sana): Maia dituduh memakai narkoba oleh saksi-saksi yang dihadirkan Dhani.
Awalnya Maia menggugat agar tiga anaknya (Al, El, dan Dul) ditetapkan dalam asuhannya. Dhani menolak keras dan menghadirkan sembilan saksi yang menggambarkan Maia tidak layak mengasuh.
Salah satunya: Maia adalah pemakai narkoba.
Beberapa saksi yang dihadirkan Dhani bahkan mengaku ikut memakai narkoba bersama Maia.
Kemudian, Maia mengajukan hasil tes lab dari RS Azra Bogor dan RS Marzoeki Mahdi Bogor, dan keduanya membuktikan bahwa Maia negatif narkoba.
Majelis menerima bukti ini.
Maia juga dituduh mengabaikan anak. Namun Maia mengajukan 14 rapor sekolah anak (2006-2008) yang ditandatangani sendiri sebagai bukti keterlibatan.
Plus, ijazah S1 FISIP UI sebagai bukti kapasitas mendidik.
Amar putusan: hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa. Dan Dhani dihukum menyerahkan anak, dan wajib memberi nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan.
Saya akan lampirkan berkasnya di reply, silakan baca sendiri. Dan sila koreksi jika ada kekeliruan.
Berikut video analisa Dr. Dino Patti Djalal mengenai "9 Pelajaran Penting dari Tsunami 2004 utk Penanganan Banjir Sumatra". Silahkan disimak & bantu sebarkan kpd Pemerintah, aparat, publik, korban & keluarganya. Media boleh kutip freely. @prabowo@SBYudhoyono@fpcindo@BNPB_Indonesia #banjirsumatra
@detikcom Perusahaan sudah patuh bayar retribusi pajak parkir tiap bulan. Ditengah ekonomi seperti ini, perush sudah mati matian bertahan..dan disuruh tambah beban gaji jukir resmi??? Are u seriously?